Posting tsb ditujukan buat siapa, pak? Ada yang belum menemukan ranting dan pohon di milis ini? :-) Apa perlu minta bantuan tukang kayu? :-)
--amin Pada tanggal 01/07/08, jaerony <[EMAIL PROTECTED]> menulis: > > *Cinta Dan Perkawinan > * > Satu hari, Plato bertanya pada gurunya, "Apa itu cinta? Bagaimana saya bisa > menemukannya? " > > Gurunya menjawab, "Ada ladang gandum yang luas didepan sana.Berjalanlah > kamu dan tanpa boleh mundur kembali, kemudian ambillah satu saja ranting. > Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap paling menakjubkan, artinya > kamu telah menemukan cinta" > > Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangan > kosong, tanpa membawa apapun. > > Gurunya bertanya, "Mengapa kamu tidak membawa satupun ranting?" > > Plato menjawab, "Aku hanya boleh membawa satu saja, dan saat berjalan tidak > boleh mundur kembali (berbalik). Sebenarnya aku telah menemukan yang paling > menakjubkan, tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di > depan sana, jadi tak kuambil ranting tersebut Saat kumelanjutkan berjalan > lebih jauh lagi, baru kusadari bahwasanya ranting - ranting yang kutemukan > kemudian tak sebagus ranting yang tadi, jadi tak kuambil sebatangpun pada > akhirnya". Gurunya kemudian menjawab " Jadi ya itulah cinta" > > Di hari yang lain, Plato bertanya lagi pada gurunya, "Apa itu perkawinan? > Bagaimana saya bisa menemukannya? " > > Gurunya pun menjawab "Ada hutan yang subur didepan sana. Berjalanlah tanpa > boleh mundur kembali (menoleh) dan kamu hanya boleh menebang satu pohon > saja. Dan tebanglah jika kamu menemukan pohon yang paling tinggi, karena > artinya kamu telah menemukan apa itu perkawinan" > > Plato pun menjawab, "Sebab berdasarkan pengalamanku sebelumnya, setelah > menjelajah hampir setengah hutan, ternyata aku kembali dengan tangan kosong. > Jadi dikesempatan ini, aku lihat pohon ini, dan kurasa tidaklah buruk-buruk > amat, jadi kuputuskan untuk menebangnya dan membawanya kesini. Aku tidak mau > menghilangkan kesempatan untuk mendapatkannya" > > Gurunyapun kemudian menjawab, "Dan ya itulah perkawinan" > > Cinta itu semakin dicari, maka semakin tidak ditemukan. > > Cinta adanya di dalam lubuk hati, ketika dapat menahan keinginan dan > harapan yang lebih. > > Ketika pengharapan dan keinginan yang berlebih akan cinta, maka yang > didapat adalah kehampaan... tiada sesuatupun yang didapat, dan tidak dapat > dimundurkan kembali. > > Waktu dan masa tidak dapat diputar mundur. > > Terimalah cinta apa adanya. > > Perkawinan adalah kelanjutan dari Cinta. > > Adalah proses mendapatkan kesempatan, ketika kamu mencari yang terbaik > diantara pilihan yang ada, maka akan mengurangi kesempatan untuk > mendapatkannya. > Ketika kesempurnaan ingin kau dapatkan, maka sia - sialah waktumu dalam > mendapatkan perkawinan itu, karena sebenarnya kesempurnaan itu hampa adanya. > > > ******************************* > > >
