Assalamu Alaikum Wr.Wb
Sebelumnya saya mohon maaf atas nama Kontingen Olah Raga dan Seni RW.16 dan
seluruh jajaran pengurus RW.16 dan akan menanggapi panjang lebar pernyataan
dari Saudara kami Bpk Bekti Setiawan.
Pertama.
Harus disadari bahwa media ini bersifat terbuka, siapapun dia (lewat fasilitas
pribadi maupun kantor), dengan kapasitas apapun, kadar penalaran tinggi/rendah,
berdakwah atau bicara ngawur, mengerti atau tidak dapat mengakses fasilitas
yang sangat baik ini.
Kedua.
Tulisan Sdr. Hermawan adalah pendapat pribadi yang bersangkutan dan bukan
mengatas namakan kami RW.16 apalagi Panitia Olahraga dan Seni RW.16 untuk
Porsenipar (saya salah satu yg berada didalamnya) dan bukan menjadi kebijakan
kami dalam PORSENIPAR IV.
Ketiga.
Kami sangat menghargai segala sepak terjang dan jerih payah seluruh Warga RW.14
dalam menyelenggarakan PORSENIPAR IV dan akan turut serta berpartisipasi aktif
untuk mensukseskan event ini dari awal hingga akhir.
Keempat.
Untuk selanjutnya segala bentuk pernyataan sikap dan statement kami untuk
penyelenggaraan PORSENIPAR IV hanya akan keluar secara resmi dari alamat email
kami [EMAIL PROTECTED]
Demikian agar Bpk Bekti dan seluruh rekan-rekan di Panitia RW.14 maklum dan
atas perhatian serta kerjasamanya kami ucapkan banyak terima kasih.
Wassalamu Alaikum Wr.Wb.
----- Original Message -----
From: bekti setiawan
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Wednesday, June 06, 2007 11:54 PM
Subject: Re: [porsenipar] Porsenipar, Salah Satu Bentuk Dinamika Masyarakat "
Untuk Pak Hermawan "
Salam Hormat saya Untuk Pak Hermawan...
Kata-kata Bapak yg singkat sangat tajam dan memilukan. Terus terang kami
panitia berusaha sebaik dan sejujur mungkin menjalankan kegiatan PORSENIPAR
ini. Bekerja siang malam untuk memberikan yg terbaik untuk kegiatan ini.
Kami Tidak pernah membela kepentingan RW manapun termasuk RW kami sendiri.
Kebetulan wasit yg memimpin pertandingan Volley atara RW16 dan RW15 itu
adalah Pak Pungky yg juga PANITIA PORSENIPAR ini.
Dan Bapak Yakin bahwa RW16 pasti akan kalah pertandingan sebelum
pertandingan selesai dan ada tanda-tandanya,...
Tanda-tanda apa yg bapak maksudkan ? Cobalah terangkan kepada kami supaya
tidak ada praduga dan fitnah, karena ini adalah EVENT OLAH RAGA bukan
sandiwara, kita semua harus "FAIR" baik bapak sebagai pemain ataupun penonton.
silahkan bicara,.. kalau bapak tidak bisa,.. silahkan sampaikan ke perwakilan
RW bapak dan kami akan menyikapi nya dengan baik.
Kedua : bapak mengatakan "makanya untuk pertandingan yang lain.. ati
ati..tanyain dulu..wasit nya dari RW mana terus.. kalau bisa di kasih kado, kue
atau apa gitu..
biar nanti pertandingan nya bisa menang.. "
Maaf pak,... kata kata bapak yg ini sangat mudah dimengerti... saya tahu
bapak hanya asal bicara,.. tapi sangat KEKANAK_KANAKAN.
Kalau Bapak menemukan hal yg seperti ini terjadi silahkan ,.. bapak LAPOR
Panitia,.. kalau bapak tidak percaya panitia,.. setiap RW ada Komisi Disiplin
,.. silahkan temui RW bapak dan tanya komisi disiplinnya siapa dan sampaikan.
Insya Allah akan ada tindakan sesuai dengan kesepakatan.
Maaf kalau ada kata-kata saya yg salah.
salam Olah raga
Bekti setiawan
Ketua Koordinator Olah Raga
PORSENIPAR IV
Hermawan kosmojaya <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
jaerony wrote:
Wa 'alaikum salam,
Terima kasih Pak Prayudi atas perhatiannya.
Sebenarnya banyak hal yang bisa "diberitakan" akan tetapi karena mengejar
waktu tayang jadinya banyak yang disingkat. Artinya -- mungkin kita semua bisa
merasakan --, banyak hal yang ada di otak kita tapi karena
keterbatasan-keterbatasan (termasuk waktu) jadinya sebagaimana yang tertulis.
Mudah-mudahan Pak RW 16 bisa lebih banyak lagi menyempatkan waktunya (termasuk
dalam ikut mendiskusikan urusan lingkungan!) sehingga tidak terlewat untuk
"diekspose". Dan juga usaha mengingatkan ini mudah-mudahan bukan karena
"kecewa". Karena di banyak kesempatan respons dan sikap kita terhadap
kekecewaan menjadi cerminan siapa kita itu. Tapi secara pribadi saya sangat
senang karena saya bisa silaturahmi. Lain halnya dengan warga RW 15, saya tidak
pernah lihat mereka ikutan di milis ini. Moga-moga bukan karena mereka tidak
punya e-mail address ... Haree gene gak punya e-mail .... (guyon azza ya!)
Untuk urusan Sistem dan Teknis Pelaksanaan Pertandingan, silakan Panitia
memberikan respons seperlunya. Yang jelas rapat-rapat hingga larut malam yang
dilakukan / diwakili utusan masing-masing RW bukanlah membicarakan "pepesan
kosong" tapi tentunya untuk merumuskan aturan main serta kenyamanan dalam
setiap pelaksanaan perlombaan dan pertandingan yang sudah, sedang dan akan
dilaksanakan.
Wassalam / Jaerony.-
----- Original Message -----
From: pra
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Wednesday, June 06, 2007 10:33 PM
Subject: Re: [porsenipar] Porsenipar, Salah Satu Bentuk Dinamika
Masyarakat
Assalamu Alaikum Wr.Wb.
Memang tiada duanya teman kita yg satu ini, selalu mengulas dan
mengulas, tapi kalau boleh saya tambahkan karena ulasan kemarin belum menyentuh
salah satu permasalahan yaitu WASIT (apa karena masih satu "atap" atau memang
kebetulan Doang...)
Pada pertandingan bola volley kemarin, saya menilai wasitnya sangat
tidak kapabel untuk pertandingan sekelas antar RW, jangankan pemain,
penontonpun melihat dengan jelas semua kesalahan dalam kepemimpinan kemarin.
Saya sudah menanyakan itu kepada Wasit I (Pungkindaru), tetapi beliau
selalu berlindung dibalik pernyataan "Wasit Utama berhak penuh..."!?
Lalu apa gunanya Wasit II dan hakim garis ?
Pasti pandangan wasit I tidak bisa mengcover seluruh areal lapangan dan
sepak terjang pemain, itulah gunanya peran pembantu diatas, dan menurut
peraturan PBVSI sebelum memastikan/mengambil keputusan yang dimungkinkan
pandangan wasit terhalang, maka peran para pembantu menjadi sangat penting
untuk didengar (saya salut sekaligus prihatin untuk Saudara saya Bpk Fahrurrozi)
Saya mengulas ini untuk Amar Ma'ruf karena menjadi WASIT itu sulit
sekali, selain mutlak mengerti peraturan juga dituntut untuk ADIL dan JUJUR.
Sama halnya dengan Kiblat Masjid, apabila arahnya salah mungkin para
jamaah yang lain wajib untuk mengingatkan demi kebaikan kita semua.
Masih tetap salut untuk Panitia Pusat karena sudah berusaha menyajikan
yang terbaik untuk kita semua.
Kami dari RW 16 menerima kekalahan kemarin dengan lapang dada, dan kami
akan tetap bersemangat untuk pertandingan berikutnya, tentu dengan kwalitas
yang lebih baik lagi dan kami mohon agar Panitia Pusat lebih bersemangat lagi
untuk kearah yang lebih baik juga, awas infiltrasi "pemain asing", jaga
kehormatan RW masing-masing, jangan warganya menjadi penonton dan penyumbang
dana, sementara melihat "orang lain" memakai kaos pemberian warga dan memakai
atribut warga itu sendiri.
Satu lagi pak Jae, ulas juga dong, "pejabat RW" yang masih mau ditunjuk
untuk menjadi Wasit, apa engga hebat tuh kepedulian Beliau...
Wassalamu Alaikum Wr.Wb
----- Original Message -----
From: jaerony
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Monday, June 04, 2007 3:42 AM
Subject: [porsenipar] Porsenipar, Salah Satu Bentuk Dinamika
Masyarakat
PORSENIPAR, SALAH SATU BENTUK DINAMIKA MASYARAKAT
Bagi kita yang gemar sepak bola berakhirnya pertandingan-pertandingan
Liga di kawasan Eropa dan terakhir Liga Champion untuk putaran 2006-2007
menjadikan hari-hari setelahnya menjadi hambar seakan-akan tiada lagi satu
hiburan yang dapat dipakai sebagai sarana pelepas lelah setelah seharian
bekerja. Tapi, tunggu jangan apatis dulu! Partai uji-coba (frendly-game)
antar-negara dan menyusul kemudian Piala Eropa 2007 menjadi alternatif tontonan
yang tak kalah menariknya.
Ketika membaca artikel berjudul "Beckham is come back" baik di milis
ini maupun di media lain mesin uang yang bernama David Beckham (sebagai pemain
bintang di club-nya maupun ikon sebuah produk) seolah-olah menyentak kehampaan
kita dan menggiringnya untuk menyaksikan pertandingan uji-coba kesebelasan
Inggris melawan Brasil. Dalam pertandingan itu umpan jarak jauh Beckham yang
disambut dengan tendangan John Terry di depan gawang Brasil menghasilkan gol
yang indah! Dan, kehampaan menjadi sedikit terobati.
Partai uji-coba kesebelasan antar negara lainnya di samping
Inggris-Brasil menjadi menarik termasuk uji cobanya kesebelasan Indonesia
melawan Hongkong dan terakhir lawan Singapura. Demikian juga menariknya
turnamen Piala Eropa yang babak kualifikasinya telah dimulai sejak minggu yang
lalu.
Menyaksikan dan mengamati pertandingan yang susul-menyusul khususnya
di daratan Eropa itu, kita bisa merasakan betapa dinamika di kawasan itu
sedemikian tingginya. Cobalah sesekali Anda membaca ulasan mengenai kompetisi
Liga Champion khususnya dari sisi kekayaan club-club papan atas yang sering
memenangi pertandingan termasuk "jual-beli" para pemainnya pada saat musim
transfer pemain. Angka-angka dollar sangat-sangat wah, gaji seorang pemain bisa
puluhan kali lipat dari gaji seorang eksekutif sekalipun!
Kitalah Dinamika Itu
Tulisan ini tidak bermaksud secara serta-merta membandingkan kondisi
suatu tempat dibanding dengan tempat yang lain apalagi di negara yang jauh
lebih makmur itu. Akan tetapi kita bisa membawa cara pikir dan cara pandang
kita kepada urusan yang besar dan lebih besar lagi dalam menyikapi dan membina
lingkungan di mana kita tinggal. Sekedar bahan pembanding, apa yang ada di
benak kita kala melihat pertikaian tiada berakhir khususnya di seputaran timur
tengah?
Kita tentu sudah sangat paham bahwa "Allah tidak akan merubah suatu
kaum, tetapi kaum itu sendiri yang harus merubahnya". Demikian juga dengan
sebuah dinamika, orang-orang yang ada di dalamnyalah yang bertindak sebagai
subjek dari dinamika yang diinginkannya itu berlandaskan pada pemikiran dan
tindakan inovatif dan kreatif dalam koridor cara pandang dan berkehidupan yang
positif.
Jika sudah demikian, kita dapat mengarahkan (mengorientasikan) sebuah
lingkungan apakah akan kita bentuk suatu lingkungan yang religius, lingkungan
yang hijau-sejuk-nyaman, lingkungan gemar olah raga dan sebagainya.
Liburan panjang kemarin (1-3 Juni 2007) bisa jadi sebuah refleksi
kecil adanya dinamika itu. Hari Jum'at, umat Islam secara berjamaah menunaikan
shalat Jum'at. Sabtu sore, pertandingan sepak bola berlangsung di lapangan RW
13. Minggu sore, pertandingan bola volley putra dan putri meriah dilangsungkan
di lapangan volley RW 14. Kemudian, Minggu malamnya diselenggarakan tenis meja
di lapangan bulu tangkis RW 15.
Dari Gelanggang ke Gelanggang
Kesebelasan RW 13 Gunduli Kesebelasan RW 15 dengan Skor 7-1
Pertandingan yang dipimpin oleh Wasit Mi'un dan hakim garis Sunhaji
dan Budi dari Korps Wasit Persikabo ini berlangsung kurang seimbang apalagi
menjelang akhir pertandingan. Ball possession 60:40 praktis di bawah dominasi
kesebelasan RW 13. Akan tetapi, pada awal-awal pertandingan penampilan
kesebelasan RW 15 yang berkostum kuning-kuning ini sebenarnya lebih baik dari
pertandingan sebelumnya. Tercatat ada beberapa kesempatan yang gagal
dimanfaatkan antara lain : di menit ke-7 saat terjadi kemelut di depan gawang
RW 13, dan kemudian menit ke-23 di mana tendangan bebas yang dilakukan pemain
bernomor punggung 17 tepat di pelukan kiper serta shooting lain yang mengenai
mistar. Hasil kerja keras mereka membuahkan gol pada menit ke-44 (menit ke-9
babak kedua) yang dilakukan oleh Ari, pemain bernomor punggung 18.
Kesebelasan biru-hitam (RW 13) tidak kalah dalam hal mendapatkan
kesempatan mencetak gol dalam pertandingan yang berlangsung 2 x 35 menit ini.
Kerja sama pemain bernomor 13, 7 dan 16 (Pak RW 13), serta 13, 7 dan 8 di
beberapa kesempatan sangat membahayakan gawang RW 15. Beberapa shooting sempat
mengenai mistar gawang. Tim yang didukung puluhan supporter yang membunyikan
genderang dan tetabuhan lain, puluhan balon di tangan serta poster-poster
dengan tulisan "RW-13" yang dipegang anak-anak menambah suasana riuh rendah di
antara tujuh gol yang diciptakan timnya pada sore itu.
Kemeriahan dan Antusiasme di Dua Lapangan Volley
Hari Minggu 3 Juni 2007 merupakan awal dipertandingkannya cabang bola
volley puteri dan putera yang menempati masing-masing di Lapangan I dan II. Di
lapangan I bertanding tim RW 13 (biru-hitam) dan tim RW 14 (kuning-hitam).
Sementara itu di Lapangan II bertanding tim RW 15 (merah-biru) berhadapan
dengan tim RW 16 (hitam-hitam).
Pertandingan volley puteri dilangsungkan lebih awal dan dipimpin oleh
Wasit I Tri Joko (Pak RW 16) dan Wasit II Almasdi Rahman (RW 14). Di set
pertama tim kuning-hitam lebih dulu tertinggal 8-5 yang kemudian disusul sampai
pada kedudukan 8-16 saat tim biru-hitam (RW 13) meminta time out yang kedua
kepada wasit. Selanjutnya, tim RW 14 memimpin angka hingga kedudukan akhir set
pertama 16-25.
Di set kedua tim RW 13 mulai bangkit kedudukan hampir imbang 2-3,
7-8, dan mulai menjauh dengan skor 12-16. Lalu, terjadi lagi kejar-kejaran
angka pada kedudukan 15-16 di mana bola dipermainkan dalam reli-reli panjang
hingga kedudukan 15-18. Skor akhir set kedua adalah 16-25 untuk kemenangan RW
14.
Pantang menyerah, tim biru-hitam di set ketiga sempat mengungguli
lawannya hingga angka 8-0 sebelum tim lawan meminta wasit untuk time-out
pertama. Pancingan reli-reli panjang yang dilakukan tim RW 14 tidak mampu
melampaui perolehan angka lawan hingga kedudukan 25-18 untuk RW 13. Secara
keseluruhan, tim RW 14 unggul 2-1 di pertandingan yang menganut sistem
permainan 3 set penuh ini.
Di Lapangan II yang mempertandingkan tim merah-biru (RW 15) dengan
tim hitam-hitam (RW 16) bola volley putera tidak kalah sengitnya. Kejar-kejaran
angka terjadi di set pertama hingga pada kesudahan 20-25 untuk RW 16. Tim RW 15
yang didukung oleh lebih banyak suporter di banding tim lawan mampu menambah
motivasi hingga mampu mengungguli lawan dengan kedudukan akhir set kedua 25-16.
Dengan perlawanan imbang dan celetukan supporter khususnya dari RW 15
yang "mengganggu" kedudukan skor sempat seimbang di set ketiga ini. Tercatat
beberapa kedudukan imbang kedua tim, yaitu pada kedudukan 14-14, kemudian 18-19
dan 19-19, 20-20, 21-21, dan 22-22 yang diselingi dengan berpindah-pindahnya
service. Perlawanan sengit yang tidak saja dilakukan oleh pemain tetapi juga
dukungan penonton membuahkan angka akhir bagi kemenangan Tim RW 15, 25-23.
Keseluruhannya dimenangkan oleh tim RW 15 dengan skor 2-1.
Pertandingan volley putera dipimpin oleh Wasit I Pungkindaru (RW 14)
dibantu oleh Wasit II Pahrurrozi (RW 14).
"Pertandingan Wirid" di Cabang Tenis Meja
Pertandingan Minggu malam di cabang Tenis Meja mempertandingkan RW 15
melawan RW 16 (puteri) dan RW 14 melawan RW 17 (putera).
Tim puteri tennis meja RW 16 menang mudah menghadapi tim puteri RW
15. Dari tiga partai yang dipertandingkan kesemuanya berakhir dengan
straight-set sehingga kedudukan 0-3 untuk kemenangan RW 16.
Di cabang tennis meja putera pertandingan berlangsung "serius tapi
santai" meskipun tidak berarti bahwa lawan yang dihadapi tergolong mudah
seperti yang terjadi di partai kedua yang berlangsung dengan rubber-set.
Di partai pertama, bahkan masing-masing pasangan (RW 14 dan RW 17)
ngebodor dengan melakukan aksi "tos" di setiap bola mati. Malahan, pemain nurut
saja gara-gara tidak lagi melakukan "tos" penonton menyuruh melakukan "tos"
dengan pasangannya. "Tos dong Pak ...." Dan pasangan pemain melakukan apa yang
diminta.
Kalau di partai pertama pemain "nurutin" penonton buat "tos", di
partai kedua penonton nyeletuk, "Ini pertandingan tenis meja apa pertandingan
wirid sih?" Serentak penonton dan suporter pada tertawa. Gara-garanya adalah
pemain tunggal dari RW 17 (Royo) yang memakai peci saat bertanding. Dan
karenanya dipanggil "ustadz" sebagai bahan celetukan kemudian. Lawannya yang
dari RW 14 (Marsudi) memang kalem dan layak sebagai "ustadz". Jadilah,
pertandingan yang seringkali hening dari ocehan penonton dilukiskan layaknya
"pertandingan wirid".
Meskipun mendapat keuntungan menang WO di partai keempat namun
keseluruhan pertandingan dimenangkan RW 14 dengan skor 3-2.
Wassalam,
Jaerony Setyadhi, warga RW-14
agak heran juga ..dengan tulisan pak yudhi..dan..web..ini.. maksud nya baca
nya..
kalau bisa sich jangan "top posting" jadi nya yang baca ngak bingung..
maksud nya mana yang posting duluan,..dan siapa yang mereply.. :D
CMIIW...
untuk pak yudhi..saya udah tahu kalau RW16 itu akan kalah..volley kemarin..
udah ada tanda tanda nya..kok pak..
makanya untuk pertandingan yang lain.. ati ati..tanyain dulu..wasit nya
dari RW mana terus.. kalau bisa di kasih kado, kue atau apa gitu..
biar nanti pertandingan nya bisa menang..
biasa lah...ambil dari dana kas RW..
:D
-------------------------------------------------- Official Mailing List:
Porsenipar ke IV Tahun 2007 -=== Perumahan BDB2 dan BDB3, Cibinong, Bogor ===-
-= Menjiwai Semangat Kebangsaan dengan Prestasi =- | Official Website:
http://www.porsenipar.web.id | ------- Porsenipar Media Center: 6849-6001
-------
------------------------------------------------------------------------------
Boardwalk for $500? In 2007? Ha!
Play Monopoly Here and Now (it's updated for today's economy) at Yahoo! Games.