Menurut saya (sbg pengagum sejati Jose Mourinho), sebenarnya Jose tidak berniat memainkan negative foot ball, tapi menghadapi Barcelona memang tidak punya pilihan lain karena tidak pernah diberi kesempatan untuk mengembangkan permainan dan ditekan secara terus menerus sehingga hanya sibuk bertahan dari gempuran lawan dan sesekali berusaha mencuri kesempatan untuk melakukan serangan kilat. Kita lihat sewaktu laga Arsenal kontra Barcelona di perempatfinal liga champion. Arsenal yang kita kenal sebagai kesebelasan yang selalu menyerangpun ketika berhadapan dengan Barcelona juga hanya bisa bertahan, dan bola hanya bergulir di setengah lapangan.
Tapi saya berharap di final Copa Del Ray ini Real Madrid bisa menang 1 - 0 atas Barcelona............ Wassalam. From: [email protected] To: [email protected] Date: Wed, 20 Apr 2011 12:01:55 +0700 Subject: [porsenipar] Jelang El-Clasico Jilid-2 Masih segar dalam ingatan kita, ketika Mou mengantarkan Inter memenangi Piala Champions dengan melakukan sepak bola negatif tahun lalu. Sangat tidak enak ditonton! Mungkinkah Mou melakukan hal yang sama saat Final Piala Raja nanti malam? ================================================================= Hadapi Barcelona, Mourinho Alami Dilema Taktik Selasa, 19 April 2011 | 11:01 WIB TEMPO Interaktif,Madrid: Jose Mourinho dihadapkan pada masalah krusial melawan Barcelona pada laga final Piala Raja di Stadion Mestalla besok. Ia harus memutuskan apakah akan menurunkan taktik menyerang atau justru menaruh 'gerbong' (menumpuk pemain) dengan memakai strategi bertahan untuk menyumbangkan gelar pertama bagi Los Blancos musim ini Legenda Madrid, Alfredo Di Stefano mengejek taktik Mou ketika membawa anak asuhnya bermain seri 1-1 dengan Barca dalam duel El Clasico, Sabtu lalu.Pria yang menjabat sebagai presiden kehormatan Madrid itu menggambarkan bahwa Barcelona bermain sebagai singa yang melawan tikus. Ia meminta Mou mengubah taktiknya dalam laga kedua dalam empat pertandingan 'klasik' antara kedua tim yang akan dimainkan dalam 18 hari.“Madrid harus mengubah taktik permainan seperti Sabtu lalu. Karena berusaha menyerang Barcelona lewat serangan balik bukan ide yang bagus,” kata Di Stefano, 84 tahun, dalam artikelnya di harian olahraga Marca, Selasa (19/4).Barcelona, menurut Di Stefano memperlakukan bola dengan 'hormat' dan bahkan memujanya. “Mereka (pemain Barcelona) bahkan terlalu memanjakannya. Senang rasanya melihat tim ini bermain,” ujarnya.Mou menerapkan strategi serangan balik di Bernabeu. Pemain Madrid memang membuat laskar Barcelona frustrasi yang berujung pada kegagalan Los Cules memetik kemenangan keenam beruntun dari El Real. Hasil itu menggagalkan upaya Barcelona mengulangi kemenangan 5-0 dalam duel pertama El Clasico, November lalu.Sempat tertinggal 1-0 lewat bermain dengan 10 pemain, Madrid bangkit dan berhasil menyamakan kedudukan 1-1 lewat tendangan penalti Cristiano Ronaldo. Namun di lain pihak hasil itu juga mengakhiri peluang mereka untuk mendekati Barcelona di puncak klasemen, yang masih memegang keunggulan delapan poin di sisa enam pertandingan.Mou sengaja memplot Pepe yang biasanya berperan sebagai bek tengah menjadi gelandang perusak. Pemain Brasil itu ditemani dua gelandang bertahan. Satu-satunya pemain yang dikorbankan adalah Mesut Ozil.Toh, Ozil bisa memerankan posisinya dengan ciamik. Ia kerap berlari dan menelurkan umpan jitu ketika diturunkan sebagai pemain pengganti. Mou kemungkinan akan menurunkannya sejak awal permainan.Bek Raul Albio tidak akan tampil akibat larangan tampil. Posisinya kemungkinan akan diisi Sergio Ramos yang akan digeser ke tengah, untuk bermain dengan Ricardo Carvalho.Madrid, tinggal memiliki dua peluang gelar yaitu Piala Raja dan Liga Champions. Di pentas Eropa, Mou akan membawa pasukannya bertempur dengan Barcelona pada laga pertama semifinal pekan depan.Adapun Guardiola, yang sukses mempersembahkan gelar Piala Raja ketika Barcelona meraih gelar treble pada 2009, mempunyai peluang yang sama tahun ini.Ia akan kembali bisa menurunkan gelandang Argentina Javier Mascherano, yang kembali dari larangan tampil. Guardiola juga bisa mempercayakan lini pertahanannya kepada gacoannya Carlos Puyol, dengan catatan jika kapten itu tidak kembali menerima cedera paha. “Saya akan pergi ke Valencia meski tidak tahu apakah akan bermain atau tidak,” kata Puyol.Puyol menjawab diplomatis ketika ditanya apakah timnya akan mengubah strategi melihat hasil Sabtu lalu. “Setiap orang bermain dengan apa yang mereka yakini dan menggunakan senjata terbaiknya,” ujarnya. “Kami memiliki filosofi dan cara bermain dan kami selalu menghormatinya”.Meski menguasai 72 persen bola, namun Puyol dan rekan gagal mencetak lebih dari sebiji gol pekan lalu. Legenda Barcelona, Johan Cruyff mengatakan itu seharusnya menjadi peringatan terutama melawan 'pelatih spesialis gelar' seperti Mourinho. “Tim besutan Guardiola telah dinasihati. Bahkan jika mereka bertahan dengan permainan tiki-taka, performa mereka akan meningkat,” kata Cruyff dalam artikelnya di harian El Periodico.REUTERS | bagus wijanarko http://www.tempointeraktif.com/hg/sepakbola/2011/04/19/brk,20110419-328529,id.html
