RCTI, Kamis 11 Agustus 2011, 01:30 WIB

*************************************************

Pertandingan Persahabatan
Jerman vs Brasil, Pertandingan Prestisius
Tribun Manado - Rabu, 10 Agustus 2011 10:34 WITATRIBUNMANADO.CO.ID- JERMAN 
adalah pemegang tiga kali gelar juara dunia (1954, 1974, dan 1990). Der Panzer 
juga tiga kali merengkuh mahkota Piala Eropa (1972, 1980, dan 1996).

Brasil lebih hebat. Tim Samba menjadi pemegang gelar dunia terbanyak, yakni 
lima kali (1958, 1962, 1970, 1994, dan 2002), plus delapan gelar Copa America 
(1919, 1922, 1949, 1989, 1997, 1999, 2004, dan 2007).

Itulah fakta kehebatan Jerman dan Brasil di panggung sepakbola dunia. Apa 
jadinya saat kedua tim raksasa tersebut bertemu di Stadion Mercedes-Benz-Arena, 
Stuttgart, Jerman, Kamis (11/9/2011) dini hari?

Pastinya sebuah laga penuh gengsi. "Ini akan menjadi pertandingan prestisius 
karena kami melawan salah satu tim terbaik dunia," komentar Pelatih Brasil, 
Mano Menezes, dikutip Reuters. "Level pertandingan ini sangatlah tinggi."

Pelatih Jerman, Joachim Loew, juga menyambut antusias kedatangan Brasil. 
"Brasil adalah tim nasional tersukses di dunia. Mereka memiliki reputasi luar 
biasa dengan permainan sepakbola atraktif. Ini akan menjadi partai luar biasa," 
ungkapnya dilansir AFP.

Khusus bagi striker Jerman, Cacau, laga ini sangat emosional. Maklum, ia 
berdarah Brasil. "Ini adalah sebuah impian melawan tim tanah kelahiran saya. 
Rasanya sangat spesial. Saya mengatakan kepada keluarga saya bahwa saya hanya 
akan memberi tiket masuk stadion bila mereka mendukung Jerman," kata Cacau 
dilansir Times of India, Selasa (9/8/2011).

Meski telah lama mendiami Jerman, penyerang berusia 30 tahun itu masih lekat 
dengan Brasil sebagai tanah kelahirannya. Cacau saat ini merasa menemukan 
kembali nalurinya dalam mencetak gol bersama Stuttgart.

"Setelah waktu lama dan musim yang sulit saya kembali bahagia karena operasi 
cedera yang saya alami telah sembuh. Saya sekarang fit dan sangat siap 
menghadapi Brasil. Saya tidak bisa lagi menggambarkan bagaimana rasanya melawan 
mereka," kata Cacau.

Hasrat Cacau makin besar setelah ia tahu Jerman sudah lama tidak pernah menang 
atas Brasil. Der Panzer terakhir kali memenangi pertandingan melawan Brasil 
pada 1993. Kekalahan paling menyakitkan atas Brasil dirasakan Jerman saat 
takluk 0-2 pada final Piala Dunia 2002.

Cacau akan bersaing dengan striker gaek Miroslav Klose, Mario Gomez, dan bomber 
muda Andre Schurrle untuk mendapatkan satu tempat sebagai target man dalam 
formasi 4-2-3-1 yang diusung Loew.

Pada laga ini, Loew tidak memanggil duo Real Madrid, Mesut Oezil dan Sami 
Khedira, yang diberi waktu istirahat setelah mengikuti jadwal tur yang padat 
bersama klubnya.  

Gelandang Mario Goetze yang bersinar bersama Borrusia Dortmund di Bundesliga 
akan diproyeksikan menggantikan posisi Oezil sebagai playmaker. Pemain berusia 
19 tahun ini akan diapit Thomas Mueller dan Lukas Podolski.

Sementara Bastian Schweinsteiger dan Toni Kroos akan menjadi holding midfielder 
untuk menjaga kedalaman dan keseimbangan lini tengah.

Full back Jerome Boateng juga dipastikan tak terlibat dalam pertandingan ini 
karena cedera. Namun kapten tim sekaligus full back berpengalaman, Phillip 
Lahm, berada dalam  kondisi fit untuk tampil.

Lahm akan dimainkan di bek kiri, dan Christian Trasch diplot sebagai bek kanan. 
Dua bek tengah diisi Mats Hummels dan Holger Badstuber. Mereka akan membentengi 
kiper Manuel Neuer.

Sementara Brasil datang ke Jerman dengan semangat membuka babakan baru dalam 
pembangunan skuad setelah gagal total di ajang Copa America 2011 lalu. Menezes 
sangat serius membangun skuadnya untuk Piala Dunia 2014 mendatang.

"Kami akan memulai start baru lagi, ini adalah skuad muda yang di depan mereka 
telah menunggu turnamen besar," ungkapnya.

Meski demikian, takkan ada banyak perubahan dalam skuad Brasil kecuali beberapa 
pemain yang harus absen. Lucas Leiva dan David Luiz terpaksa tidak diikutkan 
dalam rombongan Tim Samba akibat cedera.

Lini depan masih akan diisi oleh gabungan striker muda, Alexandre Pato dan 
Neymar. Robinho akan jadi penyerang yang melengkapi tridente lini depan.

Ramires, Elias, dan Ganso akan menjadi kekuatan di lini kedua Brasil. Elias 
diharapkan mampu menjalankan peran aktif yang selama ini diperankan Lucas Leiva.

Sementara Douglas Maicon, Thiago Silva, Lucio, dan Andre Santos akan tetap jadi 
pilihan utama dengan Julio Cesar berada di bawah mistar gawang.

Hal terpenting yang harus dilakukan Menezes adalah perubahan sistem dalam 
permainan Brasil yang selama pagelaran Copa America masih terlihat kurang 
greget. Kolaborasi bintang muda dan pemain senior Brasil ternyata masih belum 
menghasilkan output maksimal.

Kondisi ini cukup rawan mengingat Jerman justru mampu tampil solid dengan 
barisan pemain-pemain mudanya, yang ditempa dengan baik di kompetisi 
Bundesliga. Apalagi Der Panzer yang terkenal dengan semangat tak pernah 
menyerah akan tampil di depan publiknya.


http://manado.tribunnews.com/2011/08/10/jerman-vs-brasil-pertandingan-prestisius

Kirim email ke