Masih segar dalam ingatan kita, ketika Mou mengantarkan Inter memenangi Piala 
Champions dengan melakukan sepak bola negatif tahun lalu. Sangat tidak enak 
ditonton! 
Mungkinkah Mou melakukan hal yang sama saat Final Piala Raja nanti malam?
=================================================================

Hadapi Barcelona, Mourinho Alami Dilema Taktik 
Selasa, 19 April 2011 | 11:01 WIB

TEMPO Interaktif,Madrid: Jose Mourinho dihadapkan pada masalah krusial melawan 
Barcelona pada laga final Piala Raja di Stadion Mestalla besok. Ia harus 
memutuskan apakah akan menurunkan taktik menyerang atau justru menaruh 
'gerbong' (menumpuk pemain) dengan memakai strategi bertahan untuk 
menyumbangkan gelar pertama bagi Los Blancos musim ini

Legenda Madrid, Alfredo Di Stefano mengejek taktik Mou ketika membawa anak 
asuhnya bermain seri 1-1 dengan Barca dalam duel El Clasico, Sabtu lalu.



Pria yang menjabat sebagai presiden kehormatan Madrid itu menggambarkan bahwa 
Barcelona bermain sebagai singa yang melawan tikus. Ia meminta Mou mengubah 
taktiknya dalam laga kedua dalam empat pertandingan 'klasik' antara kedua tim 
yang akan dimainkan dalam 18 hari.



"Madrid harus mengubah taktik permainan seperti Sabtu lalu. Karena berusaha 
menyerang Barcelona lewat serangan balik bukan ide yang bagus," kata Di 
Stefano, 84 tahun, dalam artikelnya di harian olahraga Marca, Selasa (19/4).



Barcelona, menurut Di Stefano memperlakukan bola dengan 'hormat' dan bahkan 
memujanya. "Mereka (pemain Barcelona) bahkan terlalu memanjakannya. Senang 
rasanya melihat tim ini bermain," ujarnya.



Mou menerapkan strategi serangan balik di Bernabeu. Pemain Madrid memang 
membuat laskar Barcelona frustrasi yang berujung pada kegagalan Los Cules 
memetik kemenangan keenam beruntun dari El Real. Hasil itu menggagalkan upaya 
Barcelona mengulangi kemenangan 5-0 dalam duel pertama El Clasico, November 
lalu.



Sempat tertinggal 1-0 lewat bermain dengan 10 pemain, Madrid bangkit dan 
berhasil menyamakan kedudukan 1-1 lewat tendangan penalti Cristiano Ronaldo. 
Namun di lain pihak hasil itu juga mengakhiri peluang mereka untuk mendekati 
Barcelona di puncak klasemen, yang masih memegang keunggulan delapan poin di 
sisa enam pertandingan.



Mou sengaja memplot Pepe yang biasanya berperan sebagai bek tengah menjadi 
gelandang perusak. Pemain Brasil itu ditemani dua gelandang bertahan. 
Satu-satunya pemain yang dikorbankan adalah Mesut Ozil.



Toh, Ozil bisa memerankan posisinya dengan ciamik. Ia kerap berlari dan 
menelurkan umpan jitu ketika diturunkan sebagai pemain pengganti. Mou 
kemungkinan akan menurunkannya sejak awal permainan.



Bek Raul Albio tidak akan tampil akibat larangan tampil. Posisinya kemungkinan 
akan diisi Sergio Ramos yang akan digeser ke tengah, untuk bermain dengan 
Ricardo Carvalho.



Madrid, tinggal memiliki dua peluang gelar yaitu Piala Raja dan Liga Champions. 
Di pentas Eropa, Mou akan membawa pasukannya bertempur dengan Barcelona pada 
laga pertama semifinal pekan depan.



Adapun Guardiola, yang sukses mempersembahkan gelar Piala Raja ketika Barcelona 
meraih gelar treble pada 2009, mempunyai peluang yang sama tahun ini.



Ia akan kembali bisa menurunkan gelandang Argentina Javier Mascherano, yang 
kembali dari larangan tampil. Guardiola juga bisa mempercayakan lini 
pertahanannya kepada gacoannya Carlos Puyol, dengan catatan jika kapten itu 
tidak kembali menerima cedera paha. "Saya akan pergi ke Valencia meski tidak 
tahu apakah akan bermain atau tidak," kata Puyol.



Puyol menjawab diplomatis ketika ditanya apakah timnya akan mengubah strategi 
melihat hasil Sabtu lalu. "Setiap orang bermain dengan apa yang mereka yakini 
dan menggunakan senjata terbaiknya," ujarnya. "Kami memiliki filosofi dan cara 
bermain dan kami selalu menghormatinya".



Meski menguasai 72 persen bola, namun Puyol dan rekan gagal mencetak lebih dari 
sebiji gol pekan lalu. Legenda Barcelona, Johan Cruyff mengatakan itu 
seharusnya menjadi peringatan terutama melawan 'pelatih spesialis gelar' 
seperti Mourinho. "Tim besutan Guardiola telah dinasihati. Bahkan jika mereka 
bertahan dengan permainan tiki-taka, performa mereka akan meningkat," kata 
Cruyff dalam artikelnya di harian El Periodico.



REUTERS | bagus wijanarko

http://www.tempointeraktif.com/hg/sepakbola/2011/04/19/brk,20110419-328529,id.html

Kirim email ke