Membicarakan seorang manusia semacam Nurdin Halid (jika dia memang manusia, 
bukan penjelmaan iblis) benar-benar bikin kepala kita jadi pusing sendiri. 
Karena apapun kata orang dia tidak akan pernah terpengaruh, mungkin memang 
benar2 tidak punya nurani dan rasa malu lagi. Bayangkan, selama dia jadi ketua 
PSSI jelas-jelas tidak ada prestasinya, yang terjadi justru berbagai skandal 
dan keputusan yang aneh-aneh. Sebagian besar masyarakat sepakbola Indonesia 
sudah menyatakan penolakannya, tapi dia tetap ngotot maju dengan berbagai 
rekayasa peraturan, bahkan mendiskwalifikasi calon lain. Dengan latar belakang 
sebagai seorang narapidana kasus korupsi, dan berbagai skandal yang telah 
diketahui publik secara luas, bahkan sorang presiden SBY pun tidak mampu 
melengserkannya melalui Konggres SEpakbola Nasional di Malang tahun lalu. 
Nurdin Halid, ................

From: [email protected]
To: [email protected]
Date: Tue, 22 Feb 2011 12:00:35 +0700
Subject: [porsenipar] Suporter: Ayo Turun ke Jalan Adang Nurdin!











Bagi penggila kekuasaan cara 
seperti Nurdin Halid ini perlu ditiru :  TIDAK NDENGERIN APA ORANG BILANG, 
TIDAK TAHU DIRI INSTITUSINYA ITU "MILIK" SIAPA dsb.
Di kita ada nggak yang kaya' 
gitu, berbekal "songongisme"! 
Bah .....
 
*************************************************** 
 
 
Calon Ketua Umum 
PSSI
Suporter: Ayo Turun ke Jalan Adang 
Nurdin!

Tribunnews.com - Minggu, 20 
Februari 2011 01:02 WIB



TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - 
Kelompok suporter sepak bola di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta 
mengancam akan turun ke jalan untuk memprotes pelaksanaan Kongres PSSI di Bali. 
Mereka juga menolak Nurdin Halid dicalonkan kembali sebagai Ketua Umum 
PSSI.

Suporter yang menyatakan penolakan terhadap pencalonan Nurdin dan 
pelaksanaan Kongres PSSI di Bali itu adalah Snex (Semarang), Panser Biru 
(Semarang), SMM (Kudus), Basoka (Kudus), Spinx (Purwodadi), Laskar Petir 
(Purwodadi), Roban Mania (Batang), Rewo-Rewo (Batang), Simo Lodro (Magelang), 
De 
Brur (Magelang), Ganster (Rembang), Gengster (Salatiga), Banaspati (Jepara), 
Jetman (Jepara), dan Kalongmania (Pekalongan).

Selain itu, ada Laskar 
Nusakambangan (Cilacap), Paser Bumi (Bantul), Slemania (Sleman), Saminista 
(Blora), Barong (Blora), Senopati (Yogyakarta), Pasoepati (Solo), Laskar 
Pandanaran (Boyolali), Laskar Lawu (Karanganyar), Paskas (Sukoharjo), Laskar 
Sukowati (Sragen), Brajamusti (Yogyakarta), dan Maiden 
(Yogyakarta).

"Kalau aparat hukum mengizinkan pelaksanaan Kongres PSSI di 
Bali, para suporter itu akan turun ke jalan," kata Peneliti Korupsi Politik 
Indonesia Corruption Watch (ICW), Apung Widadi, dalam siaran persnya yang 
dikirimkan kepada kantor berita Antara di Surabaya, Sabtu (19/2/2011) 
malam.

Gabungan kelompok suporter sepak bola dari Jawa Tengah dan DI 
Yogyakarta itu mendesak Kepala Kepolisian Daerah Bali, Menteri Pemuda dan 
Olahraga, dan pihak Istana Presiden untuk tidak memberikan izin penyelenggaraan 
Kongres PSSI di Bali. Mereka juga menolak pencalonan kembali Nurdin Halid 
sebagai Ketua Umum PSSI periode 2011-2015 dalam kongres di Bali 
itu.

Penolakan itu akan dideklarasikan dalam sarasehan sepak bola 
memperingati HUT ke-11 Pasoepati di Solo pada 21-22 Februari 2011. "Mereka akan 
menyuarakan kepentingan rakyat Indonesia karena suporter sepak bola adalah 
pemilik republik ini," ucapnya.

Apung mengemukakan, sepak bola merupakan 
sarana efektif untuk konsolidasi anak bangsa sekaligus cermin peradaban 
publik.

"Sepak bola bukanlah alat politik kekuasaan, melainkan kekuatan 
politik nasional. Sepak bola merupakan hak setiap warga negara dan bukan untuk 
kepentingan pribadi atau golongan," katanya.

Oleh sebab itu, para 
suporter dan ICW menolak dengan tegas pencalonan kembali Nurdin Halid dan 
kandidat lain yang berlatar belakang aktivis partai politik dan 
merepresentasikan kekuasaan serta kepentingan bisnis semata.

"Kami 
meminta dengan tegas kepada tim verifikasi calon ketua umum PSSI untuk 
menjabarkan secara terbuka jejak rekam para calon," ujarnya.

Kepada 
pengurus PSSI dan Exco PSSI, suporter dan ICW meminta penyelenggaraan Kongres 
PSSI di tempat yang mudah diakses seluruh masyarakat sepak bola Indonesia. 
(*)



Editor: Iwan 
Apriansyah  |  Sumber: Kompas.com
 
 
http://www.tribunnews.com/2011/02/20/suporter-ayo-turun-ke-jalan-adang-nurdin   
                                  

Kirim email ke