Masih mau merokok, ada babinya lho!?
Oopppss .... jadi mulai mikir-mikir nich kalo mau merokok ....

Kalo Gudang Garam filter ada babinya nggak ya? Maklum, merokok Gudang Garam 
filter karena dia juga sponsornya EPL sih. He..he..he......

Wass / Jaerony.-

*****************************************************

FAKTA: ROKOK MENGANDUNG BABI!!!

Diterbitkan 26 Agustus, 2010 FAKTA 2 Comments 


Sydney - Kabar mengejutkan datang dari penelitian tentang rokok. Ternyata, 
filter rokok mengandung hemoglobin atau protein darah babi! Benarkah?

Sebuah riset terbaru dari seorang ilmuwan Belanda mengguncangkan publik. Dia 
menemukan kandungan hemoglobin (darah merah) dari babi sebagai salah satu bahan 
untuk filter rokok.

Fakta mencengangkan ini diungkapkan peneliti dari Eindhoven, Belanda, Christien 
Meindertsma, dan lalu didukung oleh Profesor Kesehatan Masyarakat dari 
University of Sydney, Simon Chapman.

Hemoglobin atau protein darah babi, ternyata digunakan untuk membuat filter 
rokok agar lebih efektif untuk menangkap bahan kimia berbahaya, sebelum masuk 
paru-paru seorang perokok. Menurut Chapman, industri rokok dunia memang kerap 
merahasiakan bahan-bahan yang mereka gunakan.

"Menurut mereka, ini adalah bisnis dan rahasia dagang kami," kata Chapman 
seperti dilansir News.com, Kamis (1/4/2010).

Prof Chapman mengatakan penelitian ini memberitahu dunia tentang rahasia 
pembuatan rokok, dan untuk meningkatkan kepedulian terhadap umat Muslim dan 
Yahudi yang taat, karena babi sangat diharamkan bagi kedua agama tersebut.

"Masyarakat Yahudi dan Muslim pasti akan menanggapi hal ini dengan sangat 
serius, dan juga para vegetarian," pungkas Chapman.

Tak ayal temuan ini menjadi bahan diskusi serius para ulama Islam dan para 
agamawan Yahudi di berbagai negara.

Menurut kedua peneliti, riset itu merupakan bagian dari rahasia bisnis dan 
dagang. Hal itu, kata meraka, dimaksudkan untuk meningkatkan kepedulian umat 
Islam dan Yahudi yang mengharamkan babi.

Sementara ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) belum mengetahui berita tersebut. 
Namun jika penelitian itu benar, maka MUI tidak segan-segan untuk memutuskan 
fatwa haram. MUI juga akan meminta BP POM untuk melakukan penelitian atas 
temuan itu.

Sebelumnya, persoalan hukum merokok sempat menjadi polemik. Terutama, setelah 
Muhammadiyah mengeluarkan fatwa yang mengharamkan merokok. Bahkan, Pemerintah 
Provinsi DKI Jakarta melarang warganya merokok di tempat umum. Meski demikian, 
minat orang untuk merokok tetap tinggi.

So, Jangan heran dengan banyaknya moral masyarakat yang rusak, ada benarnya kan 
kata pepatah, karakter seseorang itu sesuai dengan apa yang masuk ke perutnya. 
Jika baik yang masuk ke perutnya maka baiklah dia, jika buruk yang masuk ke 
perutnya buruklah dia. 



http://bebasrokok.wordpress.com/2010/08/26/fakta-rokok-mengandung-babi/

Kirim email ke