----- Forwarded Message ----
From: Agus Sahri <[EMAIL PROTECTED]>
To: k yoen <[EMAIL PROTECTED]>; rediscoveri nitta <[EMAIL PROTECTED]>; Wati 
Wati <[EMAIL PROTECTED]>; Agus Setiawan <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, September 6, 2007 4:38:01 PM
Subject: Fwd: wawancara..

body {font-family:'Times New Roman';font-size:12pt;color:#000000;}



 


WAWANCARA I
Suatu hari ada seorang pemuda melamar ke suatu

perusahaan.

HRD Manager : "Apabila Saudara diterima di

perusahaan ini, berapa gaji yang Saudara harapkan?"

Pelamar : "Saya ingin gaji dalam US dollar saja,

Pak. Tidak usah terlalu tinggi, cukup 10.000 USD

saja."

HRD Manager : "Boleh juga, sesuai dengan jabatan

yang Saudara lamar. Ehm...

bagaimana kalau perusahaan menawarkan lebih banyak.

Kami sediakan mobil Mercedes lengkap dengan

supirnya, rumah di Pondok Indah dengan kolam renang,

liburan setiap akhir minggu ke Bali, cuti 12 hari

setiap akhir tahun ditambah bonus 12 kali gaji?"

Pelamar : (tidak percaya) "Ah, jangan bercanda,

Pak!"

HRD Manager : "Lho... kan Saudara duluan yang

mengajak bercanda?"

 

 

Wawancara II
HRD: "Nama saudara siapa?"

Pelamar: "Prawojo pak..."

HRD: "Coba ceritakan tentang keluarga saudara!"

Pelamar: "Saya 2 bersaudara, adik saya masih kuliah di Jogya. Orang Tua saya 
tinggal di Surabaya.

Kakek dan nenek dari Bapak tinggal di Solo. Kakek dan nenek dari Ibu tinggal di 
Semarang.

Paman dan Pakde semua tinggal di Tegal."

HRD: "Apakan saudara dapat berbahasa inggris?"

Pelamar: "Yes, sir!"

HRD: "Now tell me about your family in English!"

Pelamar: "Sorry sir, I don't have family in English..., they're all living in 
Indonesia"

 

 

WAWANCARA III
Sarjo melamar pekerjaan sebagai penjaga lintasan

kereta api. Dia diantar menghadap Pak Banu, kepala

bagian, untuk wawancara.

"Seandainya ada dua kereta api berpapasan pada jalur

yang sama, apa yang akan kamu lakukan?", tanya Pak

Banu, ingin mengetahui seberapa cekatan Sarjo.

"Saya akan pindahkan salah satu kereta ke jalur yang

lain," jawab Sarjo dengan yakin.

"Kalau handle untuk mengalihkan rel-nya rusak, apa

yang akan kamu

lakukan?", tanya Pak Banu lagi.

"Saya akan turun ke rel dan membelokkan relnya

secara manual."

"Kalau macet atau alatnya rusak bagaimana?"

"Saya akan balik ke pos dan menelpon stasiun

terdekat."

"Kalau telponnya lagi dipakai?"

"Saya akan lari ke telpon umum terdekat?"

"Kalau rusak?"

"Saya akan pulang menjemput kakek saya."

"LHO?", tanya Pak Banu heran dengan jawaban Sarjo.

"Karena seumur hidupnya yang sudah 73 tahun, kakek
saya belum pernah melihat kereta api tabrakan."

 

 

 

 




 







       
____________________________________________________________________________________Ready
 for the edge of your seat? 
Check out tonight's top picks on Yahoo! TV. 
http://tv.yahoo.com/

Kirim email ke