Alhamdulillah……

 

 

-----Original Message-----
From: Gatot Koco [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Monday, July 17, 2006 1:09 PM
To: RAKA; Agus Santoso; [email protected]; Budianto Eko; Andi Chaniago; andi hero; Arif Pirus; Fery Pirus; Jalu Winarno; musthopa kamal; akhsan syata pirus mayasi; Rahmat Pirus; sang auditor Riansah Abbas; Rudy Wijanarko Pirus; Sihab Pirus; sisworo; TM Isnaini Pirus; Toni Pirus; Yosi Pirus; zulhaidir pirus
Subject: Mohon maaf....

 

Dear all,

 

Menyambung surat dari Om Kukuh dibawah, sejujurnya saya beranikan diri meminta maaf kepada rekan - rekan comunitas Pirus atas ketidak mampuan saya untuk memberikan sumbangsih terhadap kemenangan team Badminton Pirus.

Saya akui performance saya malam itu sangat - sangat buruk, hal yang sepatutnya ga' saya lakuin. Saya merasa bersalah udah membuat rekan - rekan kecewa, tapi kalau saya boleh bilang saya pun merasa teramat sangat kecewa. Waktu pulang, diatas motorpun terus saya pikirkan hal itu sampai pada akhirnya saya merutuki diri sendiri dan merasa bahwa hari itu adalah hari sial saya n menyesali keadaan tersebut, kenapa ya Tuhan ga mo menolong saya ( kebetulan dalam hari itu saya mengalami hal - hal yang membuat mood saya jadi terganggu ) yang didalam agama seharusnya ga' boleh kita lakukan ( benar ga Ustadz TM ?)

 

Tapi ada satu kejadian kecil yang membuat saya jadi sedikit "tercentil", yaitu pada saat sampai didepan Univ. Negeri Jakarta, tiba - tiba rantai motor saya terputus mendadak, dan untungnya dibelakang saya tidak ada kendaraan lain. Waktu itu saya bingung juga karena keadaan saat itu sepi sekali sedangkan jarak ke rumah masih jauh ( +/- 5 KM ). Tapi Alhamdullilah, ternyata ada seorang pemulung yang membawa sepeda yang mau berbaik hati mengerek motor saya dengan tambang memakai sepeda. Tapi karena saya ga tega juga melihat bapak tersebut kelihatan cape banget (saya juga s4 gantian genjot sepedanya, dan emang cape, karena harus membawa beban motor), akhirnya saya minta setop aja dengan alasan rumah saya udah dekat (padahal masih jauh). Trus pada saat saya mengeluarkan dompet tuk memberikan sedikit uang lelah, bapak tersebut menolak dan mengatakan bahwa itu memang sudah kewajiban sesama umat Islam untuk saling menolong, walapun pada akhirnya tetap saya paksakan untuk menerima uang tersebut. Subhanallah...

Akhirnya saya melanjutkan perjalanan pulang sambil menuntun motor saya ( lumayan juga fitness gratis ). Ga lama saya ketemu dengan gerombolan anak muda yang lagi nongkrong. Ada yang tanya saya kenapa motornya didorong, apa karena kehabisan bensin. Tapi karena kondisi saya cape banget campur dongkol, saya hanya menjawab sekenanya aja sambil tetep nuntun sepeda motor saya. Ga lama kemudian, ada satu orang yang pake motor juga menyusul motor yang kebetulan karna jalan turunan saya naikin, dan tiba-tiba aja anak muda ( kaya gw udah tua aja ya) tersebut sudah mendorong motor saya pakai kakinya yang ditaruh diknalpot motor saya. Motor saya terus didorong sampai akhirnya saya sampe didepan rumah. Tapi lagi - lagi, pada saat saya akan mengeluarkan dompet, anak muda tersebut menolak dan mengatakan cuma mau menolong aja dan langsung pergi. Subhanallah, saya cuma jadi malu sendiri karna dari tadi sepanjang perjalanan saya cuma ngedumel aja menyesali nasib. Padahal sebenarnya pertolongan Tuhan itu deket banget. Coba kalo saya ga ada yg mo nolongin, trus terpaksa sepanjang 5 KM saya harus menuntun motor......

 

Maka dari itu, pada akhirnya saya berpikir bahwa kekalahan saya atas pemain safir emang udah terjadi. Saya harus bisa menerimanya. Dan yang terpenting berusaha agar kedepannya bisa menjadi motivasi kita buat bertambah maju...

 

Untuk itu saya juga sependapat dengan Kukuh semoga perjuangan saat ini bukan akhir dari semangat untuk terus berjuang meraih apa yang kita inginkan. Amien...

 

Notes : Ryan juga nitip salam meminta maaf karena tidak bisa memberikan yang terbaik, karna hari ini dia cuti dan tidak bisa membuka internet. Sory juga kalo isi "makalah" nya kepanjangan.....

 


RAKA <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

= Yth & yang slalu dimuliakan Allah SWT para warga
serta Player badminton Pirus....

= Dengan kerendahan hati yang diselimuti rasa malu
serta rasa penyesalan yang dalam karena kami selaku
anak warga belum dapat memberikan kontribusi dalam
bentuk fisik & material dalam perjuangan diarena
Badminton mengingat kemampuan yang kami miliki belum
maksimal.

= Perjuangan player badminton dan strategi pelatih
untuk memenangkan setiap permainan merupakan
sumbangsih maksimal yang telah diberikan, namun dewi
fortuna belum dipihak kita.

= Kami berdoa & berharap semoga perjuangan saat ini
bukan akhir dari semangat untuk terus berjuang untuk
meraih apa yang dicita - citakan..., amin.



__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

 

 


Want to be your own boss? Learn how on Yahoo! Small Business.

=================================
scanned by Indosat TM-IMSS System

 


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Lihat Arsip Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Kirim email : [email protected]
Website : ---dream works project---
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
=================================
scanned by Indosat TM-IMSS System

Kirim email ke