Dari milis sebelah, mudah-mudahan dapat memberikan inspirasi ....

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

1500 KALI DITOLAK


Ia lahir dari keluarga miskin di New York, di tangga pintu sebuah sekolah. 
Akibat proses kelahiran yang kurang lancar, ada kelainan saraf di bagian 
mukanya, sisi kanan wajahnya menjadi tidak normal.

Ia juga berbicara gagap, dan ujung bibirnya selalu tertarik ke bawah. Karena 
kekurangannya, di usia remaja ia dimasukkan ke sekolah bagi anak dengan 
kebutuhan khusus.

Ia mempunyai mimpi untuk menjadi aktor. Ia mengikuti audisi ke mana-mana. Akan 
tetapi wajahnya yang 'seperti orang cacat mental' dan gaya bicara yang gagap, 
serta aktingnya yang kaku, membuat ia selalu ditolak.

Tetapi ia pantang menyerah walau ditolak sebanyak 1500 kali.!
Dia mendapatkan peran pertamanya dengan datang ke sebuah agency pukul 4 sore. 
Tetapi agen film menolak untuk bertemu dengannya. Keesokan paginya ketika sang 
agen datang, ia menemukan si pemuda tetap menunggu.

Akhirnya sang agen tsb tidak tega dan memberinya kesempatan sebagai pemain 
figuran yang muncul beberapa menit saja.

Ia tidak bisa membayar alat pemanas ketika suhu sangat dingin di New York. Ia 
terpaksa ke perpustakaan, sekedar untuk mendapatkan suhu hangat.

Hidupnya tak kunjung membaik. Istrinya mulai tidak tahan dan selalu memintanya 
mencari pekerjaan 'sungguhan'. Tetapi ia tetap bersikeras dengan impiannya di 
dunia akting.

Titik terendah dalam hidupnya adalah saat ia harus menjual Timmy, anjing 
kesayangannya US$ 25 untuk bisa menyambung hidupnya.

Pemuda tsb adalah: Sylvester Stallone, yang biasa dipanggil 'Sly'. 

'Rocky' dan 'Rambo' adalah beberapa film awal yang dibintanginya dan 
melambungkan namanya sebagai ikon film laga Hollywood hingga kini.

Kadang terasa demikian berat dalam mencapai cita-cita dan impian kita. Seakan 
seluruh dunia dan orang terdekat tidak mendukung kita. 
Di saat seperti itu, ingatlah Sly yang harus mengalami penolakan sampai 1500 
kali dan jatuh ke titik terendah dalam hidupnya sebelum perlahan terus 
persistent merealisasikan impiannya.

Terus persistent & berdoa...barakallah fiikum.


Pramono Dewo

Kirim email ke