|
Riansah Abbas Osman Ramli Satrio & Rekan Deloitte.____________________________________________________________________ CONFIDENTIALITY: The information contained in
or attached to this electronic transmission is confidential and may be legally
privileged. It is intended only for the person or entity to which it is
addressed. If you are not the intended recipient, you are hereby notified that
any distribution, copying, review, retransmission, dissemination or other use
of this electronic transmission or the information contained in it is strictly
prohibited. If you have received this electronic transmission in error, please
immediately contact the sender to arrange for the return of the original
documents. From: Rahmad Dianoor
[mailto:[EMAIL PROTECTED] wacana menarik ...... ;)
:) Bayangkan, ketika orang-orang ramai
menyatukan pendapat, ia mau menang sendiri. Tatkala orang belajar melihat dari
segi positif, ia malah mencaci dan menghina orang lain. Semakin sering kita
bertemu orang-orang seperti ini, sebenarnya kita sedang semakin diingatkan
untuk tidak berperilaku sejelek dan sebrengsek itu. Saya berterimakasih sekali
ke puteri Ibu kost saya yang amat kasar dan suka menghina dulu. Sebab, dari Sebagaimana sering saya ceritakan, badan dan
jiwa ini seperti karet. Pertama ditarik melawan, namun begitu sering ditarik
maka ia akan longgar juga. Dengan demikian, semakin sering kita dibuat panas
kepala, mengurut-urut dada, atau menarik nafas panjang oleh manusia super
sulit, itu berarti kita sedang menarik karet ini (baca : tubuh dan jiwa ini)
menjadi lebih longgar (sabar). Saya pernah mengajar sekumpulan anak-anak muda
yang tidak saja amat pintar, namun juga amat rajin mengkritik. Setiap di depan
kelas saya diuji, dimaki bahkan kadang dihujat. Awalnya memang membuat tubuh
ini susah tidur. Tetapi lama kelamaan, tubuh ini jadi kebal. Seorang anggota
keluarga yang mengenal latar belakang masa kecil saya, pernah heran dengan cara
saya menangani hujatan-hujatan orang lain. Dan gurunya ya itu tadi,
manusia-manusia pintar tukang hujat di atas. Semakin sering dan semakin banyak kita
memimpin dan dipimpin manusia sulit, ia akan menjadi Universitas Kesulitan yang
mengagumkan daya kontribusinya. Saya tidak mengecilkan peran sekolah bisnis,
tetapi pengalaman memimpin dan dipimpin oleh manusia sulit, sudah terbukti
membuat banyak sekali orang menjadi pemimpin jempolan. Rekan saya menjadi jauh
lebih asertif setelah dipimpin lama oleh purnawirawan jendral yang amat keras
dan diktator. Lihat saja, berhadapan dengan tukang hina
tentu saja kita memaksa diri untuk tidak menghina balik. Bertemu dengan orang
yang berhobi menjelekkan orang lain tentu membuat kita berefleksi, betapa tidak
enaknya dihina orang lain. Di masa kecil, saya termasuk orang yang
dibesarkan oleh penghina-penghina saya. Sebab, hinaan mereka membuat saya lari
kencang dalam belajar dan berusaha. Dan kemudian, kalau ada kesempatan saya
bantu orang-orang yang menghina tadi. Dan betapa besar dan hebatnya diri ini
rasanya, kalau berhasil membantu orang yang tadinya menghina kita. Pasalnya, kalau kita berhasil membalas
hinaan dengan senyuman, batu dengan bunga, bau busuk dengan bau harum, bukankah
kemungkinan masuk surga menjadi lebih tinggi ? __._,_.___
YAHOO!
GROUPS LINKS
__,_._,___
This message (including any attachments) contains confidential information intended for a specific individual and purpose, and is protected by law. If you are not the intended recipient, you should delete this message and are hereby notified that any disclosure, copying, or distribution of this message, or the taking of any action based on it, is strictly prohibited.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Lihat Arsip Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected] Kirim email : [email protected] Website : ---dream works project--- -~----------~----~----~----~------~----~------~--~--- |
[pirus] FW: [4ever4] FW: wacana menarik ... dari orang menarik ...
Abbas, Riansah \(ID - Jakarta\) Wed, 05 Jul 2006 22:34:34 -0700

