Minggu, 21/02/2010 15:30 WIB

Menghindari Risiko Tersambar Petir
Irna Gustia - detikHealth




(Foto: Reuters)Jakarta, Angin kencang, awan gelap dan hujan adalah tanda 
peringatan akan datangnya petir. Semua tempat punya risiko tersambar petir tapi 
ada beberapa tindakan yang dapat mengurangi risiko terkena sambaran petir.

Bahaya tersambar petir berakibat sangat serius mulai dari pingsan, terbakar 
hingga menyebabkan kematian. Tapi banyak orang yang meremehkan bahaya petir 
saat cuaca sedang buruk.

Seperti dikutip dari NOAA's National Weather Service, Minggu (21/2/2010), di 
Amerika petir lebih mematikan dari pada topan atau tornado. Rata-rata petir 
membunuh 73 orang dan melukai 300 orang per tahun di Amerika.

Sambaran petir ini sangat berbahaya karena bisa merusak sirkulasi darah, 
pernapasan dan sistem saraf. Itulah yang menyebabkan orang sampai mati jika 
tersambar petir secara langsung.

Petir terjadi karena adanya tarik-menarik antara muatan positif dan negatif di 
atmosfer yang mengakibatkan penumpukan energi listrik. Pemanasan dan 
pendinginan udara yang cepat ini menghasilkan gelombang kejut yang nantinya 
menghasilkan petir.

Selama terjadi badai, hujan akan mendapat tambahan elektron yang bermuatan 
negatif. Kelebihan elektron ini nantinya akan mencari muatan positif di tanah. 
Muatan ini mengalir dari awan dan mencari elektron bebas lain untuk kemudian 
menciptakan jalur konduktif. Ketika lonjakan arus yang melewati jalur ini 
semakin tinggi terciptalah petir.

Jika petir datang segeralah mencari tempat tertutup yang aman untuk berlindung. 
Perhatikan pula tempat-tempat yang sebaiknya dihindari.

1. Jika Anda terperangkap di luar segera masuk ke dalam bangunan. Tidak ada 
tempat yang aman di luar. Larilah ke mobil atau bangunan yang aman setelah Anda 
mendengar guntur.
2. Jangan berada di sawah, lapangan, taman. Karena petir mencari tanah untuk 
melepaskan energinya.
3. Jika sedang di kolam renang dan terlihat tanda-tanda awan sudah gelap 
segeralah ke luar karena kolam renang adalah sasaran empuk buat petir melepas 
energi.
4. Jangan berlindung di bawah pohon karena pohon yang tersambar petir energinya 
bisa melompat ke tubuh.
5. Jauhi tiang listrik, menara atau sesuatu yang tinggi yang mudah tersambar 
petir.
6. Jika sedang berteduh di luar ruangan jangan terlalu dekat dengan orang lain 
setidaknya beri jarak 3-5 meter untuk menghindari lontaran energi jika ada 
petir.
7. Jika sedang mengendarai motor segeralah berhenti dan cari tempat berlindung.

Tempat yang aman dari petir adalah:
1. Mobil, karena petir hanya akan mengelilingi permukaan mobil lalu energinya 
jatuh ke tanah.
2. Rumah, dengan syarat jika ada petir cabut stop kontak listrik seperti 
televisi dan komputer karena antena TV bisa menghantarkan listrik yang 
tersambar petir. Jauhi teras. Jangan menelpon pakai telpon rumah karena arus 
listrik bisa melewati sambungan telpon. Pakai telpon genggam lebih aman. 
Menjauhlah dari peralatan rumah yang terbuat dari logam seperti kusen atau 
pegangan pintu dari logam.

Asal tahu saja, kilat dapat menyambar di tempat yang sama sebanyak dua kali 
atau bahkan ratusan kali. Kondisi yang menarik bagi petir tidak mungkin 
berubah. Jadi jika ada sambaran petir dekat dengan Anda, jangan menganggap Anda 
sudah aman.

NOAA's National Weather Service menyarankan Anda mengikuti aturan 30/30 untuk 
mengetahui apakah Anda sudah aman atau belum. Caranya menghitung detik setelah 
ada sambaran kilat. Jika Anda mendengar petir mulailah menghitung dalam waktu 
30 detik kemudian berlarilah ke tempat yang aman. Jangan ke luar ruangan lagi 
sampai 30 menit setelah bunyi petir terakhir.

Fakta tentang petir:
1. Udara dalam petir panasnya mencapai 50.000 derajat fahrenheit
2. Tanah yang tersambar petir menghasilkan listrik 100 juta sampai 1 miliar 
volt listrik
3. Panas sambaran kilat lima kali lebih panas dari permukaan matahari.

(ir/ir) 


http://health.detik.com/read/2010/02/21/153002/1303794/763/menghindari-risiko-tersambar-petir

http://teknologi2050.blogspot.com/2010/03/menghindari-risiko-tersambar-petir.html

<<petir-(reuters)-dalam.jpg>>

Kirim email ke