Ya...minimal pak Hendi kena macet dipintu tol Dukuh 1 lah yang kadang2 ekornya sampai ke cibubur juga kayaknya.
al On 9/5/07, hendi wibisana <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Assalamualaikum, > > Kalo Saya sih dengan dibukanya JORR ini sangat membantu sekali, yang > biasanya waktu tempuh dari rumah ke kantor Saya di KBN Marunda memakan waktu > rata-rata 2 jam kadang lebih, sekarang menjadi 1 jam 15 menit & saya > terhindar dari kemacetan pintu gerbang tol taman mini, gerbang tol kota > (Cililitan), interchange cawang 7 pintu keluar rawamangun. Tapi memang untuk > pengguna jarak dekat tarif tsb sangatlah tidak fair. > > > Wassalam, > > Hendi > > > *Achmad Yahya Sjarifuddin <[EMAIL PROTECTED]>* wrote: > > Salam Lintas RW, > Sebagian dari warga di BDB2 dan BDB3, pasti ada juga pengguna > JORR yang baru saja kemarin naik tariff-nya dan diikuti juga > dengan naiknya tariff tol dalam kota dan jagorawi mulai hari ini. > > Bagaimana pendapat bapak-bapak sekalian dengan kenaikan ini? > apakah akan ikutan dengan class action yang diusung oleh beberapa > orang yang tidak setuju seperti di website ini? > > -- > Salam > A. Yahya Sjarifuddin. > > Dari http://www.kamasada.com/ > > Latar Belakang > > Perubahan sistem tertutup menjadi sistem terbuka yang diterapkan > oleh Jasa Marga untuk JORR mulai Selasa, 28 Agustus 2007, pukul > 20.00 sungguh merupakan sebuah kasus "perampokan" kerah putih > yang menyakitkan hati rakyat, khususnya pemakai JORR. > > Bayangkan, pemakai ruas Veteran - Pondok Ranji yang biasanya > hanya perlu bayar Rp.2000,- mendadak naik Rp.7500,- (naik 275%), > Pondok Ranji - Bintaro yang biasanya Rp.1500,- menjadi Rp.7500,- > (naik 400%), dan masih banyak lagi contoh yang lain. > > Memang mulai Jumat, 31 Agustus 2007 - setelah mendengar warga > serius akan melakukan gugatan class action - tarif ruas Veteran - > Pondok Ranji - Serpong dikembalikan ke normal, tetapi ini > tidaklah menuntaskan masalah, karena ruas Pondok Ranji - Pondok > Indah yang semula Rp.3000,- tetap naik menjadi Rp.6000,- (naik > 100%). Begitu juga ruas-ruas pendek seperti Cilandak - Ampera > yang semula Rp.1000,- menjadi Rp.6000,- (naik 500%). > > Perlukah kita diamkan saja? Jawabnya pasti: TIDAK. Kita harus > mengajukan gugatan class action atas hal semena-mena ini. Gugatan > class action ini juga nantinya akan menyerang akar masalah dari > ini semua, yaitu: Undang Undang Nomor 38 Tahun 2004 Tentang Jalan > yang mengatur penyesuaian tarif jalan tol secara periodik. > > Di negara-negara maju, tarif tol makin lama makin murah dan > akhirnya gratis. Karena memang pemerintahlah yang harus > menyediakan fasilitas jalan bagi masyarakatnya yang sekarang ini > terus menerus diburu pajak penghasilannya. > > Tarif tol bisa makin murah karena setelah beberapa tahun, misal > 10 tahun, operator sudah balik modal dan tinggal mengeduk > keuntungan. Sungguh ironis, jika ketika saatnya mengeduk > keuntungan justru pemerintah mendukung kenaikan tarif yang lebih > menggemukkan keuntungan operator jalan tol tetapi menyengsarakan > rakyat. > > Cukup sudah! Ini saatnya kita bersatu. Doakan gugatan class > action ini menghasilkan buah yang manis. > > For God, For Country, For Better Indonesia > > -------------------------------------------------- > Official Mailing List: Porsenipar ke IV Tahun 2007 > -=== Perumahan BDB2 dan BDB3, Cibinong, Bogor ===- > -= Menjiwai Semangat Kebangsaan dengan Prestasi =- > > | Official Website: http://www.porsenipar.web.id | > ------- Porsenipar Media Center: 6849-6001 ------- > > > ------------------------------ > Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! > Answers<http://sg.rd.yahoo.com/mail/id/footer/def/*http://id.answers.yahoo.com/> > >
