Kesulitan Pangan Konon Matahari 200 tahun sekali, memuntahkan ledakan yang memudarkan kabut-2 disekelilingnya. akibatnya partikel debu sebagian terpendar sebagian mengumpul, posisi bumi yg terkena terkena kumpulan kabut tsb akan megalami musim dingin yang panjang (Cina) sebagian lagi akan mengalami musin panas yg hebat. dampak dari ledakan tsb akan mempengaruhi pola tanam diseluruh dunia, iklim tidak lagi bisa diprediksikan dgn tepat, bencana silih berganti, penyakit2 hebat akan muncul. Sumber kelaparan - Kelangkaan minyak bumi membuat Negara2 berlomba untuk mencari sumber energi alternatif mencari sumber lain, seperti kelapa sawit,jagung,singkong dll, kelanggkaan palawija akan terjadi - Banyak negara2 lain menahan komodiri ekspornya untuk memenuhi cadangan dalam negerinya - pembelian minyak tidak lagi semata-2 dengan uang, nantinya minyak didapat apabila negara tsb mempunyai komidi pangan andalan yang dapat dibarter. - Akan terjadi eksplorasi besar-besaran di lepas pantai....untuk mendapat minyak, sebagian negara akan berperang mempertahankan wilayahnya. - Pemerintah akan melepas subsidi pangan, karena tidak bisa lagi mensubsidi harga pangan dunia yang melangit. - Kelaparan akan menjadi hebat,...... - membuat rakyat berbondong-2 meninggalkan negaranya untuk mencari kehidupan yg baik. Krisis multidemensi sangat memukul semua negara berkembang, banyak negara berkembang mencari sumber bumi andalan untuk mencukupi kebutuhannya dan banyak pula negara yang kolep akan krisis tersebut. Untuk itu disarankan bagi kita mempunyai lahan atau ada lahan nganggur manfaatkan lahan tsb dengan menanami umbi-umbian, pengganti pangan pokok, mungkin tak berguna bagi kita, namun lebih bermanfaat bagi yg membutuhkannya. karena nanti beras,terigu,kedelai nantinya akan menjadi barang mahal untuk jangkauan kaum marginal. pemerhati
----- Pesan Asli ---- Dari: "IND, Kurniawan, Yahya" <[EMAIL PROTECTED]> Kepada: [EMAIL PROTECTED] Terkirim: Rabu, 11 Juni, 2008 10:58:32 Topik: RE: [porsenipar] Penyapu jalan tewas di pinggir jalan Sukasari, Bogor Timur. Bukan menyalahkan sesiapapun, tetapi seharusnya atasan yang memperkerjakan dia mengetahui kondisi keluarganya kelaparan atau tidak. -----Original Message----- From: Achmad Y. Sjarifuddin [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Wednesday, June 11, 2008 9:45 AM To: [EMAIL PROTECTED] Subject: [porsenipar] Penyapu jalan tewas di pinggir jalan Sukasari, Bogor Timur. *Penyapu Jalan Tewas Kelaparan* Rabu 4 Juni 2008, Jam: 8:18:00 BOGOR (Pos Kota) - Harga kebutuhan pokok yang terus merangkak seiring kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) memunculkan beragam kisah pilu. Seorang penyapu jalan tewas di pinggir jalan Sukasari, Bogor Timur, Selasa (3/6) siang. Diduga, Adin, 46, petugas kebersihan pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bogor, itu meninggal dunia karena kelaparan. Ia hanya makan satu kali sehari karena harus berbagi dengan ketiga anaknya. Sebagaimana dituturkan Neglasari, 40, istri Adin, di RSUD PMI Bogor tempat jasad sang suami diotopsi, korban meninggal akibat menahan lapar sejak malam. Menurut Neglasari sejak kenaikan BBM yang dibarengi dengan melonjaknya harga kebutuhan pokok, ia dan suaminya kelabakan mengatur pendapatan bulanan yang hanya Rp750 ribu. Jumlah yang sangat minim ini harus diatur sehemat mungkin agar bisa menyisihkan dana untuk biaya sekolah dua dari tiga anaknya. "Biaya hidup dengan tiga anak sangat tidak mencukupi dengan gaji hanya Rp750 ribu sebulan," kata Neglasari saat berada di ruang forensik rumah sakit. *CUMA MINUM AIR PUTIH * Warga Kampung Cibitung RT 02/07, Desa Tenjolaya, Kabupaten Bogor, ini mengaku untuk bisa bertahan hingga gajian bulan berikutnya, terkadang mereka makan sehari sekali. Bahkan jika makanan yang tersedia tidak mencukupi untuk semua, ia dan suaminya terpaksa cuma minum air putih. "Dengan gaji suami, kami bisa bertahan hingga dua minggu lebih. Selebihnya, sudah morat-marit. Untuk bertahan agar anak-anak tidak kelaparan, kami makan sehari sekali. Kadang diselipkan dengan rebus singkong dan daunnya yang saya minta dari warga," paparnya. Kepergian sang suami, diakui ibu tiga anak ini, akibat sejak malam tidak makan. Menu yang seharusnya untuk sang suami, terpaksa dibagikan ke tiga anaknya yang mengaku sedang lapar. Bahkan sebelum berangkat kerja, korban sempat mengeluh sakit pada bagian perutnya. "Saya pikir sakit biasa. Rupanya sakit itu, pertanda lapar sejak malam," ujar sang istri sambil menambahkan dirinya tidak sempat keluar minta singkong ke tetangga untuk makan suami karena waktu sudah malam. -- -- Achmad Y. Sjarifuddin. E-mail: abu [at] lathiifa.com Website: http://www.lathiifa.com -------------------------------------------------- Official Mailing List: Porsenipar ke IV Tahun 2007 -=== Perumahan BDB2 dan BDB3, Cibinong, Bogor ===- -= Menjiwai Semangat Kebangsaan dengan Prestasi =- | Official Website: http://www.porsenipar.web.id | ------- Porsenipar Media Center: 6849-6001 ------- -------------------------------------------------- Official Mailing List: Porsenipar ke IV Tahun 2007 -=== Perumahan BDB2 dan BDB3, Cibinong, Bogor ===- -= Menjiwai Semangat Kebangsaan dengan Prestasi =- | Official Website: http://www.porsenipar.web.id | ------- Porsenipar Media Center: 6849-6001 ------- Nama baru untuk Anda! Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. Cepat sebelum diambil orang lain! http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
