ehh ada fery... dr mana aja fer gk pernah kliatan :)

--- fery indra setiawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> 
> Dari Sastra yha.....kuliahnya..?
> :)
> 
> 
> 
> 
> 
> On Tue, 27 Jun 2006 22:54:31 -0700 (PDT)
>   "F.A.Mahrawa" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > 
> > Apa yang Telah Kuberikan Padamu, Anakku?
> > 
> > 
> > Kubisikkan kalimat adzan ke telingamu saat kau 
> >dilahirkan, agar kelak kau terjaga dari suara-suara
> > dzalim
> > Kusematkan nama terindah, agar kelak kepribadianmu
> 
> >berpendar cahaya keelokan
> > Kulantunkan syair-syair keilahian, agar kelak kau
> mahir 
> >memilah kebajikan
> > Kuajak berteriak ci-luk-ba, agar kelak kau tak
> kaget 
> >menyaksikan keganjilan ulah manusia
> > Kujaga kau sepenuh jiwa, karena kau adalah amanat
> dari 
> >yang memiliki jiwa kita
> > 
> > Namun anakku, tatkala kesibukan menderu dari depan
> 
> >beranda, kasih sayang memburai dari jendela
> > belakang rumah kita
> > Hari demi hari aku sibuk memburu bayang-bayang 
> >kemuliaan, di antara riuh rendahnya persaingan dan
> > pertikaian
> > Kebersamaan kita terpenggal oleh karier dan ambisi
> > Kukayuh satu kewajiban, dengan melepas kewajiban
> lainnya
> > Segala awal manis kehadiranmu kini meredup tinggal
> 
> >cerita
> > Betapa lama kubiarkan kau sendirian
> > Kusisakan ruang kecil dalam batin untukmu,
> lantaran 
> >begitu banyak hal lain yang kuanggap besar
> > Kujawab sekenanya celoteh pertanyaanmu yang sarat 
> >keingintahuan
> > Padahal kutahu benar bahwa jawabanku sangat
> berarti dan 
> >akan tersemat dalam kalbumu
> > 
> > Mengapa harus menyorongmu ke baby sitter bila kau
> rewel, 
> >dan membelaimu hanya ketika kau tampil
> > manis?
> > Menghardikmu dengan kasar jika kau lambat
> mengenakan 
> >kaus kakimu?
> > Menjejalimu dengan nasehat, yang hanya pantas
> untuk 
> >orang dewasa, yang bahkan aku sendiri tak
> > pernah menjalankannya?
> > Terbayang kembali wajahmu yang pucat menyaksikanku
> 
> >mengaum, lantaran robot dan boneka mainanmu
> > mengotori meja kerjaku
> > Dengan langkah tertatih kau seret kaki mungilmu,
> tanpa 
> >daya kau sembunyikan rasa takutmu di balik
> > pintu
> > Kau tak pernah protes, sekalipun tak pernah...
> > Mengapa tak kuraih tubuhmu rebah dalam pelukanku, 
> >anakku...dan kujelaskan takzim apa-apa yang
> > ingin kau rekam dalam benakmu?
> > Bukankah dalam keluhmu, aku harus sedekat urat
> nadimu...
> > Kucoba menghitung detik demi detik, kapan gerangan
> aku 
> >sungguh-sungguh bersamamu
> > 
> > 
> > 
> > Ya Rabbi...ternyata aku kikir memberimu cinta,
> sementara 
> >tuntutanku seluas samudera
> > Kujebloskan kau ke sekolah mahal, agar gurunya
> mengambil 
> >peranku menyulapmu menjadi insan dambaan
> > orang tua, nusa, dan bangsa
> > Kucoba bersembunyi di balik  alasan sibuk mencari 
> >nafkah-sesuatu yang aku agung-agungkan selama
> > ini
> > Namun, aku tak sanggup menatap cermin muka
> beningmu, 
> >anakku, karena di sana terpantul kerut-kerut
> > hitamku
> > 
> > Aku terkejut ketika mendapatimu sudah begitu besar
> > Kau telah bisa berdebat dan menyodorkan pendapat
> yang 
> >masuk  akal
> > Tak ada lagi ’Winnie The Pooh’, ’Simba’ atau
> ’Kancil 
> >Nyolong Timun’
> > Bibirmu begitu fasih mengikuti Peterpan dan
> lagu-lagu 
> >Rap
> > Tawamu kini lepas terurai mendengar humor orang
> dewasa
> > Aku terhenyak merasakan kisaran waktu yang memburu
> > Menggebu hasrat ingin memelukmu, namun kau
> terlanjur 
> >besar untuk kupeluk
> > 
> > Kuniatkan untuk kembali pulang kepadamu,
> anakku…dengan 
> >segenap rasa bersalah
> > Akan kucoba memilin kembali pertalian kita yang
> telah 
> >terburai
> > Akan kubangun kembali peranku sebagai orang tua, 
> >betapapun karier mengharuskanku bergelimang dalam
> > jelaga
> > Telah kusiapkan sejuta kasih, tentang lebah dan 
> >rama-rama…tentang kebajikan, padang-padang hijau
> > dan sungai-sungai susu yang mengalir di bawahnya
> > Buah hatiku…semoga engkau masih mau mendengarnya.
> > 
> > Dari Jalan Tikus Menuju Kekuasaan, Joko Santoso HP
> > 
> > 
> > "Pergerakan Indonesia, Maju dan Berjayalah!"
> > 
> > __________________________________________________
> > Do You Yahoo!?
> > Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam
> protection 
> >around 
> > http://mail.yahoo.com 
> > 
> > > 
> 
>
========================================================================================
> TELKOM Group Peduli Jogja, ketik PEDULI, kirim SMS
> ke 5000
> 
> Dengan mengirim SMS berisi PEDULI ke nomor 5000,
> Anda telah menyumbang sebanyak Rp. 5.000,- per SMS
> bagi korban bencana gempa bumi di Yogyakarta dan
> Jawa Tengah.
> Dana 100% akan disumbangkan TELKOM dan TELKOMSEL
> atas nama pelanggan ke Palang Merah Indonesia
> setiap minggu selama 1 bulan, mulai 30 Mei s/d 30
> Juni 2006. 
> Pengumpulan dan distribusi dana akan diaudit oleh
> auditor independen dan disaksikan oleh notaris. 
> Bantuan via SMS ini dapat diikuti oleh pelanggan
> Flexi, kartuHalo, simPATI, dan Kartu As. 
> 
> Khusus untuk pelanggan Flexi, Anda juga dapat
> menyumbang dengan nilai sumbangan lebih besar 
> dengan mengetik 10000 atau 25000 atau 50000 kirim ke
> 5000. 
> 
> 
> Informasi lebih lanjut, klik www.telkomflexi.com.
>
========================================================================================
> 
> 
>
> 
> 


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Lihat Arsip Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Kirim email : [email protected]
Website : ---dream works project---
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke