Sory kalo jadi berpanjang2 maaf
tp ini ada artikel kok bagus juga untuk dibaca
ya maaf, kalo artikel maaf ini bikin teringat2 maaf lagi
sekedar bagi2 artikel ajah kok...
 
Meminta Maaf
by: ikhwan sopa

Apa kabar Anda hari ini?
Anda pasti sehat dan bersemangat sebab Anda sedang membaca email ini.
Jika Anda sedang sakit, obatilah dengan renungan ini.
Jika Anda sedang suntuk, renungkan saja obat ini.
Dan jika Anda sedang merenung, obat ini tak akan membuat Anda suntuk.

Tidakkah kini, Kita bisa mulai belajar
bahwa segalanya adalah tentang apa yang ada di dalam kepala, yang tunduk pada hati?

Mari Kita coba lagi mengingat-ingat siapa diri Kita sesungguhnya.
Agar Kita tak larut termakan oleh hidup yang sibuk,
atau kadang bahkan pedih dan perih.

Lagi, dari Chuck Gallozzi.

Apakah Anda, disetir oleh cahaya bintang di langit,
atau oleh cahaya lampu dari setiap kapal yang melintasi cakrawala?

Sebaik apa Anda sebagai penumpang di luasnya laut kehidupan?
Apakah Anda nakhoda dari nasib Anda sendiri, ataukah kapal Anda mengembara
tak tentu ke mana arahnya?
Pernahkah Anda dengan berhati-hati memetakan perjalanan Anda,
atau Anda hanya mengikuti saja ke mana perginya setiap perahu yang Anda temui? Di tengah badai kehidupan, apa yang Anda lakukan saat perahu Anda tergesek atau bertabrakan dengan perahu orang lain?

Kata maaf, adalah pelangi indah, seusai badai yang menakutkan.

Tak seorangpun senang terjebak di dalam badai.
Akan tetapi, itu bisa sangat berharga jika diakhiri dengan munculnya pelangi.

Hidup ini sendiri penuh dengan badai dan pelangi.
Dan tentu saja, ada banyak badai yang Kita sendiri menjadi pembuatnya.
Dan jika Kita mau menengok sedikit ke belakang,
lihatlah betapa panjang jejak kehancuran yang telah Kita buat.

Setiap semburan yang keluar dari mulut, kritik yang pedas dan menghunjam, berbagai tindakan egoistik yang Kita lakukan, amukan dan cemburu buta,
adalah badai yang telah Kita ciptakan dan meninggalkan korban-korban yang berjatuhan.
Di tengah kehancuran, para korban itu hening terdiam,
berdiri menanti munculnya pelangi.

Pelangi yang mereka nanti, adalah kata maaf dari mulut Kita.
Jika Kita telah menciptakan badai,
tidakkah memunculkan pelangi adalah sekecil-kecilnya hal yang bisa kita lakukan?

Mengapa Meminta MAAF ?

Kata maaf  Kita, haruslah secepat terbangnya walet yang menyapa dengan
ramah.
Mintalah maaf secepat mungkin, mintalah maaf dengan lengkap,
dan datangkan dari tempat yang tepat.

Ada banyak alasan untuk meminta maaf. Di antaranya adalah yang
berikut ini :

1. Ulat yang buruk berubah menjadi kupu-kupu yang indah.
Tindakan buruk Kita sangat mungkin menghasilkan buah yang baik.
Kejahatan yang terlanjur Kita lakukan, adalah kesempatan untuk perbaikan. Meminta maaf, bisa bermuara pada rekonsiliasi;

2. Korban Kita sedang masuk angin.
Permintaan maaf Kita bisa menjadi balsem paten, yang dioles untuk mengakhiri ngilunya.
Jika Kita telah bersalah, ubahlah diri dari perusak menjadi penyembuh.
Orang yang sakit tidak menginginkan kompensasi, ia hanya ingin sembuh karena
telah terluka;

3. Bukankah hidup ini diciptakan untuk tumbuh, terungkap, dan
terperbaiki ?
Dengan kata lain, tidakkah semestinya Kita lebih baik di hari ini dari pada kemarin?
Dan bagaimana mungkin itu bisa terjadi, tanpa kata maaf untuk segala yang telah salah?

4. Hidup Kita adalah kain bersulam yang Kita jahit sendiri.
Indah atau tidaknya tergantung pada diri Kita.
Meminta maaf adalah pilihan bertanggungjawab,
untuk mengembalikan jejak-jejak ke batang jalan;

5. Jika Anda berupaya, sekalipun hasilnya mungkin benar atau mungkin
salah, Anda akan menuai ceria
.
Jika Anda mengabaikan upaya, yang akan Anda panen hanyalah sesal yang tak ada gunanya.
Mintalah maaf, alami keceriaan dan bukan sesal kemudian.

6. Sejalan dengan tumbuhnya pohon, ia akan bercabang, beranting dan
berdaun.
Jika daunnya lebat ia akan menangkap lebih banyak energi dari sang mentari.
Dan akhirnya, ia akan menjadi pokok yang besar dan kuat.
Cabang, ranting dan daun kita adalah silaturahim.
Kita membutuhkannya untuk selamat dan tumbuh kuat.
Saat kita perlakukan orang lain dengan jahat, Kita telah merobek tali-tali silaturahim itu.
Telah Kita gunduli pohon sebelum waktunya.
Dan Kita, akan lemah karenanya.
Kita perlu meminta maaf untuk menambalnya.

7. Meminta maaf adalah kesempatan untuk merendahkan hati, menjadi
berani, bersikap jujur dan berlaku adil
.

Bagaimana Meminta MAAF ?

Sebelum meminta maaf, pahamilah rasa luka korban Anda.
Mereka merasakan SAKIT, karena menemukan betapa tak kebalnya mereka. Mereka MARAH, karena merasa dirampok rasa amannya dalam berteman. Mereka merasa TAK DIPERCAYA, karena mereka dikhianati.

Ketahuilah rasa yang ada pada mereka.
Bertindaklah untuk mengobatinya.
Mulailah dengan mengekspresikan RASA SESAL yang mendalam.
Mintalah maaf untuk segala rasa sakit, marah dan kehilangan
kepercayaan yang Anda ciptakan.
Ungkapkan juga KATA PENYESALAN dengan menawarkan perbaikan. Tanyakan pada mereka apa yang harus Anda lakukan.
Tunjukkan KETULUSAN dengan mengubah perilaku.
Kesembuhan itu mungkin lama datangnya.
Pahami ini, dan terimalah.

Maukah Anda DIMAAFKAN untuk sesuatu yang Anda menyesalinya?
Jalan ke arah sana adalah dengan MEMINTA MAAF.
Jadi, apa lagi yang Anda tunggu?

Maafkan kami, jika tips-tips ini mulai menggurui, karena yang benar
adalah; Kita belajar bersama.


zul haidir <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Alhamdulillah...berarti....diantara kita umat muslim masih ada rasa Tawakkal....
Tapi satu hal yang perlu diperhatikan......Pirus masih punya 2 pertandingan yang seharusnya bangkit dipertandingan tersebut....melihat dari parakata dibawah, saya malah merasa tidak punya semangat untuk bertanding...karena semua orang merasa bersalah dan tidak mau melihat kalo kita masih ada moment : Volly dan Tennis Meja yang seharusnya kita dukung Team kita secara penuh dipertadningan tersebut......seakan-akan  semua orang nggak punya semangat lagi....padahal pren...itu adalah pertandingan...pasti ada menang ato kalah.....jangan di ambil hati...terus terang saya jadi pemain terakhir di malam tersebut....malah bersemangat melawan mereka....karena gua merasa....gua harus punya semangat bertanding dan jangan memberikan hasil yang terbaik buat mereka...setidaknya mereka akan punya perhatian lebih di tahun depan ketika akan menghadapi PIIIII....RRRR....UUUUU...SSSSS...gitcu Loh  (kata pak chaniago).....
jadi menurut saya.....yang paling penting dilakukan adalah......keep in Spirit......jangan terlalu merasa bersalah boses.....karena perasaan tersebut akan membuat Team yang lain menjadi lengah......OK......Keep Support us with your touching spirit.........

Agus Santoso <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Insya Allah…. Taun depan kita diberi umur panjang n kesehatan u/ bisa tampil lebih baik lagi di POR Permata….. amin
 
-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Budianto Eko
Sent: Monday, July 17, 2006 1:35 PM
To: Gatot Koco; RAKA; Agus Santoso; [email protected]; Andi Chaniago; andi hero; Arif Pirus; Fery Pirus; Jalu Winarno; musthopa kamal; akhsan syata pirus mayasi; Rahmat Pirus; sang auditor Riansah Abbas; Rudy Wijanarko Pirus; Sihab Pirus; sisworo; TM Isnaini Pirus; Toni Pirus; Yosi Pirus; zulhaidir pirus
Subject: [pirus] Re: Mohon maaf....
 
Waduh bos, menurut saya itu pengalaman rohani yg baik sekali bos...
sewaktu sampean pulang, saya sempet kepikiran khawatir
krn perjalanan masih jauh, saya takut sampean dijalan "ngelamun" ato "ngelangut"
alhamdulillah "diselamatkan" dg kejadian itu...
 
ya sudah bos, memang sdh jalannya
mungkin belum waktunya ajah...
saya sendiri bisa merasakan,
krn saya mungkin dianggap "diposisi" sentral yah
mo ga mau saya "disorot"
jadi berasa kehati juga lah
terima kasih buat temen2 yg tetep mengingatkan kita2 utk tetep semangat
dan dibuat "happy" ajah, yg penting tetep tawadhu tawakal... spt Ustad TM bilang
 
ga panjang lebar..
saya pribadi juga memohon maaf sedalam2nya
krn performance yg kurang baik kmaren...

Gatot Koco <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dear all,
 
Menyambung surat dari Om Kukuh dibawah, sejujurnya saya beranikan diri meminta maaf kepada rekan - rekan comunitas Pirus atas ketidak mampuan saya untuk memberikan sumbangsih terhadap kemenangan team Badminton Pirus.
Saya akui performance saya malam itu sangat - sangat buruk, hal yang sepatutnya ga' saya lakuin. Saya merasa bersalah udah membuat rekan - rekan kecewa, tapi kalau saya boleh bilang saya pun merasa teramat sangat kecewa. Waktu pulang, diatas motorpun terus saya pikirkan hal itu sampai pada akhirnya saya merutuki diri sendiri dan merasa bahwa hari itu adalah hari sial saya n menyesali keadaan tersebut, kenapa ya Tuhan ga mo menolong saya ( kebetulan dalam hari itu saya mengalami hal - hal yang membuat mood saya jadi terganggu ) yang didalam agama seharusnya ga' boleh kita lakukan ( benar ga Ustadz TM ?)
 
Tapi ada satu kejadian kecil yang membuat saya jadi sedikit "tercentil", yaitu pada saat sampai didepan Univ. Negeri Jakarta, tiba - tiba rantai motor saya terputus mendadak, dan untungnya dibelakang saya tidak ada kendaraan lain. Waktu itu saya bingung juga karena keadaan saat itu sepi sekali sedangkan jarak ke rumah masih jauh ( +/- 5 KM ). Tapi Alhamdullilah, ternyata ada seorang pemulung yang membawa sepeda yang mau berbaik hati mengerek motor saya dengan tambang memakai sepeda. Tapi karena saya ga tega juga melihat bapak tersebut kelihatan cape banget (saya juga s4 gantian genjot sepedanya, dan emang cape, karena harus membawa beban motor), akhirnya saya minta setop aja dengan alasan rumah saya udah dekat (padahal masih jauh). Trus pada saat saya mengeluarkan dompet tuk memberikan sedikit uang lelah, bapak tersebut menolak dan mengatakan bahwa itu memang sudah kewajiban sesama umat Islam untuk saling menolong, walapun pada akhirnya tetap saya paksakan untuk menerima uang tersebut. Subhanallah...
Akhirnya saya melanjutkan perjalanan pulang sambil menuntun motor saya ( lumayan juga fitness gratis ). Ga lama saya ketemu dengan gerombolan anak muda yang lagi nongkrong. Ada yang tanya saya kenapa motornya didorong, apa karena kehabisan bensin. Tapi karena kondisi saya cape banget campur dongkol, saya hanya menjawab sekenanya aja sambil tetep nuntun sepeda motor saya. Ga lama kemudian, ada satu orang yang pake motor juga menyusul motor yang kebetulan karna jalan turunan saya naikin, dan tiba-tiba aja anak muda ( kaya gw udah tua aja ya) tersebut sudah mendorong motor saya pakai kakinya yang ditaruh diknalpot motor saya. Motor saya terus didorong sampai akhirnya saya sampe didepan rumah. Tapi lagi - lagi, pada saat saya akan mengeluarkan dompet, anak muda tersebut menolak dan mengatakan cuma mau menolong aja dan langsung pergi. Subhanallah, saya cuma jadi malu sendiri karna dari tadi sepanjang perjalanan saya cuma ngedumel aja menyesali nasib. Padahal sebenarnya pertolongan Tuhan itu deket banget. Coba kalo saya ga ada yg mo nolongin, trus terpaksa sepanjang 5 KM saya harus menuntun motor......
 
Maka dari itu, pada akhirnya saya berpikir bahwa kekalahan saya atas pemain safir emang udah terjadi. Saya harus bisa menerimanya. Dan yang terpenting berusaha agar kedepannya bisa menjadi motivasi kita buat bertambah maju...
 
Untuk itu saya juga sependapat dengan Kukuh semoga perjuangan saat ini bukan akhir dari semangat untuk terus berjuang meraih apa yang kita inginkan. Amien...
 
Notes : Ryan juga nitip salam meminta maaf karena tidak bisa memberikan yang terbaik, karna hari ini dia cuti dan tidak bisa membuka internet. Sory juga kalo isi "makalah" nya kepanjangan.....
 

RAKA <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
= Yth & yang slalu dimuliakan Allah SWT para warga
serta Player badminton Pirus....

= Dengan kerendahan hati yang diselimuti rasa malu
serta rasa penyesalan yang dalam karena kami selaku
anak warga belum dapat memberikan kontribusi dalam
bentuk fisik & material dalam perjuangan diarena
Badminton mengingat kemampuan yang kami miliki belum
maksimal.

= Perjuangan player badminton dan strategi pelatih
untuk memenangkan setiap permainan merupakan
sumbangsih maksimal yang telah diberikan, namun dewi
fortuna belum dipihak kita.

= Kami berdoa & berharap semoga perjuangan saat ini
bukan akhir dari semangat untuk terus berjuang untuk
meraih apa yang dicita - citakan..., amin.



__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
 

Want to be your own boss? Learn how on Yahoo! Small Business.
 
 

Want to be your own boss? Learn how on Yahoo! Small Business.
=================================
scanned by Indosat TM-IMSS System
 


Want to be your own boss? Learn how on Yahoo! Small Business.

Want to be your own boss? Learn how on Yahoo! Small Business.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Lihat Arsip Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Kirim email : [email protected]
Website : ---dream works project---
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke