Dari milis sebelah ... khususnya para roker: for your info! Dengan pengurus yang CARE seperti ini, lebih banyak bicara satu titik di atas (HANYA SATU TITIK !) dari banyak bekerjanya, tidak hanya kita sebagai member "direspek" tapi lebih dari itu: dilayani. Coba, kita bandingkan dengan sebuah kepengurusan yang kecenderungannya sok ngatur-ngatur thok ....
Wass / Jaerony.- ****************************** On 6/6/11, Setiyo <[email protected]> wrote: Rekan2 yang terhormat, sebagai pertanggungjawaban publik (halah) bersama ini saya kirimkan notulen pertemuan krlmania dengan PT KA/KCJ). Mohon maaf kalau ada kekurangan. Bagi yang hadir dalam acara tersebut silakan menambahkan. salam SB ---------------------------------------------------------------- Notulen Pertemuan KRLMania - KCJ - Dirjen Perkeretaapian Restoran Q'Nudle Rabu, 1 Juni 2011 Suhu ruangan: 32derajat kereta Moderator : Muhammad Rofiq (KRLMania) Perwakilan KRLMania : Agam Faturrachman (KRLMania) Perwakilan PT KA : Mateta, Ka Humas Daop I Jakarta Perwakilan LSM: Darmaningtyas (INSTRAN), Perwailan KCJ: Bambang Adi, Makmur Syaheran Roker KRLMania: Anna Dwiyana, Antony Ladjar, Muhammad Indra, Agus Imansyah, Nurcahyo, Ursula Sitorus, Ntho, Deddy Herlambang, Risca Serpong, dll Beberapa wartawan spt kompas, koran tempo, media indonesia, detik, republika, wartakota, Tivi One, DAAI TV. Moderator: Pelaksanaan diskusi ini berangkat dari kegelisahan sebagai konsumen terhadap pelayanan dari PT KA/PT KCJ. Banyak pelayanan yang harus dilihat satu persatu. Diskusi akan dibatasi hal-hal kecil menyangkut pelayanan. Misalnya bagaimana pelayanan gerbong krl ekonomi yang maksimal sesuai SPM: pintu kereta, kipas angin, dan lain-lain, (yang seharusnya bisa dipenuhi tanpa harus menunggu isu2 makro terselesaikan; soal keberphakan pemerintah, soal PSO dll). Diskusi membicarakan masalah riil perkeretaapian di Jabodetabek sehari2. Agam Faturohman memaparkan permasalahan kereta. Ada pepatah mengatakan "Seperti memetik buah di dahan rendah. Ada target yang mudah dicapai tanpa perlu banyak biaya. Daripada mengambil buah yang di dahan tinggi lebih baik mengambil buah yang bisa dijangkau. Masalah SPM sudah ditandatangani bahkan menjadi Peraturan Menteri. Ada 25 butir SPM akan dievaluasi 6 bulan sekali. Diskusi ini semacam evaluasi tiga bulanan dari pengguna krl. Dari 25 butir SPM, 24 butir erat berhubungan dengan krl jabotabek. Semuanya adalah sesuatu yang mudah dicapai. Pengguna mengharapkan agar bisa dicapai. Lihat lembaran prioritas yang sudah dibagikan. Agam menceritakan pengalaman mengapa bisa masuk krlmania: Saat itu dia sedang mencari info jadwal perjalanan KRL. Ia mendapatkan informasi jadwal yang ribet dari website krl.co.id. Sementara di website krlmania justru lebih simpel dan mudah didownload. Menceritakan masalah kereta yang salah jalur. Plang tertulis Bekasi. Padahal mau ke Bogor. Papan nama lupa dicopot. Penumpang Bekasi terlanjur naik karena tidak ada info kalau kereta tersebut mau ke Bogor. Proses mengganti plang adalah contoh permasalah yang mudah dan murah dilakukan. Kemudian permasalahan loket. Seperti tidak ada studi yang bagus tentang jalur antrian. Petugas loket cemberut, tidak informatif. Sementara petugas Sentinel justru lebih ramah dan informatif. Fasilitas kesehatan juga perlu disediakan. Agam menceritakan pengalaman menolong orang di sudimara. Tidak ada petugas yang menolong. Yang menolong justru penumpang, kemudian dilarikan ke rumah sakit dengan taksi. Masalah pintu, jendela krl ekonomi. Lampu penerangan sering mati. Kipas angin bulan lalu sudah memakan korban. Perlu stiker yang menyatakan bahwa semua tempat duduk adalah tempat duduk bagi penumpang prioritas. Masalah lainnya: kereta batal sering tidak diinformasikan. Semua usulan sudah ada di lembaran prioritas yang harus dilakukan PT KCJ/ PT KA. Moderator: Demikian hal-hal kecil (telah disampaikan oleh pak Agam yang menjadi problem keseharian KRL & seharusnya bisa diatasi oleh PT KCJ/PT KA tanpa perlu campur tangan dirjen KA atau /Menhub) . Pelayanan kurang maksimal salah satunya disebabkan problem kualitas SDM dlm hal ini skill dan) kapibilitas petugas sentinel. Pada kondisi sesak misalnya diharapkan petugas bisa memberitahukan kepada penumpang agar berdiri dan tidak duduk di kursi lipat. Mateta : Pada prinsipnya bahwa itikad baik dari komunitas krlmania adalah luar biasa. Bukan mau membantah ada contoh ketika petugas menolong ibu-ibu pingsan. Tapi harus meminta ijin dulu ke pimpinan. Kewajiban masyarakat untuk ikut serta mengamankan operasional PT KA. Apa yang ada dalam SPM sudah kita lakukan. Sejak sebelum lahir SPM. Cuma ada kendala keterbatasan. Ada kebiasaan lama yang belum bisa dirubah. Ini adalah koreksi. Apa yang dilakukan KRLMania adalah bentuk kepedulian. Sudah saya terima usulan krlmania. Saya pernah bertemu dengan pak agus untuk membentuk asosiasi. Kereta kondisinya akan seperti ini. Bagaimana kita bisa membatasi penumpang. Agar penumpang sesuai kapasitas misalnya 150 orang. Bagaimana supaya orang yang naik krl itu benar-benar sesuai kapasitas. Kalau dibatasi nanti penumpang bisa marah. Apakah KRL bisa seperti itu? Nggak bisa kita membatasi. Ketika penjualan tiket dibatasi, akan ada komplain dari penumpang. Insya allah apa yang telah diserahkan merupakan bagian penting. Sampai kapanpun tidak akan selesai masalah perkeretaapian jika ditumpahkan ke PT KA. Peran serta masyarakat spt krlmania sangat diperlukan. Misalnya pada saat ganti lampu hari ini besok hilang lagi. Petugas kami sangat2 terbatas. Pintu kereta ketika di dipo tertutup rapat, tapi ketika masuk stasiun diganjal. Kita tidak bisa mendeteksi. Kelebihan penumpang menjadi masalah utama. Berbicara masalah penertiban penumpang di atap. Ada tiga jenis penumpang di atap: mereka bangga diatap, beli tiket tapi tidak bisa masuk, penumpang yang tidak membeli tiket. Sementara di atap merupakan pelanggaran. Tugas PT KA hanya mengantarkan penumpang yang bertiket agar sampai tujuan. Untuk menuju apa yang diinginkan sedang proses. Kita sedang melakukan pembersihan. Tapi tidak semudah itu. Sudah bisa dilihat hasilnya misalnya kebersihan stasiun. Itikad baik dari krlmania adalah kekuatan bahwa masyarakat sungguh-sungguh memperhatikan krl. Mari kita sama-sama. Mari kita bicara dalam tim kecil. Jadi bentuk partisipasi jangan setengah-setengah. Pada prinsipnya saya senang hati menerima masukan dari krlmania. Bagaimana membatasi penumpang adalah kesulitan kami. - andil kesemrawutan itu pertama tiket kereta api yang sangat murah - waktu beraktivitas sama sehingga pada titik tertentu terjadi akumulasi > penumpang. Saya akan membawa masukan kami ke manajemen kami. KRLMania diminta membuat tim untuk diskusi lebih lanjut. Moderator: meminta agar ada upaya peningkatan kepedulian petugas Mateta: mari kita bicara sama-sama. membentuk tim. Tapi jangan lama-lama. Darmaningtyas: KRLMania juga harus membahas masalah apa yang bisa dilakukan oleh penumpang. Menceritakan pengalaman naik krl ac, ada orang menganjal pintu tapi penumpang diam saja. Penumpang harus bertanggung jawab juga. Naik krl dari manggarai, di tebet ada preman naik dan menahan pintu tapi penumpang diam. Penumpang apatis dan asosial. Ada penganiayaan tapi penumpang diam. Ada problem di kalangan penumpang bahwa kita tidak care menjaga fasilitas umum. Perlu pendidikan publik agar menjadi konsumen kritis. Kita bisa mendorong perbaikan ke manajemen. Tapi kalau ada perusakan fasilitas oleh penumpang jadi percuma. perlu ada edukasi buat penumpang. Tarif krl ekonomi juga tidak rasional/ tidak layak. Dalam sejarah, SBY presiden yang menurunkan harga tiket krl. Tingkah laku penumpang di krl yang boros seperti merokok, main hape. Bagaimana kalau ditawarkan: tiket naik, tapi ada perbaikan. perlu ada edukasi penumpang yang sadar dan kritis. Agam: perlu hotline tempat penumpang melapor. hingga bisa langsung ditangani. Darmaningtyas: penumpang harus punya kesadaran untuk menjaga fasilitas publik. Dari berbagai pengalaman regulator/operator kalau tekanan publik kuat maka akan manut. Tapi tidak sekedar menekan. harus ada penumpang terdidik. Agam : Sama seperti masalah korupsi. Mereka takut pembalasan dari orang yang dilaporkan korupsi. Perlu ada petugas yang bertugas menindak seperti KPK. Darmaningtyas : Perlu edukasi penumpang. Agar tidak terjadi problem laten. Harus paralel. Penumpang bisa mendesak regulator. Sementara harus juga ada edukasi penumpang. Pelemparan batu misalnya akan mengurangi biaya pemeliharaan. Kita harus mencoba melakukan gerakan konsumen untuk mengedukasi konsumen. Ada ranah yang bisa kita lakukan untuk mengedukasi publik. Ini sangat > mendesak. Saya tidak setuju penyemprotan penumpang, tapi ketika penumpang merusak stasiun adalah tindakan tidak benar. Problem kereta kita tidak akan selesai. Ada target 2019 krl mengangkut 1.2 penumpang. Perlu 1440 kereta. Sekarang baru mengangkut 500 penumpang. Harus ada infrastruktur yang mendukung. ini harus dibarengi dengan edukasi penumpang agar kerusakan tidak bertambah. Kita terjebak rezim bina marga, dimana anggaran yang diterima jauh lebih besar dari dirjen Binamarga dapat 19 trilyun. dirjen kereta api hanya 4 trilyun. Problem lain adalah ketidakjelasan subsidi BBM dari pemerintah. Kembalikan harga bbm sesuai harga pasaran. Dana subsidi bisa digunakan untuk pembangunan sarana transportasi massal. Kalau itu dilakukan maka masalah truk yang tidak boleh masuk tol dalam kota tidak akan terjadi. Angkutan barang bisa lewat kereta. Tapi SBY takut didemo. BBM hemat, angkutan massal bagus, kesehatan bagus, masyarakat akan makmur. Wacana pembangunan double track cuma wacana. selalu dibicarakan masalah dana. saya kira itu cuma masalah komitmen. Target penumpang 1.2 juta. Tanggung jawab banyak pihak bukan hanya operator. Listrik tanggung jawab esdm. persilangan jalan tg jawab pemda dan pemerintah pusat. Kita perlu pressure ke pengambil kebijakan pusat. Teman2 operator sudah mau menyerap masukan. Dengan mau datang dalam dialog2. Paling menentukan adalah regulator. KRL menggunakan bbm tidak bersubsidi. Kita kan tidak pernah tahu. Sementara tarif disuruh ekonomis. Sementara harus memakai BBM non subsidi. mana keberpihakan pemerintah. Teman2 PT KA harus menginventarisasi jalur2 rel yang tertutup jalan. Kita tidak boleh terjebak dalam rezim bina marga. Saya mengapresiasi pertemuan ini. Perbaikan perlu peran semua pihak. Moderator: Mengkritisi masalah kepedulian penumpang. (Penumpang tidak perduli atau apatis memang kenyataan, tetapi solusinya bukan HANYA soal eduikasi penumpang (mestinya bukan cuman itu yg disoroti pembicara) tetapi yang lebih menentukan adalah kepedulian dan ketegasan petugas. Kepedulian penumpang diharapkan sebatas saling mengingatkan dan melaporkan kejadian ke petugas, jika penumpang melakukan lebih dari itu (karena petugas gak ada, petugas cuek atau sebab lain), justru ditakutkan akan terjadi konflik horisontal sesama penumpang.) Kita perlu agar petugas bisa respek terhadap masalah-masalah di gerbong. Pertanyaan dari floor Sari (sudirman - depok). - Selalu dibahas masalah SPM. perlu inovasi agar sarana stasiun jadi nyaman. Seperti antrian loket. Manula, ibu bawa anak spt di manggarai. Tolong agar tiap KS stasiun membuat stasiun jadi nyaman. Perlu dipisahkan biaya antara krl yang rusak dengan biaya pelayanan. Berapa sebenarnya hasil penjualan karcis. Terus berapa anggaran untuk tiap KS. Perlu inovasi KS. Bambang Direktur Teknis KCJ - Kami pernah studi 17 stasiun termasuk desain enginering. Sayangnya keputusan tentang prasana stasiun dipegang induk. Hingga kami tidak bisa melanjutkan detail engineering. Eksekusi lanjutan ada di induk, karena tidak ada kewenangan. Jadi kita tidak bisa mewujudkan harapan bu sari. Di detail engineering tersebut sudah ada rancangan keluar masuk penumpang dan lain-lain. 8 stasiun besar ada. Pengelolaan stasiun2 besar ada daop 1: jakarta, manggarai, gambir, pasar senen. Apa yang disampaikan darmaningtyas memang begitu. jalan raya lebih dicintai dari kereta api. Mengapa jalan raya sekarang berkembang begitu besar dari sejak orba, orang2 di bapenas itu lulusan amerika. Orang amerika senang di jalan raya. Kereta di amerika hanya untuk barang. Mereka mendewakan mobil. Harusnya duit itu digeser untuk kereta api agar peran angkutan massal bisa terwujud. Darmaningtyas: pelayanan tidak lepas dari budget dan decision maker. Itu tidak bisa berdiri sendiri. PT KA dibawah dua nahkoda. Misalnya operator mau bangun kanopi ke arah jalan raya, nanti akan diprotes oleh perhubungan. Di dalam stasiun itu urusan operator. Lepas dari stasiun itu urusan urusan pemerintah kota. Agam : Kita harus keluar dari belenggu kotak-kotak birokrasi. Moderator : diskusi ini mau mendorong agar PT KAI/KCJ bisa melakukan apa saja (yang sesuai dengan kewenangannya agar pelayanannya bisa sesaui dg SPM. (Dan kenyataannya tidak semua problem itu terkait dengan politik anggaran atau decision maker di regulator (ini sbg bantahan tesis pak Tyas), misalnya soal peningkatan kualitas SDM, soal pelatihan petugas sentinel, soal SOP penanganan kadaan darurat dll. Soal penumpang harus lebih peka, itu juga sering dilakukan tetapi yg terjadi justru respon negatif dari petugas ketika kita melaporkan kondisi yg terkait dg ketertiban kereta, menertibkan lesehaner,) kuliper misalnya. Kita mendorong agar petugas pro aktif. Minta KCJ mentraining petugas agar respek terhadap permasalah di dalam gerbong krl. Sari : Saya sudah mengusulkan beberapa hal dalam rapat-rapat sebelumnya. Ada kejadian kemarin ketika kereta mogok di UI tidak ada pemberitahuan. Masalah kecil tapi tak juga ada perbaikan. Makmur : Saya sudah membaca usulan. Pertama, kalau kita bicara masalah SPM, nanti akan kita kaji bareng-bareng. Agar usulan dari bu sari bisa terakomodir. Mulai bulan Juli akan lahir operator baru bernama KCJ. Kita sudah komit untuk meningkatkan perkeretaapian. Sekarang prasarana kembali ke PT KA. Banyak personil kita yang ditempatkan di lapangan. Sekarang sudah tidak terkotak-kotak birokrasi. Kita sudah sepakat bahwa moda transportasi kereta akan menjadi backbond. Sampai akhir tahun ini KCJ mengeluarkan 248 milyar. Saya menawarkan metode, karena semua orang aktif bekerja. Kalau boleh, tolong teman2 menunjuk perwakilan untuk diskusi. Setiap saat kita bisa diskusi. Basisnya usulan ini saya setuju. Kalau nggak ada SPM kita tidak ada ruhnya. Kalau kekurangan dana rising fund sudah boleh dilaksanakan, tapi kita tidak akan mau menjaminkan aset. Bank kita sudah dikuasai asing. Saya tawarkan diskusi. Mekanisme harus ditentukan. agar diskusi bisa berjalan dengan baik. Kita punya 86 mega watt. Akan ada penambahan gardu listrik di 4 tempat. Kita harus mengurai problem dasar yaitu sarana dan prasarana. Pak mega sudah menyiapkan tahapan2 SPM. Kalau kita dapat target 1.2 juta penumpang. Bagaimana menjadi style bahwa orang suka naik kereta. Nantinya ada stasiun baru: roxy, bandengan, mampang baru adalah yang terintegrasi dengan busway. kalau dulu ada 4 petugas, sekarang kita menempatkan 8-10 orang per rangkaian. 400 ribu penumpang membawa budaya masing2. Pak mega sering mengingatkan petugas di lapangan. Bulan Juli akan ada operasi baru, tidak ada penyusulan. Bapak2 harus memonitor hal itu. Kita bikin platform, karena kita tidak bisa mengurai permasalan ini. Kita dorong agar menteri keuangan terketuk untuk mendukung perkeretaapian. NC : Ada masalah komunikasi terhadap seluruh pengguna krl. Ada kebijakan baik tapi kurang sosialisasai. Malah terkesan amburadul. Dari tahun 2003 kita sudah melakukan edukasi penumpang. tidak ada KRL care center. Informasi yang selalu kurang. Kenapa dihilangkan, dan digabung jadi call center 121. Kita sudah bikin hotline krlmania. dikira milik PT KA. Meminta PT KCJ untuk aktif juga. Diskusi di milis tidak perlu mahal. Itu hal kecil yang bisa dilakukan. Tolong muncul di milis krlmania. Perlu diperbaiki masalah komunikasi. Perlu SOP bagi petugas di lapangan ketika terjadi kecelakaan/ tindak pelecehan seksual/ dll. Anna Dwiyana: Tim kecil itu mau ngapain lagi? Karena mengumpulkan anggota krlmania sulit. Perlu pengorbanan. Masalahnya sebenarnya itu-itu saja. SPM kan masalah kecil2 aja. Masalah sinyal, wessel, persilangan. Hal itu tidak pernah selesai dari tahun 93 saya naik krl. Kita sudah mengungkapkan banyak hal kepada operator. memang ada perubahan tapi tidak menyentuh akar masalah. Tidak ada informasi. Banyak penumpang membeli tiket, tapi pas gangguan sinyal tidak ada informasi. Kalau ada kata-kata pedas, harap maklum soalnya sedang panas, karena sekian lama menunggu tidak ada kepastian. Kereta adalah tumpuan saya, karena itu saya melibatkan diri, karena merasa ikut memiliki itu. Antrian tiket di sudirman seperti uler. Petugas harus tegas, misalnya suplisi harus 30 ribu, tapi nyatanya 10 ribu. Sebenarnya yang diedukasi itu siapa: saya, penumpang tak bertiket, atau petugas. Diskusi dengan KCJ kok itu-itu terus. Tapi tidak ada solusi yang efektif. Moderator: ("tim kecil" gagasan KCJ cukup bagus, tapi perlu diingat bhw pembentukan tim itu hanya salah satu dari puluhan cara komunikasi antara operator dan konsumen. perlu diingat juga bhw selama ini konsumen telah menempuh berbagai cara & bentuk komunikasi baik telp, sms, email dll yang seharusnya sudah cukup efektif menyampaikan saran maupun komplain. dan yg lebih penting lagi adalah call center KRL jabodetabek sudah semestinya) dihidupkan lagi. Clossing Mateta : betul kata bu anna, bahwa masalah2nya itu2 saja yang dipengaruhi berbagai faktor. Kita sudah melakukan semaksimal mungkin. Pada prinsipnya kita melakukan upaya2 perbaikan. Dengan adanya perbaikan struktur organisasi. diharapkan kita bisa memberikan pelayanan. Stasiun Sudirman tidak mampu menampung penumpang pada jam sibuk. Pelebaran peron perlu lahan. Kita sedang mengupayakan upaya2 pada desain2 stasiun yang disampaikan pak bambang. Kami akan tetap bergerak untuk melakukan perbaikan. Memang masih banyak yang harus diperbaiki lagi. Semua komponen harus berperan. Dari masalah kecil akan terjadi penumpukan. Tinggal yang mana prioritas yang harus didahulukan.Kalau ada kepedulian dari penumpang tentunya kita tidak akan berdiam diri. Ini adalah amanah, saya tidak janji. tapi insya allah kita buktikan nanti. Agam : mengapa perusahan jepang bisa maju karena mau mulai dari hal2 kecil. Ringkas Rapi Rajin Resik Rawat. Kalau yang kecil bisa diselesaikan insya allah yang besar bisa diselesaikan. Darmaningtyas: teman2 bikin daftar masalah. akhir bulan bertemu dengan manajemen dan regulator. bukan menjadi tim tapi pengontrol dari konsumen. kalau ada problem dicatat. diinventarisir kemudian disampaikan ke manajemen. Kita tidak bisa berubah total. Dulu belum ada KCJ sekarang ada. Ada UU kereta api baru. Butuh penyesuaian. Pemahaman harus muncul agar memberi masukan itu bisa implementatif.Harus kontrol yang disampaikan ke publik. Bambang: Ini tidak bisa kerja KCJ sendiri. harus ada interaksi antara pengguna dan penyelenggara, pengatur. Kita saling mengingatkan. Pertemuan seperti ini bisa membuat semuanya bisa terwujud. Ferry Octavian: Saya setuju dengan pak tyas. Kalau boleh ada hasil nyata dari pertemuan malam ini. Yang diperlukan dari penumpang adalah informasi. SOP baik dari loket, petugas dll untuk aktif memberikan informasi pada penumpang. Agar penumpang punya pilihan. -- www.nursalam.wordpress.com
