Ini adalah copy-paste dari majalah detik, www.majalahdetik.com, sekedar 
menambah informasi.



Catatan :  Apapun ibadah itu, jika niatnya didasarkan bukan karena Allah 
(karena organisasi, karena teman, karena jin dsb.), pahamkanlah bahwa itu suatu 
kemusyrikan!





++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++



Sajadah Berdebu di Rumah Subur

 

Novi Oktora tak akan pernah lupa saat diminta meminum tiga macam minuman: air 
garam, kopi pahit dan kopi manis.

 

Kata pria yang kini ngetop dengan nama Eyang Subur itu, ketiga minuman itu 
merupakan 'syarat'. Namun, syarat itu tidak digubris oleh Novi. "Mikirnya minum 
saja di saat aku lagi haus," ucap penyanyi itu saat ditemui majalah detik di 
Depok.

 

Upacara minum tiga macam air itu menjadi salah satu ritual mistis yang 
dibongkar artis Adi Bing Slamet dan para korban Subur. Mereka termasuk juga 
Novi, perempuan yang hendak dipaksa menjadi istri ketujuh Subur.

 

Adi mengatakan, Subur mencekoki murid-muridnya dengan ajaran sesat. Di rumah 
Subur, salat tidak diwajibkan, begitu pula rukun Islam lain seperti puasa, 
zakat dan naik haji. Subur juga sesumbar dirinya lebih tua dari Nabi Adam.

 

Selama 17 tahun menjadi murid Subur, dirinya juga diajari minum minuman keras 
dan bermain judi. Murid Subur lainnya, Arya Wiguna menambahkan, Subur mempunyai 
peliharaan makhluk halus berupa jin. Subur menikahi istri muridnya supaya 
bertambah sakti.

 

Subur mengaku semua hal yang dilakukan terhadap tamu-tamunya itu atas perintah 
Eyang Gaib. Siapa Eyang Gaib itu? Hanya Subur sendiri yang tahu. Mengenai jin, 
makhluk astral itu tinggal di puluhan barang-barang mewah Subur. Demikian 
pengakuan Ujang, mantan murid yang 23 tahun berguru pada Subur.

 

Menurut Ujang, Subur juga kerap berziarah ke makam-makam keramat. Antara lain 
ke makam Uyut Sa'dah, yang berada di Curug, Tangerang. "Itu makam pasti 
paranormal tahu semua," ujar Ujang. "Si Subur itu bergurunya ke setan," lanjut 
Ujang.

 

Subur menyangkal telah menyebarkan ajaran sesat. Upacara minum kopi itu 
memiliki filosofi tersendiri. Air garam adalah simbol keluasan rezeki yang tak 
habis, mirip rasa asin di lautan. Sementara kopi pahit dan kopi manis adalah 
simbol kehidupan yang kadang senang dan susah.

 

Saat dikunjungi pada 20 Maret 2013 lalu, Subur menunjukkan sebuah ruangan di 
lantai dua yang dipenuhi sajadah dan mukena. Piranti salat itu terlihat agak 
berdebu. "Kok saya dibilang melarang salat tamu-tamu saya di sini?" kata dia.

 

Keluarga Subur di Jombang, Jawa Timur, mengenalnnya sebagai sosok yang alim 
saat remaja. Tak hanya rajin beribadah, Subur juga tak pernah absen dalam 
pengajian di kampung. Maka, mereka heran Subur diberitakan sebagai dukun para 
artis.

 

"Dari dulu kakak yang saya kenal orangnya anti hal itu," ujar adik perempuan 
Subur, Sutik.

 

Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mendapat laporan Adi, kini masih melakukan 
investigasi untuk memutuskan ada tidaknya kesesatan dalam ajaran Subur. 

 

 

Reporter: Bahtiar Rifai, Evi Tresnawati, Monique Shintami, Isfari Hikmat


Kirim email ke