Sebuah Langkah Mewujudkan Obat Impian Departemen Kesehatan dan Departemen Perindustrian Jepang Mengembangkan Drug Delivery System Berita IPTEK Kamis, 17 Agustus 2000, 16:19:31 Wib Obat adalah zat yang dimasukkan ke dalam tubuh untuk menyembuhkan sebuah penyakit. Penyakit itu bisa berupa benda asing yang masuk ke dalam tubuh, atau tidak berjalannya fungsi suatu organ secara normal karena faktor internal organ tersebut. Obat yang dimasukkan ke dalam tubuh tidak jarang mempengaruhi pula bagian - bagian tubuh lain yang sebenarnya berfungsi dengan baik. Inilah salah satu sebab terjadinya efek samping sebuah obat. Efek samping pemberian obat bisa ditekan jika bisa mengangkut obat tersebut pada bagian tubuh yang dikehendaki tanpa menyebar ke bagian-bagian tubuh yang lain. Jadi, misalnya pasien menderita jantung, obat yang dimasukkan ke dalam tubuh semua berkumpul di jantung. Dengan demikian, obat tersebut memiliki tingkat penyembuhan yang tinggi disamping bisa mencegah terjadinya efek samping. Ini sasaran utama pengembangan apa yang dinamakan Drug Delivery System (DDS). Departemen Kesehatan (Kouseisyou)dan Departemen Perindustrian (Tsusansyou) Jepang mengumumkan bahwa mereka akan melakukan kerjasama dalam proyek pengembangan DDS. Proyek tersebut akan berlangsung selama 5 tahun dan menelan dana sebesar 3 milyar yen, atau sekitar 30 juta dolar Amerika Serikat. Kerja sama dua departemen ini dilaporkan oleh Harian Jepang Nikkan Kongyo Shinbun pada tanggal 16 Agustus 2000. Ditambahkan dalam laporan tersebut bahwa proyek penelitian ini akan melibatkan pula industri swasta dan universitas yang berminat untuk berpartisipasi dalam proyek ini. Distribusi obat ke bagian tubuh tertentu bisa diibaratkan pesawat tempur yang akan menjatuhkan bom ke suatu wilayah yang sedang diserang lawan. Untuk itu, yang mutlak diperlukan adalah peta wilayah yaitu peta tubuh. Dalam hal ini yang diperlukan adalah peta karakterisktik biokimia organ-organ tubuh. Salah satu penelitian yang saat sedang berlangsung adalah peta karakteristik biokimia didasarkan pada kandungan protein, khususnya enzim. Karakteristik biokimia ini diharapkan bisa dimanfaatkan untuk membidik sasaran penjatuhan obat. Di samping itu, hal lain yang diperlukan adalah kemampuan mendesain "pesawat angkut" yang bisa membawa obat ke lokasi yang dikehendaki dengan akurasi tinggi, dengan jumlah yang cukup dan sisanya tidak membahayakan tubuh. Profesor Nobuhiko Yui, salah seorang Profesor di JAIST (Japan Advanced Intitute of Science and Technology) mengembangkan Polyrotaxane sebagai pesawat angkut obat di dalam tubuh. Polyetylene Glycol (PEG), salah satu biodegredable polymer, digunakan sebagai sumbu polyrotaxane, sehingga setelah fungsinya berakhir bisa hancur di dalam tubuh dan tidak menimbulkan efek samping. Pemilihan polyrotaxane didasarkan pada daya angkut dan kemudahannya dalam menjatuhkan obat. Hanya saja, pengembangan polyrotaxane ini masih nenghadapi banyak kendala, diantaranya adalah tingkat konversi dalam sintesa yang masih sangat rendah. Akankah impian ini menjadi kenyataan dalam waktu dekat.

Kirim email ke