Berhubung liga-liga Eropa semakin sengit, termasuk Liga Champions, artikel 
sederhana ini bisa dipakai buat ngelmu .....  Kalo mo minum obat yang minum 
saja, kalo mo ngopi ya ngopi saja, jangan dicampur!

Barca dan Milan naga-naganya bakalan ketemu di final nech. Hidup Barca!

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++



Habis Minum Obat Tak Boleh Ngopi?
Dini | Jumat, 16 Desember 2011 | 09:26 WIB 


KOMPAS.com - "Benarkah kalau habis minum obat, kita tidak boleh minum kopi? 
Mengapa? Kira-kira berapa lama setelah minum obat, saya baru boleh minum kopi?" 
(Linda S, via e-mail)

Menurut dr Alyya Siddiqa, SpFK, dokter spesialis farmakologi klinik dan dosen 
di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, 
kafein yang terdapat di kopi dapat berinteraksi dengan beberapa jenis obat. 
Karena sifatnya menstimulasi otak dan jantung, obat-obatan yang memengaruhi 
kedua organ itu akan berinteraksi dengan kafein. Contohnya efedrin dan 
fenilpropanolamin (terkandung dalam obat flu atau obat untuk mengatasi gejala 
hidung tersumbat) yang mempunyai efek meningkatkan kerja jantung. Atau obat 
asma teofilin yang sifatnya mirip kafein, obat antidepresi dan antipsikotik, 
antibiotik golongan kuinolon, dan pil KB.

Bila kita minum salah satu obat tersebut dilanjutkan dengan menyeruput kopi, 
maka kadar kafein menjadi kelewat tinggi dalam darah. Hal ini jelas tidak 
menguntungkan bagi jantung. Asal tahu saja, semua obat yang diminum masuk ke 
lambung untuk dihancurkan, lalu ke usus halus dan diserap menuju pembuluh 
darah. Banyak obat yang penyerapannya terganggu bila dikonsumsi dengan makanan 
atau minuman. Walaupun khasiatnya tidak hilang, obat jadi lebih lama diserap.

Minum obat sebaiknya dengan air putih. Tidak disarankan minum obat dengan kopi, 
teh, jus, susu, dan minuman ringan (bersoda). Beri jarak 2-3 jam setelah minum 
obat, baru minum kopi.

Kirim email ke