----- Forwarded Message ----
From: w.w.purwinto <[email protected]>
To: "i...@su & Indo in CNY" <[email protected]>
Cc: [email protected]; SU Alum <[email protected]>; Indo ARES
<[email protected]>
Sent: Tue, October 26, 2010 10:14:17 PM
Subject: Re: [i-ares] Merapi meletus!!
Wah kasihan si mbah ya. Semoga cepat selesai bencana ini dan tidak memakan
banyak korban lagi. Suwun mas Sam dari Yogya.
Wyn W. Purwinto
[email protected]
Dewitt, New York, U.S.A.
________________________________
From: "Samidjo, Jkt, Ina" <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Tue, October 26, 2010 8:01:41 PM
Subject: Re: [i-ares] Merapi meletus!!
Tadi malam sudah ditemukan 4 mayat di reruntuhan bekas rumah Mbah Marijan.
Barusan ada berita di TV One bahwa ditemukan sesosok mayat yang sedang sujud
mengenakan batik di ruang Mbah Marijan dan diduga beliau.
Powered by Telkomsel BlackBerry®
________________________________
From: "Samidjo, Jkt, Ina" <[email protected]>
Sender: "i...@su & Indo in CNY" <[email protected]>
Date: Tue, 26 Oct 2010 23:40:47 +0000
To: <[email protected]>
ReplyTo: "i...@su & Indo in CNY" <[email protected]>
Subject: Re: [i-ares] Merapi meletus!!
Ya Mas Win, maksud saya Mbah Marijan. Saya berada di kira-kira 20 km dari
Merapi, tepatnya di Hotel Hyatt yang juga sejajar arah utara Kraton. Ketika
meletus jam 18.30 kebetulan saya menuju Kraton untuk dinner, mestinya bersama
Sultan, tetapi akhirnya diwakilkan pada assistennya karena beliau langsung
memimpin rapat tanggap darurat. Udara panas dan debu tidak mengarah ke Kraton
atau Jogya secara keseluruhan. Mungkin mengarah tenggara, barat dan utara.
Malam
hari tadi banyak warga Jogya yang keluar rumah melihat Merapi dari jauh. Di
sebelah utara Malioboro banyak masyarakat yang melihat Merapi dari jembatan,
sehingga membuat jalanan macet. Saya juga melihat sebuah mobil yang penuh
dengan
debu, yang nampahnya baru meluncur dari arah utara. Pagi ini cuaca sudah begitu
cerah. Ketika bangun tidur dan lihat keluar kamar, tak terlihat ada debu, alias
aman. Alhamdulillah.
Powered by Telkomsel BlackBerry®
________________________________
From: "Samidjo, Jkt, Ina" <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Tue, October 26, 2010 7:17:11 PM
Subject: Re: [i-ares] Merapi meletus!!
Dear all,
Saya kebetulan di Jogya. Alhamdulillah sehat dan aman. Sy dengar berita puluhan
korban terutama di rumah dan sekitar rumah mbah Marijan. Mbah Marijan sendiri
masih simpang siur keberadaannya. Ada yang bilang beliau selamat dan sekarang
di
rumah sakit panti rapih jogya.
Regards,
Sam
Powered by Telkomsel BlackBerry®
________________________________
From: "w.w.purwinto" <[email protected]>
Sender: "i...@su & Indo in CNY" <[email protected]>
Date: Tue, 26 Oct 2010 16:07:15 -0700
To: <[email protected]>
ReplyTo: "i...@su & Indo in CNY" <[email protected]>
Subject: Re: [i-ares] Merapi meletus!!
Terimakasih bro Dani YB2TJV atas laporan Merapi. Apakah teman2 di sekitar Gn.
Merapi sudah siaga emcomm/bankomdar?
PS. Mas Ibrahim CY9UBI/3, apakah TAGANA JaTim sdh diberangkatkan ke Mentawai?
Tolong di-split timnya untuk persiapan ke Merapi ya. Terimakasih.
Wyn W. Purwinto
[email protected]
Dewitt, New York, U.S.A.
________________________________
From:Halim Dani <[email protected]>
To:Indo ARES <[email protected]>
Sent:Tue, October 26, 2010 9:20:39 AM
Subject:[i-ares] Merapi meletus!!
Awan panas (wedhus gembel) Gunung Merapi memakan korban. Akibat panik saat
dievakuasi guna menghindari awan panas, beberapa warga malah mengalami
kecelakaan. Saat ini mereka telah dirujuk ke rumah sakit terdekat. Korban
lainnya menderita luka bakar.
"Korban jiwa mudah-mudahan belum ada. Sedangkan korban awan panas sudah dirujuk
ke rumah sakit terdekat. Ada sekitar 7 orang, mereka yang terjebak di wilayah
yang terkena awan panas, sebagian melepuh. Tapi ada juga yang akibat kecelakaan
karena terburu-buru, panik," terang Wakil Bupati Sleman, Yuni Satia Rahayu,
saat
dihubungi detikcom, Selasa (26/10/2010), pukul 19.45 WIB.
Para korban telah dirujuk ke Rumah Sakit Panti Nugroho yang berada di Dukuh
Kinahrejo dan Rumah Sakit Sardjito. Namun demikian, Yuni mengaku belum bisa
memastikan jumlah korban tersebut. Saat ini pihaknya masih dalam proses
menyisir
para korban di lokasi-lokasi rawan terkena awan panas, maupun di rumah sakit
terdekat.
"Kami belum bisa memastikan berapa orang, karena kami juga sedang dalam proses
menyisir para korban ke rumah sakit terdekat. Kadang ada warga yang langsung
masuk, tidak lapor ke posko. Kita saat ini sedang mengidentifikasi korban yang
kena awan panas," jelasnya.
Yuni menjelaskan, meskipun warga telah dievakuasi ke barak pengungsian yang
ada,
namun penyidikan dan penyisiran masih terus berlangsung.
"Kami sedang dalam proses penyidikan dan penyisiran. Tapi warga sudah
dievakuasi
ke barak pengungsian, di Kecamatan Pakem ada 3 barak, di Turi ada 3 barak,"
tandasnya.
Sementara petugas RS Panti Nugroho menyatakan, pihaknya saat ini merawat 13
korban. Mereka semua mengalami luka bakar. Namun tingkat keseriusan luka yang
dialami warga masih belum dapat diinformasikan.
Korban bervariasi, mulai dari ibu-ibu hingga warga lanjut usia. Orang-orang
tersebut merupakan warga Jrakah dan Kinahrejo. Di Kinahrejo jugalah juru kunci
gunung berapi itu, Mbah Maridjan, menetap. Tidak diketahui apakah Mbah Maridjan
ikut mengungsi setelah Merapi memuntahkan wedhus gembel sore tadi. Bintang
iklan
bergelar Raden Ngabehi Surakso Hargo itu menetap 5 km dari puncak Merapi.
__._,_.___
__,_._,___