Saya juga bukan pelanggan KRL.
Tapi saya turut merasakan 'kemarahan" sekaligus tandatanya besar yang
dirasakan pelanggan KRL tsb terhadap kebijakan tarif tunggal ini ...

Keep fighting ....

--amin

Pada 17 Juni 2011 17:26, hermawan hari wibowo
<[email protected]>menulis:

>  untung sy ngak naik kereta....
>
>  ------------------------------
> *From:* FPS Indonesia (JKT)-Jaerony <[email protected]>
> *To:* [email protected]
> *Sent:* Fri, June 17, 2011 2:03:27 PM
> *Subject:* [porsenipar] Tarif Tunggal KRL Menuai Protes
>
>  Yang perlu dipahamkan tentang protes-protes ini adalah :
>
>
>
>    1. Penghapusan KRL-Express à penurunan pelayanan (kecepatan,
>    kenyamanan, dsb).
>    2. Kenaikan KRL-AC Ekonomi à membebani sebagian besar penumpang KRL.
>
>
>
> *********************************************************************
>
> * *
>
> * *
>
> *Tarif Tunggal KRL Menuai Protes*
>
> 17 Jun 2011
>
>
>
> Besarnya kenaikan belum dibarengi perbaikan layanan.
>
>
>
>
>
> TANGSEL - Menjelang uji coba KRL Commuter, protes masyarakat terus
> mengalir. Bukan hanya soal sistem pemberhentian di setiap stasiun, melainkan
> juga rencana penerapan tarif tunggal mengundang aksi penolakan.
>
>
>
> Seperti dilontarkan para pengguna dan komunitas KRL Lintas Serpong ini.
> Deddy Herlambang, perwakilan penumpang KRL Lintas Serpong, menegaskan bahwa
> pihaknya keberatan terhadap pemberlakuan tarif tunggal sebesar Rp 8.000
> untuk KRL Jalur Serpong-Jakarta. Tarif tersebut, ujar Deddy, terasa sangat
> membebani mengingat jarak tempuh yang hanya 25 kilometer. "Kami akan
> protes," ujarnya tegas, Kamis (16/6).
>
>
>
> Saat ini, lanjut Deddy, pihaknya telah melakukan pengumpulan tanda tangan
> dalam rangka menolak pemberlakuan peraturan tersebut. "Tarif baru itu
> terlalu mahal," keluhnya.
>
>
>
> Dukungan terhadap penolakan tarif tunggal juga dilakukan oleh komunitas
> mailing list (milis) BSD Society, komunitas warga Bumi Serpong Damai (BSD),
> Tangerang Selatan.
>
>
>
> *Menurut Presiden BSD*
>
>
>
> Society Adji Ekawarman Hassan, dukungan terhadap pengguna KRL Lintas
> Serpong itu dilakukan karena sebagian besar anggota milis juga memanfaatkan
> sarana transportasi kereta tersebut. "Tarif baru dan diberhentikan setiap
> stasiun itu sama dengan pemaksaan kenaikan tarif," kata Adji.
>
>
>
> Sebagai bentuk dukungan, BSD Society akan memasang spanduk penolakan tarif
> tunggal. BSD Society juga menggalang tanda tangan kepada anggota dan warga
> Serpong melalui formulir yang disebar di beberapa tempat, termasuk di
> tempat-tempat usaha mitra BSD Society. "Kebijakan ini harus dihapus,"
> tegasnya.
>
> * *
>
> *Perbaikan layanan*
>
>
>
> Suara senada juga datang dari Depok. Para pengguna jasa KRL juga menolak
> rencana kenaikan tarif itu. Mereka menilai besarnya kenaikan belum dibarengi
> perbaikan layanan.
>
>
>
> "Selama pelayanan yang dijanjikan belum direalisasikan, kami tidak bisa
> menerima kenaikan tarif itu," ujar Sri, warga Kecamatan Pan-coran Mas, saat
> menunggu kereta di Stasiun Depok Lama.
>
>
>
> Bagi Sri, kenaikan itu tidak masuk akal. Bahkan, menurutnya, tarif lama
> sebesar Rp 5.500 terlalu mahal karena penumpang tidak merasa nyaman
> menggunakan angkutan umum tersebut.
>
>
>
> "Kalau kereta sudah penuh, AC kereta tidak berfungsi. Pintu kereta juga
> terpaksa dibuka," paparnya.
>
>
>
> Syafrudin, pengguna jasa KRL lainnya, setuju. Ia menyebutkan, banyak
> perbaikan yang dijanjikan PT KAI belum terealisasi, di antaranya ketepatan
> waktu kedatangan dan keberangkatan kereta serta jaminan keamanan di stasiun
> atau kereta. "Perbaiki dulu, baru naikkan tarif," ujarnya.
>
>
>
> Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (PT KA) dan PT KAI Commuter Jabodetabek
> (KCJ) akan memberlakukan sistem single operation bagi KRL. Penerapan sistem
> tersebut akan mengubah seluruh sistem menjadi KRL Commuter Line, termasuk
> penerapan tarif tunggal.
>
>
>
> Menurut GM Corporate Secretary PT Commuter Jabodetabek (KCJ) Makmur
> Syaheran, pemberlakuan ini untuk mencapai target membawa 1,2 juta penumpang.
> "Ini untuk kepentingan bersama," ungkapnya.
>
>
>
> Untuk penerapan tarif tunggal nanti, tambah Makmur, akan bersifat flat atau
> tetap.
>
>
>
> Tarif tersebut akan diberlakukan sama ketika penumpang berhenti di stasiun
> jauh atau dekat.
>
>
>
> Kenaikan tarif tersebut akan diberlakukan mular 2 Juli mendatang. Untuk
> tarif kereta AC Ekonomi, akan naik dari Rp 5.500 menjadi Rp 9.000 atau
> sekitar 64 persen. clS/cl7 ed endah hapsah.
>
>
>
>
>
> http://bataviase.co.id/node/711042
>

Kirim email ke