Penyebar kebencian..? Saya kan hanya menulis apa yang menurut saya benar. Kalau ada yg tidak setuju, ya silakan menulis, terus kita diskusikan bersama. Saya kira, itu-kan yang namanya dialog ? Kalau ada yang menganggap tulisan2x saya itu tidak tepat, ya silakan dibetulkan. Namanya juga manusia. Kita saling belajar. Bukan cuman sekedar menuduh secara singkat seperti dibawah. Tidak memberi input apa2x.
Kalau ada yang kehabisan bukti berita dalam diskusi, ya jangan terus 'memusuhi' saya dalam dunia internet. Ini kan kekanak-kanakan. Sudah di Amerika kok belum belajar berdiskusi secara intelektual. Sekali-kali berpendapat sendiri, terus didiskusikan. Asal berkata sopan dan masuk akal, saya kira moderator juga tidak keberatan. Penyebar kebencian..? Rasanya kok tidak ya. Saya hanya menulis menurut pendapat saya. Kalau tidak benar, ya silakan membenarkan. Atau di-delete-lah. Awal tahun baru. Tidak baik untuk berselisih paham. Percayalah, saya sama sekali tidak bermaksud mengadu domba, atau menyebarkan permusuhan. Mungkin saya terlalu berterus terang. Kalau ada yang tersinggung dengan tulisan saya selama ini, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. salam, tj
From: Abubakar <[EMAIL PROTECTED]> Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]> To: [EMAIL PROTECTED] Subject: Re: fundamentalis vs dialogis Date: Tue, 31 Dec 2002 22:39:04 -0800 Mas Michael, Anda juga sok tau sejarah, pelajari dulu sejarah Agama lain dari sumber yang benar begitu pula ajarannya, baru anda boleh mengkritisinya. Dari email-email anda, anda hanya menyebar kebencian. Lebih baik kita buka forum dialog khusus, kalau anda mau mencari kebenaran. Salam, Abubakar
_________________________________________________________________ Add photos to your e-mail with MSN 8. Get 2 months FREE*. http://join.msn.com/?page=features/featuredemail
