Bkn ga prnah naik krl bu, tp ga prnah blajar jd manusia shingga ga prnah "memanusiakan" manusia.. Sent from my BlackBerry Wireless Handheld Powered by Gee! from StarHub
-----Original Message----- From: [email protected] Date: Fri, 25 Mar 2011 00:58:38 To: [email protected]<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [porsenipar] April, Kereta Ekspres Berhenti di Semua Stasiun Suatu kemunduran bukan kemajuan di Jepang ada KRL yg EKspres ada jg yg Ekonomi (AC dan Heater) sebaiknya Ekonomi AC yg ditambah bukannya Express/Pakuan yg dialih fungsikan sbg Ekonomi AC..kadang bingung juga dg kebikaksanaan para punggawa PT.KA sebab mrk tdk pernah naik KRL kali ya? Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -----Original Message----- From: [email protected] Date: Thu, 24 Mar 2011 15:17:10 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [porsenipar] April, Kereta Ekspres Berhenti di Semua Stasiun April, Kereta Ekspres Berhenti di Semua Stasiun Kamis, 24 Maret 2011 | 11:19 WIB TEMPO Interaktif, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia memastikan mulai 1 April, seluruh rangkaian kereta akan berhenti di semua stasiun. Mekanisme ini juga berlaku terhadap kereta ekspres yang sebelumnya memiliki lama perjalanan lebih cepat karena hanya berhenti di beberapa stasiun saja. Penetapan perubahan tarif serta perubahan jadwal masih menungggu keputusan Direktorat Jenderal Perkeretaapian yang akan diputuskan hari ini. “Tarifnya bisa berkurang, bertambah, atau tetap. Karena kan sekarang berhenti di semua stasiun jadi bisa dinikmati semakin banyak warga,” ujar Kepala Humas DAOP 1 PT KAI, Mateta Rizalulhaq, Kamis (24/3). Alasan perubahan pengoperasian ini, kata Mateta, agar tidak terjadi penumpukkan penumpang di satu titik hingga membuat angka kriminal tinggi. Selain itu, mekanisme ini juga memberikan kemudahan kepada warga untuk memilih kelas kereta di stasiun terdekat. “Penambahan waktu perjalanan untuk kereta pakuan sekitar 26 menit yaitu sebelumnya 55 menit menjadi 81 menit. Bekasi ekspres dari sebelumnya 35 menit menjadi 45 menit. Benteng ekspres dari 45 menit menjad 55 menit. Namun untuk semua kereta ekonomi dan Serpong ekspres lama perjalanannya tidak mengalami perubahan,” tutur Mateta. Ade Trisetyo (23), Pegawai Negeri Sipil yang kerap menggunakan kereta menyatakan kekecewaannya atas perubahan mekanisme ini. Seharusnya PT KAI melakukan survey dan sosialisasi sebelum memastikan akan memberlakukan pemberhentian semua kereta di semua stasiun. Mekanisme ini juga dinilai sangat membahayakan para ibu hamil karena kereta yang ditumpanginya menjadi semakin penuh sesak. “Kebijakan yang benar itu PT KAI membuat rel ganda, sehingga semakin banyak kereta yang dapat menampung penumpang. Dan kereta ekonomi sebaiknya ditiadakan, subsidi untuk kereta tersebut bisa diberikan untuk kelas ekonomi ac yang lebih baik pelayanannya,” ujar Adet. RENNY FITRIA SARI
