KOMPAS, Rabu, 21 November 2001

Warga RI Dituduh Terlibat Teror di AS

Alexandria, Virginia (AS), Senin

Seorang warga Indonesia yang oleh Biro Investigasi Federal (FBI) AS
diidentifikasikan sebagai Agus Budiman diduga terlibat dalam serangan teror
11 September di AS. Budiman dituduh sebagai penghubung di AS untuk Mohammed
Atta, pembajak pesawat yang menabrak menara World Trade Center. Selain itu,
ia dikenai tuduhan membantu mendapatkan surat izin mengemudi (SIM) palsu
dari Virginia, AS, untuk Mohammad bin Nasser Belfas, penghubung Osama bin
Laden, tersangka utama di balik serangan teror tersebut.

Senin (19/11) siang (Selasa pagi WIB), Budiman menurut Reuters, muncul di
pengadilan di pinggiran Kota Washington. Kuasa Usaha ad interim Kedutaan
Besar RI di Washington DC TA Samodra Sriwijaya menjelaskan kepada Kompas
melalui telepon internasional bahwa Agus Budiman "masih dalam status
didengar keterangannya (hearing) oleh polisi tingkat Federal, dan itu pun
masih dalam kasus pemalsuan".

"Maka saya belum berani mengonfirmasi bahwa dia (Agus Budiman-Red) positif
dituduh sebagai contact person Osama bin Laden, seperti yang diberitakan
surat kabar," kata Samodra pula.

Meski kasus yang tengah diselidiki berupa kasus pemalsuan ID (fraudulent
ID), menurut Samodra, status tahanan Agus Budiman adalah preventive jails.

Dalam status ini, kata Samodra pula, Agus Budiman belum bisa ditengok
ataupun dihubungi. "Status ini memang mengindikasikan ia diduga
keterlibatannya dalam kasus berat," ungkap Kuasa ad interim Kedubes RI di
Washington DC ini pula kepada Kompas.

Sebelumnya, Samodra mengaku telah menghubungi Pengadilan Distrik
Alexandria, tetapi ternyata Agus Budiman masih ditangani oleh polisi
tingkat Federal (Marshall Police). Dengan demikian, Samodra belum
mendapatkan keterangan lebih jauh lagi tentang diri Agus Budiman.

Baik Budiman maupun Belfas berada dalam daftar 370 nama teroris yang masuk
dalam daftar FBI untuk diperiksa keterkaitannya dengan serangan 11
September yang menghancurkan menara kembar World Trade Center di New York
dan sayap kanan markas militer AS, Pentagon. Daftar nama itu dikeluarkan
otoritas perbankan Finnish, bulan lalu.

Budiman dimasukkan dalam daftar nama orang yang dicari karena bertindak
sebagai penghubung di AS untuk Mohammed Atta, biang keladi di antara 19
pembajak pesawat yang melakukan serangan teror di AS. Sedang Belfas
diidentifikasikan sebagai penghubung untuk Osama bin Laden, tersangka utama
serangan teror AS. Walau begitu, belum ada tuduhan kepada Belfas yang
diungkapkan kepada umum, termasuk lokasi keberadaan Belfas.

Menurut pengaduan kriminal yang disampaikan, Budiman dan Belfas masuk AS
dari Hamburg, Jerman, Oktober 2000. Jaksa Agung John Ashcroft mengatakan,
Atta dan dua pembajak lain merupakan bagian dari jaringan terorisme yang
beroperasi di Hamburg dan AS.

Dikatakan, Budiman membantu Belfas mendapatkan kartu identitas diri tanggal
4 November 2000. Keduanya menggunakan alamat di Arlington, Virginia. Namun,
tidak satu pun dari kedua orang itu yang tinggal di alamat tersebut. Belfas
kemudian menggunakan kartu identitas itu untuk mendapatkan SIM Virginia.
Senin kemarin, jaksa penuntut umum memutuskan bersalah pada dua orang yang
ditangkap karena berkaitan dengan serangan teror 11 September tersebut.

Selain itu, pengadilan AS juga memutuskan bersalah Khalid al-Draibi (32)
yang ditangkap tanggal 11 September saat mengendarai mobil dengan ban
kempes di Bandara Internasional Dulles Washington. Al-Draibi yang ditangkap
hanya 13 jam setelah serangan. Ia dinyatakan bersalah karena memalsukan
visa. Namun, ia dibebaskan dari tuduhan terlibat serangan teror 11
September.

Victor Lopez-Flores, seorang imigran gelap dari El Salvador, dinyatakan
bersalah karena membantu seorang pembajak untuk mendapatkan identitas
Virginia palsu dan masuk ke AS secara ilegal setelah dideportasi. Dalam
pengakuannya, ia mengatakan, tanggal 2 Agustus telah memalsukan alamat
Ahmed Alghamdi di Alexandria, Virginia.

Alghamdi yang juga menabrakkan pesawat ke World Trade Center menggunakan
alamat itu untuk mendapatkan SIM dari departemen bidang kendaraan bermotor
Virginia, sebulan sebelum serangan 11 September. Jaksa penuntut mengatakan,
Alghamdi membayar Lopez 100 dollar AS.

Lopez yang sudah dideportasi tahun 1993 karena tindakan kriminal diketahui
telah membantu setidaknya 20 orang untuk mendapatkan kartu identitas palsu
dari Virginia, sejak Mei lalu. Lopez merupakan orang kedua yang dinyatakan
bersalah di Virginia utara karena membantu mendapatkan identitas palsu bagi
para pembajak.

Walau begitu, menurut pembelanya, Drewery Hutcheson Jr, al-Draibi mampu
menembus dua alat deteksi kebohongan dan berhasil meyakinkan
ketidakterlibatannya dalam serangan 11 September. Jaksa Wilayah AS TS Ellis
III mempertanyakan kepada pembela al-Draibi kemungkinan pemerintah bisa
menerima penjelasan ketidakterlibatan al-Draibi dalam serangan 11 September.

"Itu benar," jawab Wakil Jaksa AS John Morton. Al-Draibi akhirnya harus
dijatuhi hukuman penjara 10 tahun dan denda 250.000 dollar AS, saat
dituntut tanggal 18 Januari mendatang atas kasus pemalsuan visa.

Jaringan Al Qaeda

Sementara itu, dari Jakarta dilaporkan, pihak kepolisian Indonesia
membantah laporan tentang adanya kamp latihan bagi organisasi Al Qaeda di
Indonesia. Harian Spanyol El Pais, minggu lalu, mengatakan, investigasi
terhadap Imad Eddin Barakat Yabbas, wakil jaringan Al Qaeda di Spanyol,
mengarahkan pada polisi bahwa kelompok itu telah dilatih sebagai pasukan
multinasional di sebuah kamp di Indonesia.

Prasetyo, juru bicara Kepolisian RI, mengatakan, tidak ada kamp pelatihan
Al Qaeda di Indonesia. "Tidak ada laporan tentang itu dari intelijen kita.
Tidak ada kamp militer asing dibangun di sini," ujarnya.

Bantahan itu juga dilayangkan kelompok radikal yang berulang kali menolak
dikaitkan dengan Osama bin Laden. "Memang ada kamp latihan tahun lalu yang
diadakan oleh Laskar Jihad, tetapi tidak ada orang asingnya," kata Jafar
Umar Thalib, ketua organisasi yang bulan lalu mengirimkan sekitar 1.000
personel pasukan ke tempat-tempat rawan di Indonesia. (AFP/Reuters/rie/sha)

Kirim email ke