Ass Wb Wb

Berkenaan dengan penyelenggaraan Buka Puasa Bersama kemarin, perkenankanlah 
kami menyampaikan sedikit ungkapan hati kami dan mengawalinya dengan mengutip 
salah satu ayat Al Quran dan Hadits berikut : 

"Aku adalah sebaik-baiknya penerima tamu" (QS 12 :59)

"Hormatilah tamu-tamu kalian" (Hadits)

Dari 2 kutipan tersebut, adalah kewajiban kita semua untuk menerima tamu dan 
memperlakukannya dengan sebaik-baiknya (terutama kepada tamu yang kita undang). 

Mengambil hikmah dari acara Buka Puasa Bersama kemarin, kami melihat :

1. Kurangnya penghormatan kita sebagai tuan rumah kepada tamu-tamu yang 
diundang (Para Ketua Yayasan/Anak Yatim/Dhuafa) yang mana Rasulullah sendiri 
telah berpesan dan memberi amanat/tanggung jawab kepada kita untuk memelihara 
dan menyantuni Anak Yatim/Kaum Dhuafa. Kata 'menyantuni' disini tentunya tidak 
hanya terpaku pada hal-hal yang bersifat materi namun juga dalam bentuk 
non-materi seperti penghargaan/penghormatan/kasih sayang kepada mereka.  

2. Berbekal hal tersebut, apakah kita sebagai tuan rumah telah menunjukkan 
'kesantunan' itu kepada mereka? Apakah kita telah sedikit meluangkan waktu kita 
untuk membaur walaupun hanya untuk sekadar bertegur sapa dengan mereka?

3. Terlebih lagi, kami mendengar curahan hati (kekecewaan) yang terlontar dari 
kalimat-kalimat para tamu yang merasa kurang mendapat sambutan hangat dan 
'tegur sapa dari kita' sebagai tuan rumah.


Demikian, Mohon Maaf atas kelancangan kami yang mungkin tidak berkenan di akhir 
Romadhan ini.


Salam,
MB

Kirim email ke