Sangat indah tulisan Anda dan
Sangat relevan dengan keadaan sekarang, yang kian semrawut

Dimana Hitam tidak lagi kelam, dan putih tidak lagi bersinar....
...  benar kadang salah... salah kadang jadi benar....

Dimana lebih banyak lebih suka melihat gajah diseberang lautan
... namun selumbar dimatanya tidak tampak.

mari kita mulai segala "kepahlawanan itu" dari diri kita masing-masing

Terima kasih Pahlawan Era Baru atas tulisanmu, semoga mengguggah setiap
hati pembacanya



                        Aku.....Bagi Indonesiaku....






                                                                           
             "FPS Indonesia                                                
             \(Jkt\) - Mr.                                                 
             Jaerony S"                                                 To 
             <[EMAIL PROTECTED]         <[EMAIL PROTECTED]>            
             esia.co.id>                                                cc 
                                                                           
             06/18/2008 03:23                                      Subject 
             PM                        [porsenipar] Pahlawan Era Baru atau 
                                       Komprador                           
                                                                           
             Please respond to                                             
             [EMAIL PROTECTED]                                             
                   eb.id                                                   
                                                                           
                                                                           




Tulisan dari Jamil Azzaini, sang motivator.


*******************************************************








Pahlawan Era Baru atau Komprador


http://jamil.niriah.com








Anda kenal Rudi Hartono? Mohammad Hatta? Saya yakin anda menjawab ”ya saya
kenal.” Dua orang ini selain diakui di dalam negeri ternyata mendapat
pengakuan sebagai pahlawan Asia. Adalah Majalah Time Asia edisi terbaru, 13
November 2006 yang memberi penghargaan kepada Rudi Hartono (57 tahun)
sebagai salah satu pahlawan Asia dengan kategori atlet dan petualang.





Dalam kategori itu, pamor Rudi Hartono sejajar dengan ikon kungfu Asia,
Bruce Lee. Prestasi legenda pebulutangkis Indonesia yang pernah berjaya
pada tahun 1968-1976 itu, hingga kini belum ada yang mampu menandingi.
Lelaki blasteran Indonesia-Cina ini menjadi juara All England enam kali
berturut-turut.





Sementara Mohammad Hatta, Wakil Presiden RI pertama, juga dinobatkan
sebagai pahlawan Asia untuk kategori Pendiri Bangsa. Nama Hatta sejajar
dengan 13 tokoh Asia lainnya seperti Gandhi, Nehru, Mohammad Ali Jinah,
hingga Lee Kuan Yew.





Pemberian penghargaan tersebut dilakukan sebagai apresiasi majalah Time
yang kini telah menginjak tahun ke 60 sejak kali pertama terbit dalam versi
Asia. Penghargaan yang diberi tajuk 60 Years of Asia Heroes itu dibagi
dalam lima kategori; Tokoh Pendiri Bangsa, Artis dan Pemikir, Pemimpin
Bisnis, Atlet dan Petualang, serta Inspirasi.





Pemberian penghargaan kepada dua tokoh Indonesia yang hampir bertepatan
dengan hari Pahlawan ini bisa dikatakan sebagai kado buat kita semua.
Betapa tidak, bangsa yang dulu begitu disegani di kawan Asia ini, dalam
waktu 10 tahun terakhir pamornya terus memudar. Bahkan di beberapa negara
Asia yang saya kunjungi, kita lebih dikenal sebagai bangsa ”babu.”





Saatnya kita memberikan gelar pahlawan bukan lagi kepada para pejuang
kemerdekaan. Kita sudah 6o tahun lebih merdeka. Jumlah pejuang kemerdekan
sudah semakin langka. Gelar pahlawan hendaknya mulai disematkan kepada para
pengejar prestasi, para pengisi kemerdekaan. Kita memerlukan banyak
Pahlawan Era Baru.





Pahlawan Era Baru adalah mereka yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan
kompetitif bagi jutaan warga. Pahlawan Era Baru adalah mereka yang berjuang
mengangkat harkat dan martabat para dhuafa, orang-orang miskin, dan
orang-orang tertindas menuju ke arah hidup yang lebih bermartabat.





Pahlawan Era Baru adalah para inspirator yang mampu menggugah, mendorong
dan memotivasi jutaan orang untuk terus berprestasi dan mengembangkan diri.
Pahlawan Era Baru adalah mereka yang mampu menghilangkan ketergantungan
jutaan petani terhadap pupuk dan obat-obatan kimia.


 Pahlawan Era Baru adalah mereka yang mampu menangkap ribuan koruptor dan
mengembalikan uang negara yang dirampas oleh para koruptor itu ke kas
negara. Pahlawan Era Baru adalah para pemimpin yang mampu memberantas KKN
di daerah, instansi ataupun BUMN yang dipimpinnya.


Ringkasnya, Pahlawan Era Baru adalah mereka yang mampu memberikan manfaat
pada jutaan orang dan memberikan kontribusi positif bagi kehidupan
bermasyarakat. Mereka terus berjuang tanpa mengenal lelah. Mereka terus
berjuang untuk kepentingan banyak orang. Mereka terus berjuang walau tak
ada pujian.


Tapi ingat, tidak semua pejuang adalah Pahlawan Era Baru. Sebab ada yang
mengaku pejuang dengan mengatasnamakan penderitaan rakyat, mengatasnamakan
hak-hak asasi manusia, mengatasnamakan pejuang prularis, mengatasnamakan
persamaan hak padahal mereka adalah para ”komprador.” Mereka berjuang,
karena ada ”titipan.” Mereka berjuang karena bayaran. Mereka berjuang
karena kepentingan pribadi atau golongan. Mereka berjuang hanya untuk
mendapat dukungan ”suara” di saat pemilihan.


 Yang dirindukan bangsa ini adalah Pahlawan Era Baru bukan para
”komprador.” Jadi bergegaslah menjadi Pahlawan Era Baru dan jauhilah para
”komparador.”


(Ini tulisan saya dua tahun yang lalu, semoga tetap relevan dan bermanfaat.
Salam Jami Azzaini)





Original Message :  jamil azzaini

Kirim email ke