Ini adalah copy-paste dari majalah detik, www.majalahdetik.com, sekedar menambah informasi.
Catatan : Anda boleh beranggapan bahwa berita/issue ini boleh jadi berita yang "tidak bermutu". Tapi camkanlah untuk berjaga-jaga, jika Anda masuk dalam pusaran kemusyrikan tak ada penolongpun selain kesadaran diri yang penuh dan berharap pada Allah Azza wa Jalla. Wallahu a'lam bissawwab .... +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Drama Pernikahan 8 Isteri Subur menikah lebih dari 25 kali. Kini istrinya tersisa 8 orang. FPI meminta Subur mencerai 4 istrinya karena Islam melarang beristri lebih dari empat. "Kalau kamu mau terima lamaran saya, kamu ambil duit itu. Orang tua kamu bakal saya cukupi." Novi Oktora tidak pernah lupa dengan ucapan Subur itu. Ucapan itu disampaikan pria yang kini dikenal dengan nama Eyang Subur itu saat melamarnya untuk yang ketiga kali. Pria berusia 67 tahun itu memang tidak kapok melamar Novi meski ditolak mentah-mentah. Lamaran pertama disampaikan pada tahun 2005, saat itu penyanyi dangdut itu diminta menjadi istri ketujuh Subur. Lantas pada 2006 Subur kembali melamar Novi dan diulang lagi pada 2010. Permintaannya, Novi akan dijadikan istri kedelapan. "Nggak tahu nih Vi, Eyang Gaib mintanya kamu. Nggak tahu kenapa mintanya kamu lagi, kamu lagi," kata Subur pada Novi saat melamar untuk yang ketiga kali. Lamaran itu disampaikan di sebuah pusat perbelanjaan di Jalan Sudirman, Jakarta. Novi pun kembali menolak karena ia tidak mau bersuamikan kakekkakek. Belakangan diketahui yang menjadi istri kedelapan Subur adalah Nita Septiarini, mantan istri Septian Dwi Cahyo. Nama Nita diungkap oleh Adi Bing Slamet yang kini berseteru dengan Subur. Adi menyebut Subur adalah dukun cabul yang merebut istri para pengikutnya, salah satunya istri Septian, sang pantomimer itu. Nita membantah tudingan Adi. Ia mengaku menikah dengan Subur bukan karena paksaan, tapi karena nyaman dan bahagia bersama Subur. "Saya nggak habis pikir dengan Adi, urusan pribadi orang dia beberkan ke publik, maksudnya apa?" kata Nita, dengan nada tinggi saat ditemui majalah detik di kediaman Subur. Nita kemudian menunjukkan akta cerai dirinya dengan Septian Dwi Cahyo, yang telah ia pegang sejak Desember 2007. Nita mengisahkan perkawinannya dengan Septian sudah tidak harmonis sejak tahun 1998. Kemudian ia bertemu dengan Subur tahun 1999. Subur kata Nita berupaya memediasi mereka. "Tapi ada pihak ketiga dari keluarga Septian yang terus memanasi sehingga tahun 2005 saya sudah berniat menyudahi semuanya," klaim Nita. Perkawinan Nita dengan Subur telah melahirkan sepasang anak perempuan dan laki-laki. Dengan mengawini Nita, Subur mengakui memiliki 8 istri, 18 anak dan 6 cucu. Subur remaja dikenal dengan gayanya yang perlente dan sikapnya yang ramah. Saat masih tinggal di Kampung Tugu Kepatihan, Gang IV Kelurahan Kepanjen Kota Jombang, Jawa Timur, Subur sudah dicap sebagai playboy. "Pacarnya banyak sejak dulu. Entah dipelet atau dijampi-jampi saya tak tahu. Yang pasti dia mudah mendapat pacar," ungkap Supri (62), teman main Subur saat remaja. Rupanya kelakuan Subur tetap melekat hingga kini. Bayangkan, di usianya yang senja, Subur tetap menjadi "raja goda". Banyak perempuan yang didekati untuk jadi istrinya hingga kini jumlahnya delapan. Istri pertama Subur adalah Heri, perempuan yang dinikahi Subur saat kehidupan ekonominya masih pas-pasan. Versi lainnya menyebut istri pertamanya adalah Wiwik, perempuan dari Jombang. Keduanya sempat mengontrak rumah di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat. Namun seiiring bangkitnya ekonomi Subur karena menang togel Rp 1,5 miliar pada 1991, Subur mulai berhasrat mencari istri muda. Alasannya memang tak masuk akal. "Atas perintah Eyang di dalam diri saya," begitu kata Subur kepada murid, kerabat maupun istri pertamanya. Karena alasan itu, kata Arya Wiguna yang merupakan mantan murid Subur, dukun artis itu menikah sebanyak 25 kali. Ada kabar yang menyebutkan, Subur sengaja menjalani ritual memiliki banyak istri untuk menyempurnakan ilmu yang dimilikinya. "Istrinya keluar masuk, yang bertahan itu delapan. Tapi dia memang sudah menikah sebanyak 25 kali," kata Arya yang istrinya juga pernah akan dinikahi Subur ini. Subur juga sering mengatakan kepada muridnya, kalau nanti istrinya sembilan ilmunya akan sempurna. Namun untuk menyaring hingga jadi sembilan, Subur menikah hingga 25 kali. Jika dianggap kurang "hoki" maka perempuan yang dinikahinya itu akan dicerai. Salah satu istri yang dicampakkan Subur adalah Wiwik, perempuan yang tinggal tidak jauh dari rumah Subur di Jombang. Kini Wiwik dan anak-anaknya hidup dalam kondisi pas-pasan. Ia sehari-hari menyambung hidup dengan berjualan sayur. Sementara Subur disebut-sebut hidup bergelimang harta. Natwar, paman Wiwik, mengaku tidak tahu bagaimana keponakannya bisa menikah dengan Subur. Keluarga Wiwik merasa ada yang ganjil dalam pernikahan Subur dan Wiwik. Saat keduanya menikah, tidak ada undangan layaknya pasangan yang akan menikah. Padahal keduanya bertetangga. Rumah Wiwik hanya berjarak 50 meter dari rumah orang tua Subur. Joko Catur Wahyuono, Kepala Desa Kepatihan, Jombang, Jawa Timur, tempat Wiwik tinggal pun mengaku tidak mengetahui kapan dan di mana Wiwik menikah dengan Subur. Yang ia tahu, pada 2005 silam, Wiwik kembali ke Jombang bersama anaknya yang konon merupakan hasil pernikahannya dengan Subur. Berapa kali Subur menikah sampai saat ini masih simpang siur. Apalagi Mughni, penghulu yang sering menikahkan Subur saat ini telah meninggal dunia. Kepergian Mughni juga sangat aneh. Sang penghulu meninggal beberapa saat setelah menikahkan Subur di rumahnya. Selain Mughni, penghulu yang juga sempat menikahkan Subur, yakni Dahlan, juga meninggal usai menikahkan Subur. "Dahlan meninggal 1999. Dia sudah dua kali nikahin Eyang Subur. Kata juru kunci Eyang Subur, Dahlan meninggal karena sakit," ujar Ahmad Bustomik, anak penghulu Mughni. Setelah Dahlan meninggal, Mughni-lah yang jadi penghulu. Namun saat menikahkan Subur dengan istri keempatnya, pada 21 Oktober 2001, Mughni mendadak meninggal. "Meninggalnya setelah selesai ijab kabul, mau pamit pulang," terang Bustomik. Dikisahkan, usai menikahkan Subur, Mughni hendak berpamitan. Namun saat menyalami Subur, pria berusia 58 tahun itu tiba-tiba ambruk dengan posisi badan bersujud menghadap Subur. Saat itu hadirin yang menyaksikan pernikahan menduga sang penghulu pingsan. Namun setelah diperiksa, nyawa Mughni sudah tiada. Saat keluarga Mughni datang, Subur bukannya menjelaskan soal kematian si penghulu malah menawarkan uang. "Ibu mau berapa? Ibu nggak usah sungkan-sungkan," hanya itu kata-kata Subur. Keesokan harinya Ujang datang ke rumah Bustomik dan memberi uang Rp 10 juta untuk biaya pemakaman. Keluarga pun menerima uang santunan itu, meski ada banyak pertanyaan seputar kematian Mughni yang belum terjawab. Misteri kematian penghulu yang menikahkan Subur hanya satu cuplikan kisah cinta Subur dengan istri-istrinya. Ada banyak cerita lain soal pernikahan Subur. Misalnya semua istri Subur ini hidup dalam satu rumah. Bahkan, mereka biasa tidur dalam satu kamar bersama-sama. Satu kamar diisi dua atau tiga istri di rumahnya. Untuk menikahi istri-istri mudanya, Subur juga melibatkan istri pertamanya, yang dikenal dengan panggilan Bu Heri. Lewat istri pertamanya pula, Subur bisa mendekati dan melamar perempuan yang ingin dipersuntingnya. Meski terang-terangan punya istri banyak, kesahihhasan an pernikahan itu juga jadi pertanyaan. Sebab Kantor Urusan Agama (KUA) di wilayah tempat tinggalnya tidak mengetahuinya. Agus, Kepala KUA Kecamatan Kebon Jeruk, mengatakan, kalau Subur punya dua istri, pasti ada surat dari pengadilan agama. "Harusnya ditanyakan pada yang bersangkutan dulu, baru kita buktikan ada arsipnya di sini atau tidak," ujar Agus, yang mengaku tidak mengenal sosok Subur. Heboh soal pernikahan Subur juga menyedot perhatian ormas Front Pembela Islam (FPI). Apalagi Subur dianggap telah melanggar kitab suci, yang membatasi hanya empat orang istri. Ketua DPD FPI DKI Jakarta, Habib Salim Alatas atau yang akrab dipanggil Habib Selon sempat datang ke rumah Subur pada 20 Maret 2012. Di sana Salim bertemu dengan istri-istri Subur. Dalam kunjungan itu, Salim memastikan jumlah istri Subur ada delapan. Yang pertama Heri, berikutnya Ita, Novri, Yanti. "Selanjutnya saya lupa. Pokoknya ada delapan istrinya Subur," terang Salim. Subur kemudian dinasihati agar menceraikan empat istri yang lain. Subur belum memberikan jawaban. Ia bilang akan bermusyawarah dulu dengan istri-istrinya. (DEN/IYE ) Reporter: Bahtiar Rifai, Isfari Hikmat, Budi, Alimuddin, Tamam Mubarok, Monique Shintami
