He ... he...he....... jangan prasangka!
Mungkin ada lho anggota milis ini yang masih ngebanding-bandingin suami atawa
isterinya, itu nggak bener!
Tapi yang mau nambah ..... (apa bisa dibilang ranting yang lain ya ... he...
he.. he......)
----- Original Message -----
From: amin widada
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Tuesday, July 01, 2008 12:45 PM
Subject: Re: [porsenipar] Cinta Dan Perkawinan
Posting tsb ditujukan buat siapa, pak?
Ada yang belum menemukan ranting dan pohon di milis ini? :-)
Apa perlu minta bantuan tukang kayu? :-)
--amin
Pada tanggal 01/07/08, jaerony <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
Cinta Dan Perkawinan
Satu hari, Plato bertanya pada gurunya, "Apa itu cinta? Bagaimana saya bisa
menemukannya? "
Gurunya menjawab, "Ada ladang gandum yang luas didepan sana.Berjalanlah
kamu dan tanpa boleh mundur kembali, kemudian ambillah satu saja ranting. Jika
kamu menemukan ranting yang kamu anggap paling menakjubkan, artinya kamu telah
menemukan cinta"
Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangan
kosong, tanpa membawa apapun.
Gurunya bertanya, "Mengapa kamu tidak membawa satupun ranting?"
Plato menjawab, "Aku hanya boleh membawa satu saja, dan saat berjalan tidak
boleh mundur kembali (berbalik). Sebenarnya aku telah menemukan yang paling
menakjubkan, tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan
sana, jadi tak kuambil ranting tersebut Saat kumelanjutkan berjalan lebih jauh
lagi, baru kusadari bahwasanya ranting - ranting yang kutemukan kemudian tak
sebagus ranting yang tadi, jadi tak kuambil sebatangpun pada akhirnya". Gurunya
kemudian menjawab " Jadi ya itulah cinta"
Di hari yang lain, Plato bertanya lagi pada gurunya, "Apa itu perkawinan?
Bagaimana saya bisa menemukannya? "
Gurunya pun menjawab "Ada hutan yang subur didepan sana. Berjalanlah tanpa
boleh mundur kembali (menoleh) dan kamu hanya boleh menebang satu pohon saja.
Dan tebanglah jika kamu menemukan pohon yang paling tinggi, karena artinya kamu
telah menemukan apa itu perkawinan"
Plato pun menjawab, "Sebab berdasarkan pengalamanku sebelumnya, setelah
menjelajah hampir setengah hutan, ternyata aku kembali dengan tangan kosong.
Jadi dikesempatan ini, aku lihat pohon ini, dan kurasa tidaklah buruk-buruk
amat, jadi kuputuskan untuk menebangnya dan membawanya kesini. Aku tidak mau
menghilangkan kesempatan untuk mendapatkannya"
Gurunyapun kemudian menjawab, "Dan ya itulah perkawinan"
Cinta itu semakin dicari, maka semakin tidak ditemukan.
Cinta adanya di dalam lubuk hati, ketika dapat menahan keinginan dan
harapan yang lebih.
Ketika pengharapan dan keinginan yang berlebih akan cinta, maka yang
didapat adalah kehampaan... tiada sesuatupun yang didapat, dan tidak dapat
dimundurkan kembali.
Waktu dan masa tidak dapat diputar mundur.
Terimalah cinta apa adanya.
Perkawinan adalah kelanjutan dari Cinta.
Adalah proses mendapatkan kesempatan, ketika kamu mencari yang terbaik
diantara pilihan yang ada, maka akan mengurangi kesempatan untuk
mendapatkannya.
Ketika kesempurnaan ingin kau dapatkan, maka sia - sialah waktumu dalam
mendapatkan perkawinan itu, karena sebenarnya kesempurnaan itu hampa adanya.
*******************************