Mas Soeripto write:

Saya kok sependapat dengan info dari kolega Andri bahwa kemungkinan
yang diberitakan sebagai telor palsu mungkin adalah telor gagal tetas
atau telur infertil. Biasanya setelah umur 4 hari dieramkan lalu di
candling untuk melihat apakah fertile (hidup) atau tidak. Kalau mati
biasanya memperlihatkan titik hitam. Jika infertile telor dikeluarkan.

Nah ini yang terjadi di laboratorium, biasanya telor yang tidak fertile
oleh para tehnisi direbus lalu dibagi-bagikan kepada siapa saja yang
mau. termasuk saya dulu juga pernah merasakan telor rebus
infertil...... yang rasanya memang tidak berbeda.

Nah bagaimana kalau ini terjadi di Hatchery, yang jumlahnya tiap minggu
banyak sekali. Kalau yang tidak fertile, misal dari jumlah 10.000 telur
hanya 2%, maka jumlah yg tdk fertile sudah 200 telor. Telor2 ini
dikeluarkan oleh perusahaan dengan cuma-cuma.

Yang lebih mengerikan lagi sebetulnya, ayam yang baru mati dari
peternakan. Biasanya oleh pegawai kandang dijual dengan harga murah
berkisar antara Rp 5-10.000. Daging ayam ini biasanya: digunakan untuk
mie ayam atau ayam bakar yang diwarnai (hati-hati ya makan ayam atau
mie ayam di lingkungan peternakan, tanya-tanya dulu sebelum beli) atau
bentuk masakan lainnya.

Di satu sisi, hal ini merupakan pelanggaran yang perlu mendapat hukuman
tetapi di sisi lain ada yang merupakan kebutuhan hidup................

Salam dari Bogor

==============

andri jatikusumah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:  Dear all,

Menurut saya, hoax atau tidaknya suatu berita kita harus mempunyai
"sense" dan teliti kebenarannya secara ilmiah....(tidak hanya berpasrah
pada berita dan mencari pembenaran itu sendiri dari hoax bukankah itu
sama saja mungkinkah jadi berberbalik negatif)

Berikut adalah hasil penelitian dari kolega dokter hewan di IPB.........

Telur yang dijual di kereta jabodetabek kemungkinan besar
berasal dari hatchery, yang biasa disebut telur ayam konsumsi dingin.

Telur ayam konsumsi dingin yaitu telur ayam yang berasal dari breeding farm
yang telah mengalami proses pengeramana di dalam mesin eram selama 18 hari.

Berdasarkan penelitian saya, mengenai kualitas dan jumlah total mikrobiologi 
pada
telur ayam konsumsi dingin:

1. Kualitas telur, berdasarkan;
a. Tinggi kantung udara, telur ayam dingin (1,16-1,26cm) sehingga dikategorikan 
kelas C
b. Indeks kuning telur dan putih telur tidak dapat dilakukan pengujian karena
kuning telur dan putih telur telah menjadi satu sehingga sulit untuk dibedakan

2. Jumlah total mikroba.
Jumlah total mikroba pada telur telur ayam konsumsi dingin
91,11% (41/45) berada dibawah batas maksimum jumlah total mikroba.

Kesimpulan:
Telur ayam konsumsi dingin termasuk dalam kelas C.
Jumlah total mikrobiologi berada di bawah batas maksimum cemaran 
mikroba sehingga layak di konsumsi.

Dalam penelitian ini belum diteliti mengenai:
Kuman patogen, bahaya residu bahan-bahan kimia seperti formalin.

Menurut saya telur ayam konsumsi dingin layak dikonsumsi, jika
1. Telur ayam dingin langsung diproses.
2. Telur ayam dingin ditangani dan diproses dengan baik

Dari informasi yang saya dapatkan, 
Telur ayam konsumsi dingin biasanya dijual ke sekitar peternakan dan 
perusahaan kue (seperti roti)

Cara membedakan telur segar dan telur dingin yaitu berdasarkan berat telur,
telur ayam dingin lebih ringan dibandingkan telur ayam segar.

Semoga informasi ini dapat bermanfaat.

Salam 


----- Original Message ----
From: jaerony <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Tuesday, April 29, 2008 11:03:00 AM
Subject: Re: [porsenipar] Beware - Telur Palsu dari Cina sudah merambah di 
JABODETABEK ?

 
Menurut saya, itu adalah telur yang sudah kelamaan. 
Maksudnya, telur yang mestinya sudah harus dikonsumsi 1 bulan setelah keluar 
dari peternakan tapi sampai 3 bulan masih diperdagangkan / beredar.
 
Saat masih di kos-kosan sering saya temui telor 
yang saya beli di warung (dan warungnya juga nggak laris-laris amat memang) 
sering kedapatan saat mau diceplok antara putih dan kuning telornya sudah 
hampir 
jadi satu. Kedua, lewat kawan kos sebelah saya juga pernah diajak ke warung 
nasi gudeg (kalo nggak salah) yang katanya murah. Setelah makan sekali di 
warung 
itu ternyata telornya juga buntet. Ketiga, pernah saya saat balik ke Bandung 
(waktu itu masih kerja di kantor Bandung) di dalam bis jurusan Bandung di 
terminal Bogor orang jual telor rebus dengan harga demikian murah. Sesampai di 
tempat kos di Bandung ternyata jenis telornya sama. Kesimpulan saya, bahwa itu 
telor sudah kedauwarsa yang tidak mungkin dipaksakan dijual di pasar (atau 
pasaran umum).
 
Biasanya, maaf, setelah tahu bahwa itu telor 
kedaluwarsa saya akan buang meskipun belum tercium bau busuk. Tapi memang, di 
KRL saya lihat mereka yang beli itu memakannya dengan lahap. Saya nggak tahu 
apakah telor ini masih sehat untuk dikonsumsi.
 
Rgds / Jaerony.-
 
----- Original Message ----- 
From: [EMAIL PROTECTED] 
To: [EMAIL PROTECTED] 
Sent: Monday, April 28, 2008 10:23  AM
Subject: [porsenipar] Beware - Telur  Palsu dari Cina sudah merambah di 
JABODETABEK ?

FW:Beware - Telur Palsu dari Cina sudah  merambah di JABODETABEK ? 
                                                                                
                                                         
 TELUR  PALSU DI KERETA API JABODETABEK

Pengalaman pribadi nih, kejadiannya  baru tadi malam, Kamis 17 April
2008 Semalem gw naek kereta jabodetabek,  dikereta ekonomi, ada yang jual
telor rebus masih hanget....harganya itu  lho yang ga nyangka.. Murrah
banget satu butir telur rebus ditengah inflasi  kayak begini cuma 500 perak
aja...., padahal telur mentah aja di pasar,  udah sekitar 1000 perak
sontak gw inget, artikel setahun lalu, bahwa di  China, sudah pernah
heboh soal industri rumah tangga mbikin telur palsu...  (pls see attached
email)

Penasaran, gw beli 2000 perak, gw dapet 4  butir, bapak2 sebelah gw
beli 5000 perak, dapet 10 butir telur rebus ,  katanya buat anak2nya
dirumah Mas-mas disebelahnya beli juga sekitar 3  ribu, dia langsung kupas
dan makan satu buah, katanya enak kok, rasanya ga  busuk...dia tadi
khawatir itu telur busuk( hmm dasar orang lapar semua juga  dibilang enak)

Walaupun gw masih agak ragu, tapi gw cicip juga sedikit,  untuk sekedar
membuktikan bahwa itu bener2 telur palsu, ternyata rasa dan  aromanya
mirip sekali, walaupun buat orang yang 'Ahli Telur' seperti gw,  jelas
sekali
terasa berbeda.. putih telurnya itu lebih keras seperti  Jelly Nata
Decoco, kuning telurnya tidak bulat, cuma sekilas mirip seperti  adonan
kue,
walaupun aromanya mirip telur....dan semua telur yang gw  kupas, posisi
kuning telurnya itu sama semua, dan tidak ada yang bulat,  alias
seperti cetakan. (pls see picture attached )

Menurut artikel  dibawah ini, telur palsu di China dibuat dari unsur
Tawas, yang sangat  berbahaya bila dikonsumsi dalam waktu yang lama....
Barangkali teman2 ada  yang punya akses ke YLKI mungkin bisa dilaporkan
segera, apakah ini  bener-bener telur Asli ataukah Telur Palsu,
 mengingat yang  mengkonsumsi telur murah ini adalah para pekerja kelas
bawah atau  masyarakat awam yang tidak tahu apa dampaknya dalam  jangka
panjang...


Wallahua'alam

Note: berikut sample foto  dari 2 butir telur yang sudah dikupas...
btw...tapi kalo ternyata telur ini  ga bahaya, wahh kayaknya boleh juga
tuh jadi alternatif makanan murah, bisa  pesen lewat gw secara gw naek
kereta tiap hari tuh hehe (ini logika orang  lapar nih).

Hary

Hary Mulia Rachman/ID/FAS/  PwC



 
 
  Ernst &  Young ®
PT. Ernst & Young  Advisory Services

Prasetyo Yulianto| Associate| HR
Indonesia Stock Exchange Building Tower 1, 13th Floor Jl.  Jend. Sudirman Kav. 
51-52 Jakarta 12190, Indonesia
Tel: +62 21 5289  5000| Direct Tel: +62 21 5289 5473| Fax: +62 21  5289 5555
www.ey.com/id
Thank  you for considering the environmental impact of printing  emails. 


----------------------------------------------------------
The  information contained in this communication is intended solely for the use 
of  the individual or entity to whom it is addressed and others authorized to  
receive it.   It may contain confidential or legally privileged  information.   
If you are not the intended recipient you are hereby  notified that any 
disclosure, copying, distribution or taking any action in  reliance on the 
contents of this information is strictly prohibited and may be  unlawful. If 
you have received this communication in error, please notify us  immediately by 
responding to this email and then delete it from your system.  Ernst & Young is 
neither liable for the proper and complete transmission  of the information 
contained in this communication nor for any delay in its  receipt. 
________________________________
 --------------------------------------------------
Official Mailing  List: Porsenipar ke IV Tahun 2007 
-=== Perumahan BDB2 dan BDB3, Cibinong,  Bogor ===-
-= Menjiwai Semangat Kebangsaan dengan Prestasi =-

|  Official Website: http://www.porsenipar.web.id |
------- Porsenipar Media  Center: 6849-6001 -------


      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ

Kirim email ke