Suatu kemunduran bukan kemajuan di Jepang ada KRL yg EKspres ada jg yg Ekonomi 
(AC dan Heater) sebaiknya Ekonomi AC yg ditambah bukannya Express/Pakuan yg 
dialih fungsikan sbg Ekonomi AC..kadang bingung juga dg kebikaksanaan para 
punggawa PT.KA sebab mrk tdk pernah naik KRL kali ya?

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: [email protected]
Date: Thu, 24 Mar 2011 15:17:10 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [porsenipar] April, Kereta Ekspres Berhenti di Semua Stasiun
 April, Kereta Ekspres Berhenti di Semua Stasiun
 
Kamis, 24 Maret 2011 | 11:19 WIB 
 TEMPO Interaktif, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia memastikan mulai 1 April, 
seluruh rangkaian kereta akan berhenti di semua stasiun. Mekanisme ini juga 
berlaku terhadap kereta ekspres yang sebelumnya memiliki lama perjalanan lebih 
cepat karena hanya berhenti di beberapa stasiun saja. Penetapan perubahan tarif 
serta perubahan jadwal masih menungggu keputusan Direktorat Jenderal 
Perkeretaapian yang akan diputuskan hari ini. 
“Tarifnya bisa berkurang, bertambah, atau tetap. Karena kan sekarang berhenti 
di semua stasiun jadi bisa dinikmati semakin banyak warga,” ujar Kepala Humas 
DAOP 1 PT KAI, Mateta Rizalulhaq, Kamis (24/3). 
Alasan perubahan pengoperasian ini, kata Mateta, agar tidak terjadi penumpukkan 
penumpang di satu titik hingga membuat angka kriminal tinggi. Selain itu, 
mekanisme ini juga memberikan kemudahan kepada warga untuk memilih kelas kereta 
di stasiun terdekat. 
“Penambahan waktu perjalanan untuk kereta pakuan sekitar 26 menit yaitu 
sebelumnya 55 menit menjadi 81 menit. Bekasi ekspres dari sebelumnya 35 menit 
menjadi 45 menit. Benteng ekspres dari 45 menit menjad 55 menit. Namun untuk 
semua kereta ekonomi dan Serpong ekspres lama perjalanannya tidak mengalami 
perubahan,” tutur Mateta. 
Ade Trisetyo (23), Pegawai Negeri Sipil yang kerap menggunakan kereta 
menyatakan kekecewaannya atas perubahan mekanisme ini. Seharusnya PT KAI 
melakukan survey dan sosialisasi sebelum memastikan akan memberlakukan 
pemberhentian semua kereta di semua stasiun. Mekanisme ini juga dinilai sangat 
membahayakan para ibu hamil karena kereta yang ditumpanginya menjadi semakin 
penuh sesak. 
“Kebijakan yang benar itu PT KAI membuat rel ganda, sehingga semakin banyak 
kereta yang dapat menampung penumpang. Dan kereta ekonomi sebaiknya ditiadakan, 
subsidi untuk kereta tersebut bisa diberikan untuk kelas ekonomi ac yang lebih 
baik pelayanannya,” ujar Adet.
 
  RENNY FITRIA SARI 

Kirim email ke