Tulisan dari Jamil Azzaini, sang motivator.

*******************************************************





Pahlawan Era Baru atau Komprador

http://jamil.niriah.com





Anda kenal Rudi Hartono? Mohammad Hatta? Saya yakin anda menjawab ”ya saya 
kenal.” Dua orang ini selain diakui di dalam negeri ternyata mendapat pengakuan 
sebagai pahlawan Asia. Adalah Majalah Time Asia edisi terbaru, 13 November 2006 
yang memberi penghargaan kepada Rudi Hartono (57 tahun) sebagai salah satu 
pahlawan Asia dengan kategori atlet dan petualang. 



Dalam kategori itu, pamor Rudi Hartono sejajar dengan ikon kungfu Asia, Bruce 
Lee. Prestasi legenda pebulutangkis Indonesia yang pernah berjaya pada tahun 
1968-1976 itu, hingga kini belum ada yang mampu menandingi. Lelaki blasteran 
Indonesia-Cina ini menjadi juara All England enam kali berturut-turut.



Sementara Mohammad Hatta, Wakil Presiden RI pertama, juga dinobatkan sebagai 
pahlawan Asia untuk kategori Pendiri Bangsa. Nama Hatta sejajar dengan 13 tokoh 
Asia lainnya seperti Gandhi, Nehru, Mohammad Ali Jinah, hingga Lee Kuan Yew.



Pemberian penghargaan tersebut dilakukan sebagai apresiasi majalah Time yang 
kini telah menginjak tahun ke 60 sejak kali pertama terbit dalam versi Asia. 
Penghargaan yang diberi tajuk 60 Years of Asia Heroes itu dibagi dalam lima 
kategori; Tokoh Pendiri Bangsa, Artis dan Pemikir, Pemimpin Bisnis, Atlet dan 
Petualang, serta Inspirasi.



Pemberian penghargaan kepada dua tokoh Indonesia yang hampir bertepatan dengan 
hari Pahlawan ini bisa dikatakan sebagai kado buat kita semua. Betapa tidak, 
bangsa yang dulu begitu disegani di kawan Asia ini, dalam waktu 10 tahun 
terakhir pamornya terus memudar. Bahkan di beberapa negara Asia yang saya 
kunjungi, kita lebih dikenal sebagai bangsa ”babu.”



Saatnya kita memberikan gelar pahlawan bukan lagi kepada para pejuang 
kemerdekaan. Kita sudah 6o tahun lebih merdeka. Jumlah pejuang kemerdekan sudah 
semakin langka. Gelar pahlawan hendaknya mulai disematkan kepada para pengejar 
prestasi, para pengisi kemerdekaan. Kita memerlukan banyak Pahlawan Era Baru.



Pahlawan Era Baru adalah mereka yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan 
kompetitif bagi jutaan warga. Pahlawan Era Baru adalah mereka yang berjuang 
mengangkat harkat dan martabat para dhuafa, orang-orang miskin, dan orang-orang 
tertindas menuju ke arah hidup yang lebih bermartabat.



Pahlawan Era Baru adalah para inspirator yang mampu menggugah, mendorong dan 
memotivasi jutaan orang untuk terus berprestasi dan mengembangkan diri. 
Pahlawan Era Baru adalah mereka yang mampu menghilangkan ketergantungan jutaan 
petani terhadap pupuk dan obat-obatan kimia.



Pahlawan Era Baru adalah mereka yang mampu menangkap ribuan koruptor dan 
mengembalikan uang negara yang dirampas oleh para koruptor itu ke kas negara. 
Pahlawan Era Baru adalah para pemimpin yang mampu memberantas KKN di daerah, 
instansi ataupun BUMN yang dipimpinnya. 



Ringkasnya, Pahlawan Era Baru adalah mereka yang mampu memberikan manfaat pada 
jutaan orang dan memberikan kontribusi positif bagi kehidupan bermasyarakat. 
Mereka terus berjuang tanpa mengenal lelah. Mereka terus berjuang untuk 
kepentingan banyak orang. Mereka terus berjuang walau tak ada pujian. 



Tapi ingat, tidak semua pejuang adalah Pahlawan Era Baru. Sebab ada yang 
mengaku pejuang dengan mengatasnamakan penderitaan rakyat, mengatasnamakan 
hak-hak asasi manusia, mengatasnamakan pejuang prularis, mengatasnamakan 
persamaan hak padahal mereka adalah para ”komprador.” Mereka berjuang, karena 
ada ”titipan.” Mereka berjuang karena bayaran. Mereka berjuang karena 
kepentingan pribadi atau golongan. Mereka berjuang hanya untuk mendapat 
dukungan ”suara” di saat pemilihan. 



Yang dirindukan bangsa ini adalah Pahlawan Era Baru bukan para ”komprador.” 
Jadi bergegaslah menjadi Pahlawan Era Baru dan jauhilah para ”komparador.” 



(Ini tulisan saya dua tahun yang lalu, semoga tetap relevan dan bermanfaat. 
Salam Jami Azzaini) 




Original Message :  jamil azzaini 

Kirim email ke