----- Forwarded Message ----
From: Halim Dani <[email protected]>
To: Indo ARES <[email protected]>
Sent: Tue, October 26, 2010 9:20:39 AM
Subject: [i-ares] Merapi meletus!!
Awan panas (wedhus gembel) Gunung Merapi memakan korban. Akibat panik saat
dievakuasi guna menghindari awan panas, beberapa warga malah mengalami
kecelakaan. Saat ini mereka telah dirujuk ke rumah sakit terdekat. Korban
lainnya menderita luka bakar.
"Korban jiwa mudah-mudahan belum ada. Sedangkan korban awan panas sudah dirujuk
ke rumah sakit terdekat. Ada sekitar 7 orang, mereka yang terjebak di wilayah
yang terkena awan panas, sebagian melepuh. Tapi ada juga yang akibat kecelakaan
karena terburu-buru, panik," terang Wakil Bupati Sleman, Yuni Satia Rahayu,
saat
dihubungi detikcom, Selasa (26/10/2010), pukul 19.45 WIB.
Para korban telah dirujuk ke Rumah Sakit Panti Nugroho yang berada di Dukuh
Kinahrejo dan Rumah Sakit Sardjito. Namun demikian, Yuni mengaku belum bisa
memastikan jumlah korban tersebut. Saat ini pihaknya masih dalam proses
menyisir
para korban di lokasi-lokasi rawan terkena awan panas, maupun di rumah sakit
terdekat.
"Kami belum bisa memastikan berapa orang, karena kami juga sedang dalam proses
menyisir para korban ke rumah sakit terdekat. Kadang ada warga yang langsung
masuk, tidak lapor ke posko. Kita saat ini sedang mengidentifikasi korban yang
kena awan panas," jelasnya.
Yuni menjelaskan, meskipun warga telah dievakuasi ke barak pengungsian yang
ada,
namun penyidikan dan penyisiran masih terus berlangsung.
"Kami sedang dalam proses penyidikan dan penyisiran. Tapi warga sudah
dievakuasi
ke barak pengungsian, di Kecamatan Pakem ada 3 barak, di Turi ada 3 barak,"
tandasnya.
Sementara petugas RS Panti Nugroho menyatakan, pihaknya saat ini merawat 13
korban. Mereka semua mengalami luka bakar. Namun tingkat keseriusan luka yang
dialami warga masih belum dapat diinformasikan.
Korban bervariasi, mulai dari ibu-ibu hingga warga lanjut usia. Orang-orang
tersebut merupakan warga Jrakah dan Kinahrejo. Di Kinahrejo jugalah juru kunci
gunung berapi itu, Mbah Maridjan, menetap. Tidak diketahui apakah Mbah Maridjan
ikut mengungsi setelah Merapi memuntahkan wedhus gembel sore tadi. Bintang
iklan
bergelar Raden Ngabehi Surakso Hargo itu menetap 5 km dari puncak Merapi.
__,_._,___