Ya..ya nice argument... Btw kl rampoknya suka latihan dgn senapan angin sama 
gak ya....kl konsep bidikannya kan sama atau teori kedua kl rampoknya mantan 
anggota gimana tuh...he..he..krn kebanyakan rampok nembak dlm jarak dekat 
jarang sekali diatas 10 meter spt rampok2x nasabah bank...hayuu gimana om..
Sent from my BlackBerry® wireless device  

-----Original Message-----
From: "Andik Harjono" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Wed, 18 Oct 2006 13:50:41 
To:<[email protected]>
Subject: [pirus] Re: Mari kita dukung Kampanye BERSAMA BERLEBARAN  BERSAMA .

itu in case rampoknya sadis yu, udah dikasih harta eh korban-nya masih mau 
ditembak untuk ngilangin jejak, ya udah gak ada cara lain drpd mati konyol 
membiarkan diri di tembak ya mendingan kabur dengan harapan rampoknya baru beli 
pestol kemaren sore dan gak pernah latihan nembak :-D 
  
FAKTAnya : 
1. "exercise make perfect" , seorang penembak jitu terhebat di dunia (Snipper 
SWAT) memerlukan waktu paling cepat 6 bulan untuk menjadi mahir dengan latihan 
4 jam / hari ,  5 hari / minggu dan menghabiskan 1000 butir peluru / minggu. 
di Indonesia tempat latihan menembak hanya dimiliki oleh TNI/POLRI . Di luar 
itu bahkan anggota PERBAKIN sekalipun perlu ijin kalo mau berburu di hutan. 
Jadi gak mungkin kan perampok itu latihan menembak ?? <== latihannya ya dengan 
nembakin korban yang lari he..he...:-D 
  
2. Kalo ada baku tembak perampok vs polisi di Indonesia, tidak ada korban jiwa 
dari polisi, pasti yang mati rampoknya ! 
  
3. Kalo ada polisi mati tertembak itu bukan dalam baku tembak tetapi dalam 
keadaan tidak siaga di "dor" dulusan sama rampoknya 
  
 
-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of irsan bayu 
aji
Sent: 18 Oktober 2006 12:16
To: [email protected]
Subject: [pirus] Re: Mari kita dukung Kampanye BERSAMA BERLEBARAN BERSAMA .

 
 
6.      Jika pemangsa memiliki senjata dan kamu di bawah kekuasaannya,  
LARILAH!hanya 4 peluru yang akan mengenai kamu (a running target) dalam 100 
kali tembakan. Dan bahkan kebanyakan BUKAN pada bagian tubuh yang vital. Jadi 
BERLARILAH!
 
    wekzzz......hanya 4 peluru..dari 100 peluru...??? 
 
    Dan bahkan kebanyakan BUKAN pada bagian tubuh yang vital. Jadi BERLARILAH! 
<<< apa dasarnya kalo dari 4 peluru itu akan mengenai bagian yg bukan vital..?? 
nah kl tuh rampok jago nembak kaya JANGGO gmn....?
 
      
 
----- Original Message ----- 
From: Andik Harjono: <mailto:[EMAIL PROTECTED]>  
To: [email protected]: <mailto:[email protected]>  
Sent: Wednesday, October 18, 2006 11:54 AM 
Subject: [pirus] Re: Mari kita dukung Kampanye BERSAMA BERLEBARAN BERSAMA . 

 
 
Khusus untuk teman2 wanita yang sering setir mobil / bepergian sendiri.
 
 
 
1.      Tip dari Tae Kwon Do: Siku adalah poin terkuat dari tubuh kita. Jika 
kita cukup dekat dengan musuh, gunakan siku.
 
2.      Jika perampok meminta dompet atau tas tangan, JANGAN BERIKAN 
PADANYA.TETAPI LEMPARLAH KE ARAH LAIN. Kesempatannya adalah dia lebih tertarik 
pada dompet atau tas tangan daripada diri kamu dan dia akan pergi mengambilnya. 
LARILAH DENGAN  KENCANG KE ARAH YANG BERLAWANAN!
 
3.      Wanita memiliki kecenderungan masuk ke dalam mobil setelah shopping,  
makan, bekerja, dsbnya dan duduk didalamnya sambil mengecek checkbook,  making 
list, dsbnya. JANGAN LAKUKAN INI! Para pemangsa akan mengawasimu dan ini adalah 
kesempatan yg bagus bagi dia untuk masuk dari tempat duduk penumpang, 
meletakkan pistol di kepalamu dan memerintahkanmu kemana harus pergi. SEGERA 
SETELAH MASUK KE DALAM MOBIL, KUNCILAH PINTU DAN PERGI.
 
4.      Beberapa catatan tentang bagaimana menuju mobil di area tempat parkir:
 
·         Waspadalah: lihat keadaan di sekeliling kamu, lihat ke dalam mobilmu 
dan kursi belakang.
 
·         Jika kamu parkir disebelah van yang besar, masuklah ke dalam mobil 
dari pintu kursi penumpang. Kebanyakan pembunuh menyerang korban mereka dengan 
menarik mereka ke dalam van mereka ketika korbannya mencoba masuk ke dalam 
mobilnya.
 
·         Lihatlah mobil yang diparkir disebelah kanan kiri mobilmu. Jika 
seorang pria duduk sendirian di mobil yang dekat dengan mobilmu, kamu bisa 
berjalan kembali ke mall atau tempat kerja, dan meminta polisi atau satpam 
untuk menemani kamu kembali ke mobil. LEBIH BAIK SELAMAT  DARIPADA MENYESAL. 
(Dan lebih baik parno alias paranoid daripada mati)
 
5.      SELALU menggunakan elevator daripada tangga darurat. Sangat bahaya 
sendirian disana dan itu merupakan tempat kejahatan terbaik.
 
6.      Jika pemangsa memiliki senjata dan kamu di bawah kekuasaannya,  
LARILAH!hanya 4 peluru yang akan mengenai kamu (a running target) dalam 100 
kali tembakan. Dan bahkan kebanyakan BUKAN pada bagian tubuh yang vital. Jadi 
BERLARILAH!
 
7.      Sebagai wanita, kita selalu berusaha untuk bersimpati pada orang lain. 
STOP IT! Ini akan mengakibatkan kamu diperkosa atau terbunuh.Ted  Bundy, 
seorang pembunuh berantai, adalah pria yang tampan, berpendidikan tinggi, yang 
SELALU memanfaatkan simpati dari wanita yang tidak curiga sama sekali. Dia 
berjalan dengan sebuah tongkat atau dengan terpincang-pincang dan selalu 
meminta pertolongan untuk masuk ke dalam mobilnya, kemudian dia akan menarik 
korbannya.
 
 
 
 
 
Nb: Tips diatas digunakan jikalau terpaksa harus jalan sendirian..tetapi jika 
tidak lebih baik jangan jalan sendirian, tapi ingat dengan MUHRIM nya 
Lho...;-)... dan juga jgn lupa Berdoa sebelum pergi kemanapun..
 
 
-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Danang 
Sapputra
Sent: 18 Oktober 2006 9:33
To: [email protected]
Cc: [email protected]
Subject: [pirus] Re: Mari kita dukung Kampanye BERSAMA BERLEBARAN BERSAMA .

Senin, 16 Oktober 2006

NU-Muhammadiyah Mungkin Idul Fitri Secara Bersamaan 




SURABAYA -- Di kalender-kalender, telah tertulis bahwa Idul Fitri jatuh pada 
24-25 Oktober. Tapi ada kemungkinan dua organisasi massa terbesar di Tanah Air, 
Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, menetapkan tanggal Lebaran berbeda: 23 
Oktober.

Ketua Pengurus Wilayah NU (PWNU) Jawa Timur, Sholeh Hayat, mengatakan bila 
mengacu pada hasil hisab, Lebaran kemungkinan besar jatuh 23 Oktober. Dan hasil 
itu, kata dia, kemungkinan besar sama dengan NU bila pada tanggal 22 Oktober 
nanti Tim Rukyatul Hilal bisa melihat hilal (bulan muda). ''Kecuali ada mendung 
saat kami melakukan rukyatul hilal,'' katanya.

Bila kelak NU dan Muhammadiyah menetapkan Lebaran pada tanggal yang sama, 
Sholeh Hayat yang juga koordinator Tim Rukyatul Hilal PWNU Jawa Timur, itu, 
menilai masyarakat bisa tetap bingung. Pasalnya kalender sudah telanjur 
mencantumkan Lebaran 24-25 Oktober. Liburan pun sudah mengacu pada tanggal ini.

''Kalau hasil hisab yang kami lakukan dengan sistem ittifaq dzatil bainy 
mencantumkan ketinggian hilal dua derajat lebih selama 11 menit 14 detik pada 
22 Oktober pukul 12.09 WIB, rukyatul hilal kemungkinan besar akan sukses, 
apalagi saat ini masih musim kemarau,'' kata Sholeh Hayat.

Sementara itu, Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, 
Nadjib Hamid, mengatakan, ahli hisab Majelis Tarjih PWM Jatim telah menetapkan 
tanggal 1 Syawal 1427 H pada hari Senin (23/10). ''Sesuai dengan perhitungan 
ahli hisab pada 17 Juni lalu, ijtimak akhir bulan Ramadhan 1427 H terjadi pada 
Ahad (22/10) yang bertepatan dengan 29 Ramadhan 1427 pukul 12.14 WIB, sehingga 
Lebaran jatuh pada tanggal 23 Oktober,'' katanya.

Pada saat matahari terbenam pada senja hari itu, kata Nadjib, hilal (rembulan 
usia muda) sudah mewujud untuk wilayah barat Indonesia. Di wilayah bagian 
tengah dan timur Indonesia, dia memprediksi hilal belum akan mewujud. ''Kalau 
ternyata hari raya berbeda, kami mengingatkan agar semua pihak saling memahami 
dan menghargai pendapat dan keyakinan masing-masing. Ukhuwah harus dikedepankan 
sehingga perbedaan tidak mengganggu kekhusyukan ibadah, apalagi keragaman 
pendapat adalah lumrah,'' katanya. ant
( ) 



© 2006 Hak Cipta oleh Republika Online


At 08:50 18/10/2006 +0700, Andik Harjono wrote:
 Kesimpulannya mau LEBARAN SELASA ya :-D
 
 
-----Original Message-----
 
From: [email protected] [ 
          mailto:[email protected]: <mailto:[email protected]> ] On 
Behalf Of Abbas, Riansah (ID - Jakarta)
 
Sent: 18 Oktober 2006 8:42
 
To: [email protected]
 
Subject: [pirus] Mari kita dukung Kampanye BERSAMA BERLEBARAN BERSAMA .

 
Sorry kalo dah pernah terima.....dari milis sebelah...

 
Mari kita dukung Kampanye BERSAMA BERLEBARAN BERSAMA .


 
Sehabis shalat Tarawih kemarin malam saya dihentikan oleh Fadli di serambi 
masjid. Saya diajak duduk
 
bersila bersama Uun dan Kang Ngalwi. Rupanya mereka sudah mulai terlibat dalam 
suatu pembicaraan dan
 
saya diminta bergabung.


 
''Kang Ngalwi punya pertanyaan dan kita diminta menjawabnya,'' kata Fadli 
setelah saya duduk.
 
''Katanya, kita ini hidup sekampung, seagama, sekitab suci, senabi; tapi nanti 
kita akan berlebaran
 
pada hari yang berbeda. Di kampung ini sebagian akan berlebaran hari Senin, 
sebagian lagi hari
 
Selasa. Kenapa? Apakah ini nalar? Apakah ini patut?''


 
Saya tersenyum dan merasa naif. Tapi nanti dulu. Sekilas pertanyaan itu memang 
terasa tidak bermutu,
 
bahkan bodoh. Apalagi bagi mereka yang merasa pakar di bidang agama. Oleh para 
alim, pertanyaan Kang
 
Ngalwi pasti akan digilas dengan jawaban: ''Sudahlah, pokoknya kita hormati 
keyakinan masing-masing.
 
Tahun ini, yang mau Lebaran hari Senin maupun Selasa, semua baik-baik saja 
karena keduanya berpegang
 
dengan keyakinan masing-masing, dan keduanya punya dalil segudang untuk 
membenarkan keputusan yang
 
mereka ambil.''


 
Itulah kearifan tertinggi yang selama ini bisa dicapai oleh umat Islam. Namun 
sebenarnya kearifan
 
tertinggi itu masih menyisakan perasaan tidak nyaman dalam kenyataan hidup 
sehari-hari, terutama di
 
lapisan bawah. Jadi pertanyaan Kang Ngalwi itu tidak mengada-ada, bahkan 
mungkin mewakili perasaan
 
umum masyarakat awam.


 
Jelasnya, masyarakat awam merasa tidak nyaman bila ada Lebaran yang berbeda 
hari.


 
Ya, bagaimana bisa nyaman (terasa konyol) ketika masjid di sebelah sudah 
bertakbir dan masjid kita
 
masih melakukan shalat Tarawih.


 
Bagaimana silaturahmi tidak menjadi janggal ketika kita sudah menyantap gulai 
kambing, berpakaian
 
bagus, bergembira ria karena hari Lebaran sudah tiba tetapi tetangga masih 
berpuasa.


 
Bagaimana hati tidak terasa buntu ketika salaman kita belum bisa diterima oleh 
teman yang Lebarannya
 
baru besok hari.


 
''Lho, sampeyan ini diminta bergabung dengan harapan mau menjawab pertanyaan 
Kang Ngalwi. Kok malah
 
merenung,'' Fadli mengingatkan saya.


 
''Wah, jawaban saya pasti sudah kalian ketahui karena kita sama-sama sering 
mendengar ceramah yang
 
menyinggung masalah perbedaan hari Lebaran,'' jawab saya.


 
''Baik. Kalau begitu saya ingin tanya. Kalau boleh memilih, sampeyan lebih suka 
Lebaran bareng atau
 
Lebaran sendiri-sendiri?'' kejar Fadli.


 
''Saya lebih suka Lebaran bareng.''
 
''Kenapa?''
 
''Rasanya, itu lebih patut, lebih enak. Bahkan andaikata Kanjeng Nabi masih ada 
di tengah kita, saya
 
yakin beliau tidak berkenan dengan Lebaran yang tidak kompak ini.''


 
''Ya, betul. Jadi kenapa para alim yang memimpin umat tidak bisa kompak dalam 
menentukan hari
 
Lebaran?''


 
Terus terang saya malas menjawab pertanyaan ini sebab khawatir akan 
ditertawakan oleh para alim.
 
Maka saya senang ketika Uun mengambil alih dan mencoba menjawab pertanyaan 
Fadli.


 
''Begini, Fad,'' kata Uun. ''Perbedaan keyakinan di antara para pemimpin memang 
punya dasar berupa
 
dalil-dalil. Yang jadi masalah, saya kira, adalah sikap memutlakkan keyakinan 
masing-masing.''


 
''Memutlakkan bagaimana?''
 
''Memutlakkan, ya tidak bisa ditawar meski sikap itu melanggar ruh Islam yang 
amat menjunjung tinggi
 
kebersamaan. Dan membuat umat di bawah menjadi tidak nyaman.''
 
''Tapi Kanjeng Nabi pernah bersabda, perbedaan di antara umat Islam adalah 
rahmat.''
 
''Ah, kamu sendiri tahu, penerapan sabda itu tidak boleh sembarangan. Dan saya 
sangat yakin Kanjeng
 
Nabi merasa sedih dengan perbedaan hari Lebaran ini.''
 
''Kalau begitu kamu punya gasasan apa?''


 
''Demi kemuliaan Kanjeng Nabi maka saya sampaikan gagasan ini. Tapi, Fad, kamu 
jangan kaget: Mari
 
kita putuskan jatuhnya hari Lebaran melalui keputusan politik. Ada beberapa 
opsi yang ingin saya
 
tawarkan, tapi saya kemukakan satu saja yang paling sederhana.''
 
''Lebaran dengan keputusan politik?'' tanya Fadli dengan mata melebar. Terus 
terang saya dan yang
 
lain juga terkejut.


 
''Nah, betul kan, kalian kaget? Sebab kalian lupa Umar bin Khatab RA pernah 
mengambil keputusan
 
politik untuk mengatur suatu ritus ibadah, dalam hal ini adalah shalat Tarawih. 
Bukankan shalat
 
Tarawih berjamaah dan dilakukan sebulan penuh merupakan pengaturan Umar bin 
Khatab? Apakah itu bukan
 
keputusan politik setelah Umar bin Khatab melihat umat Islam waktu itu 
melaksanakan shalat Tarawih
 
sendiri-sendiri sehingga di mata beliau kurang enak dipandang?''


 
Kecuali Uun yang tertawa-tawa, selainnya jadi memasang wajah serius karena 
merasa tersodok oleh
 
pemikiran anak yang tidak lulus STAIN itu. Dan, masih dengan tertawa-tawa, Uun 
melanjutkan
 
omongannya.


 
''Bagaimana kalau umat Islam Indonesia dalam menentukan hari Lebaran kompak 
saja makmum ke Makkah?
 
Maka kita akan melaksanakan shalat Id bareng pada hari yang sama dengan orang 
Makkah, hanya
 
pelaksanaannya kita lebih cepat empat jam. Jadi tak usah lagi ada orang yang 
mengaku paling jago
 
dalam ilmu hisab, atau paling jago dalam mengintip hilal. Dan yang penting kita 
jadi lebih patut
 
karena sebagai umat yang mengaku paling baik, bisa berlebaran bareng.''


 
Uun mengakhiri omongannya dengan tertawa. Kami tak bisa berkomentar. Dan Kang 
Ngalwi amat-sangat
 
setuju. Tapi entah para alim karena Uun, itu tadi, STAIN saja tidak tamat. 
(Harian republika. Tgl
 
9/10/2006 / http://www.mualaf.com: <http://www.mualaf.com/>  )

 
Riansah Abbas

 
Osman Ramli Satrio & Rekan
 
Member of Deloitte Touche Tohmatsu
 
Wisma Antara 4th Floor
 
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 17
 
Jakarta 10110, Indonesia
 
T: +62 21 231-2879; 231-2955; 231-2381 Ext 3247
 
F: +62 21 231-3325; 384-0387
 
E: [EMAIL PROTECTED] < : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> mailto:[EMAIL PROTECTED] >
 
www.deloitte.com: <http://www.deloitte.com/>  < : <http://www.deloitte.com/> 
http://www.deloitte.com>

 
Deloitte. ____________________________________________________________________
 
ABOUT DELOITTE: Deloitte refers to one or more of Deloitte Touche Tohmatsu, a 
Swiss Verein, its member firms and their respective subsidiaries and 
affiliates. As a Swiss Verein (association), neither Deloitte Touche Tohmatsu 
nor any of its member firms has any liability for each other's acts or 
omissions. Each of the member firms is a separate and independent legal entity 
operating under the names "Deloitte," "Deloitte & Touche," "Deloitte Touche 
Tohmatsu," or other related names. Services are provided by the member firms or 
their subsidiaries or affiliates and not by the Deloitte Touche Tohmatsu 
Verein. In Indonesia, services are provided by Osman Ramli Satrio & Rekan, or 
Deloitte Tax Solutions, or PT Deloitte Konsultan Indonesia. 

 
CONFIDENTIALITY: The information contained in or attached to this electronic 
transmission is confidential and may be legally privileged. It is intended only 
for the person or entity to which it is addressed. If you are not the intended 
recipient, you are hereby notified that any distribution, copying, review, 
retransmission, dissemination or other use of this electronic transmission or 
the information contained in it is strictly prohibited. If you have received 
this electronic transmission in error, please immediately contact the sender to 
arrange for the return of the original documents.

 

  
This message (including any attachments) contains confidential information 
intended for a specific individual and purpose, and is protected by law. If you 
are not the intended recipient, you should delete this message and are hereby 
notified that any disclosure, copying, or distribution of this message, or the 
taking of any action based on it, is strictly prohibited. 




 
=================================
 
scanned by Indosat TM-IMSS System






=================================
scanned by Indosat TM-IMSS System

 
 


=================================
scanned by Indosat TM-IMSS System

 
 


=================================
scanned by Indosat TM-IMSS System


 
 
----------------
 How low will we go? Check out Yahoo! Messenger’s low PC-to-Phone 
  call rates. : 
<http://us.rd.yahoo.com/mail_us/taglines/postman8/*http://us.rd.yahoo.com/evt=39663/*http://voice.yahoo.com>
 
 


=================================
scanned by Indosat TM-IMSS System

  
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Arsip Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Album Foto : http://pirus.fotopic.net
MultiplyWeb : http://www.pirusers.multiply.com
Friendster : http://www.friendster.com/9379274
Administrator email : [EMAIL PROTECTED]
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke