sekarang kok banyak yang kirim cerita kayak beginian ya?
saya sampai dapat 3x berturut-turut dalam 3 hari ini...
W4515TA
-----Original Message-----
From: Arif Avianto <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Friday, July 14, 2000 2:46 PM
Subject: pangern diponegoro
>sorry cuma bisa nge-forward, belon bisa kreasi sendiri.
>moga-moga bisa menambah wawasan kebangsaan kita semua.
>
>:) salam merdeka
>
>
>> Pada pemilihan putri Indonesia 2000 kemarin ada
>> sebuah cerita yang tidak ter-ekspose. Cerita ini terjadi
>> pada saat seleksi (wawancara) antara Juri dengan peserta
>> dari DKI yang akhirnya jadi juara.
>>
>> Begini ceritanya... :
>> Juri : "..........Selanjutnya, tolong anda sebutkan tokoh idola anda..."
>> Putri DKI : "Ehm... sebagai seorang yang nasionalis, saya mengidolakan
>> orang Indonesia... dia adalah PANGERAN DIPONEGORO"
>> Begitu mantap dan meyakinkan kata-kata yang meluncur dari putri DKI ini.
>> Juripun begitu terkesan dan kagum padanya, seorang gadis cantik dan muda
>> seperti dia ternyata sangat nasionalis dan bangga dengan tokoh dalam
>> negeri.
>> Kemudian Juri melanjutkan pertanyaan dengan pertanyaan-pertanyaan yang
>> ringan-ringan saja, tentunya seputar Pangeran Diponegoro.
>> "Kalau begitu, anda pasti tahu kapan Pangeran Diponegoro meninggal kan?"
>> Tapi, reaksi sang putri sangat mengagetkan Juri, dengan terbata-bata dan
>> penuh?rasa kaget dia bertanya, "APPAAA ???
>> MENINGGAAALLL???...INNALILLAAHI..
>> "
>> Tentu saja Juri ikut-ikutan kaget dan kecewa dengan reaksi putri DKI itu.
>> Singkat cerita, tanya jawab itu selesai sudah. Tapi, tidak demikian
dengan
>> sang putri DKI... Kabar mengenai meninggalnya Pangeran Diponegoro sangat
>> menyedihkan hatinya. Sampai di luar ruangan, dia bergegas menemui salah
>> seorang peserta lainnya, dari Yogya. Tanpa menunda waktu, putri DKI
>> mengkonfirmasi kebenaran berita meninggalnya sang idola, Pangeran
>> Diponegoro...
>> "Mbak, maaf ya... apa benar sih Pangeran Diponegoro sudah meninggal???",
>> begitu tanya putri DKI kepada putri Yogya.
>> Tentu saja pertanyaan itu menggelikan bagi putri Yogya... tapi,
>> bagaimanapun dijawabnya juga, "Lho, kan sudah lama mbak... masa mbak
nggak
>> tahu sih?"...
>> Putri DKI langsung memotong, "Ooo, sudah lama ya, kok saya belum pernah
>> denger ya ?
>> Kapan sih mbak ???"
>> Dengan menahan geli, putri Yogya menjawab, "Yaa... sekitar delapanbelas
>> tigapuluh (1830) mbak... "
>> Kembali putri DKI memotong, "HAAHH... DELAPANBELAS TIGAPULUH ???, HABIS
>> MAGHRIB DONG !!!".
>
>