Surat Pembaca

PT KAI COMMUTER JABODETABEK

Rencana Tarif Baru KRL, Rencana Kejam Pemerintah

SELASA, 14 JUNI 2011 | 21:01 WIB

PT KAI Commuter Jabodetabek saat ini mengoperasikan tiga kategori/kelas
pelayanan Commuter, antara lain Commuter ekonomi non-AC, Commuter Ekonomi AC
dan Commuter Ekspres AC. Rencananya mulai tanggal 2 Juli 2011 PT KAI
Commuter Jabodetabek mengubah pola operasi KRL dimana semua KRL berhenti di
setiap stasiun.

Dengan demikian kategori/kelas pelayanan Commuter hanya menjadi dua, yakni
Commuter ekonomi non-AC, Commuter Ekonomi AC. Namun tarif yang akan
dikenakan jauh lebih tinggi apabila dibandingkan dengan tarif Commuter
Ekonomi AC. Sebagai perbandingan, tarif baru retail/karcis menjadi Rp. 9,000
(tarif lama Rp. 5,500, naik 63.64%), tarif abudemen Bogor-Jakarta Rp.
357,000 (tarif lama Rp. 185,000, naik 92.97%), tarif abudemen Depok-Jakarta
Rp. 357,000 (tarif lama Rp. 155,000 atau naik 130.32%) dan lebih
mencengangkan adalah tarif abudemen KLS untuk pelajar Rp. 200,000 (tarif
lama Rp. 65,000, naik 207.69%).

Logika apa yang digunakan pemerintah dalam menyusun tarif baru dengan
kenaikan yang sangat spektakuler? Apakah yang menjadi target pemerintah
dalam menerapkan tarif baru ini ? Apakah ingin mengumpulkan pundi-2
menjelang pilpres 2014 ?.

Alangkah hebatnya pemerintah dalam menerapkan tarif baru ini. Alangkah
hebatnya team penentuan tarif bekerja dengan caranya yang "luar biasa".
Alangkah "hebatnya" rencana pemerintah ini. Semoga rakyat pengguna KRL tidak
marah dengan pemerintah akibat "Rencana Tarif Baru KRL". Apa kabar PT KAI
Commuter Jabodetabek, apa kabar pemerintah di bawa pimpinan SBY atas rencana
kenaikan tarif ini?

Lukas Penude Kire
Permata Depok Kumala II E3/4 Rt. 004/007, Pd. Jaya, Pancoranmas
Kota Depok

 

http://www1.kompas.com/suratpembaca/read/24021

Kirim email ke