fyi ... barangkali ada yang ingin bergerak di bisnis ritel .....
------------------------------------------------------------------------
Apa Saja yang Diperhatikan di Masa Awal Bisnis Ritel?
Bisnis tidak selalu berjalan indah seperti yang dibayangkan. Terutama jika
pebisnis baru saja memulai usaha. Dalam hitungan bulan, mungkin pebisnis
pemula akan terheran-heran dan tidak bisa menerima dengan lapang dada
kenyataan, jika tidak mengetahui karakteristik bisnis yang dijalankan. Jika
telah mengetahui karakteristiknya, mungkin pebisnis akan tetap optimistis
menjalankan usaha.
Ambil saja salah satu contoh bisnis yang paling sering/umum dipilih oleh
para pemula, yaitu bisnis ritel atau perdagangan eceran. Kedengarannya
simpel.Untuk berjualan, seseorang hanya perlu mempersiapkan tempat jualan
dan produk, kemudian pembeli datang, usaha pun berjalan. Namun prosesnya
tidaklah segampang itu. Banyak tantangan yang akan ditemui pebisnis pada
awal usaha.
Setidaknya beberapa hal penting diperhatikan pebisnis ritel pemula di
awal-awal usahanya. Seperti diuraikan pebisnis dan motivator bisnis
Masbukhin Pradhana, setidaknya ada empat hal harus diperhatikan untuk
tahap-tahap awal dimulainya bisnis ritel. Yang pertama sekali sangat
berpengaruh menurutnya adalah masalah pemilihan lokasi. Pria yang dijuluki
Raja Voucer ini berujar, jika setelah dibuka toko laris, berarti lokasi yang
telah dipilih pebisnis sudah benar, dalam artian sudah strategis. Strategis
karena di tempat tersebut ada orang yang mencari produk yang dijual,
strategis karena dilalui banyak orang. Selain itu strategis karena lokasi
mudah dilihat, disamping juga misalnya tempat parkiran yang memadai.
Sebaliknya jika tidak laris atau sepi pembeli, faktor-faktor tadi bisa
kembali dievaluasi.
Selanjutnya, pebisnis juga harus siap menerima tantangan untuk menerima
kenyataan bahwa seseorang harus mempersiapkan modal ekstra di awal usaha.
Pasalnya menurut Cak Bukhin, masa Break Event Point (BEP) bisnis-bisnis
ritel bisa saja baru tercapai pada waktu 3 bulan, 6 bulan, 1 tahun, atau
bahkan lebih. Sementara dalam masa-masa tersebut operasional terus berjalan
dan membutuhkan biaya. Sebut saja biaya sewa tempat, biaya dekorasi, biaya
pengadaan produk, dan gaji penjaga toko.
Ketiga, tentang produk yang dijual. Apakah produk yang dijual memang banyak
dicari orang atau oleh kalangan tertentu saja? Membahas produk yang dijual
tentunya sangat berhubungan dengan pemilihan lokasi toko. Produk yang dijual
di tempat yang sesuai dengan target pasar tentunya akan lebih menguntungkan.
Terakhir, mengkomunikasikan produk secara ekstra menurut Cak Bukhin juga
sangat disyaratkan bagi bisnis-bisnis apa pun yang baru dimulai. Diantara
media komunikasi efektif adalah papan nama, spanduk yang bertuliskan
kata-kata agar membuat orang ingat dan ingin membeli, atau brosur yang
gampang disebar di tempat-tempat strategis. (SH)
www.wirausaha.com
--------------------------------------------------
Official Mailing List: Porsenipar ke IV Tahun 2007
-=== Perumahan BDB2 dan BDB3, Cibinong, Bogor ===-
-= Menjiwai Semangat Kebangsaan dengan Prestasi =-
| Official Website: http://www.porsenipar.web.id |
------- Porsenipar Media Center: 6849-6001 -------