Assalammualaikum Wr.Wb
Kisah 3 lelaki tersebut sebetulnya hasil kiriman dengan teman yang tanpa
pikir
panjang langsung aja saya forward ke milis IKAPENS.
kita banyak dihadirkan cerita-cerita seperti itu, jadi seakan hal-hal yang
tidak
patut menjadi hal yang biasa saja. Tapi setelah membaca tanggapan cak abu
hanan
dan merenungkannya saya jadi sadar bahwa Malaikat dan Hari Akhir adalah
sebagaian dari 6 rukun Iman bagi agama kita (Islam) yang seharusnya kita
yakini
100% adanya dan harus kita sakralkan.
melalui email ini saya mohon maaf pada semuanya yang merasa terganggu atas
cerita "Kisah 3 lelaki" tersebut dan saya telah Istighfar ke pada Allah.
"suatu hari Rosulullah melihat istrinya tercinta Aisya sedang menangis, lalu
Rosulullah
menghampirinya dan menanyakan kenapa menangis?.
Aisya menjawab: Saya menangis memikirkan di hari pembalasan di padang
makhsar nanti.
Rusulullah : yaa, pada waktu itu matahari jaraknya dekat sekali dengan
kepala, dan tiap
orang memikirkan diri sendiri tentang amalanya didunia dan
melupakan anak-istri.
Aisya : Apakah termasuk Anda ya Rosulullah melupakan hamba ?
Rosullah : yaa..
Aisya : Menangis lagi tambah keras.. "
Wassalam
Rudy Swardani
http://come.to/rudyswardani
> ----------
> From: abu hanan[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Reply To: [EMAIL PROTECTED]
> Sent: Friday, August 25, 2000 2:54 PM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: FW: Kisah 3 lelaki
>
>
> Assalamu'laikum wr. wb..
> Hendaklah guyonan-guyonan macam ini, tidak disandarkan kepada suatu yang
> ghaib,
> karena sangat berbahaya bagi aqidah ke- Islaman kita. Coba bagaimana orang
> berani bergurau dengan suatu yang besar yaitu kematian itu, yang niscaya
> hanya
> sedikit orang yang selamat dari adzab kubur. Sebuah kisah yang menarik
> dari
> sebuah hadist yang shahih yang pernah saya dengar dari seorang ustadz,
> sayang
> saya lupa dari kitab apa kisah itu diambil . Seorang sahabat Rasulullah
> Sa'ad
> bin Muaz meninggal, seorang sahabat yang luar biasa jasanya terhadap
> Islam
> ketika perang melawan orang-orang Yahudi, sahabat Rasulullah saw ini
> memenggal
> ratusan kepala orang Yahudi, maka rasulullah bersabda " Dia diiringi oleh
> 70.000 malaikat ke quburnya, akan tetapi dia tidak akan lepas dari
> himpitan
> qubur".
> Bagaimana dengan kita apa jasa kita terhadap Islam, apakah kita
> membayangkan
> berapa malaikat yang akan mengiringi kita ke qubur?
> Saya menasehatkan kepada teman-teman untuk tidak bergurau dengan suatu hal
> yang
> ghaib, yang tidak ada sedikitpun kita ilmu tentangnya. Seperti kisah teman
> kita
> ini, dapat menjadikan orang menganggap ringan sebuah peristiwa dahsyat
> setelah
> kematian, yaitu alam qubur, yang ujung-ujungnya akan melemahkan iman kita
> tentang adanya adzab kubur. Hadzanallahu wa iyyakum.
>
> Rudy Swardani wrote:
>
> > > Ada 3 orang cowo ditanya malaikat di alam kubur.
> > > Malaikat : Kamu, coba ceritakan kenapa kamu sampai ada disini?
> > >
> > > Orang I :
> > > Oh, begini... Waktu saya pulang dari kantor, saya melihat seorang
> > > laki-laki di kamar tidur saya. Saya jadi curiga. Pasti Istri saya lagi
> > > serong.
> > > Langsung saja saya dobrak pintu kamar saya. Saya lihat istri saya cuma
> > > pakai handuk saja. Saya tambah yakin dan mencari laki2 tadi. Saya
> > > cari ke mana2 tidak ada. Tanpa sengaja saya melihat ke balkon kamar
> saya
> > > ada bayangan seseorang yang sedang bergelantungan. Langsung saja saya
> > > injak tangannya.
> > > Sampai dia terjatuh. Tapi sayangnya dia masih sempat selamat
> > > bergelantungan di lantai 7 (karena saya berada di lantai 12). Karena
> saya
> > > emosi langsung aja saya angkat KULKAS yang ada di kamar saya dan saya
> > > lempar tepat dikepalanya. Dia terjatuh dan mengeluarkan darah yang
> banyak
> > > sampai Mati.
> > > Nah... karena saya ini punya penyakit jantung, ketika melihat darah
> > > mengalir, jantung saya kumat dan saya mati...
> > >
> > > Malaikat : Oh... gitu. Kalo kamu, gimana ?
> > >
> > > Orang II :
> > > Waktu itu saya habis mandi. Saya tinggal di sebuah apartemen di lantai
> 16.
> > > Selesai mandi saya melihat ada bayangan di balkon kamar saya.
> > > Saya curiga, kemudian melihatnya. Eh, saya terpeleset dan jatuh.
> Untung
> > > saya bisa pegangan di lantai 12.Tiba-tiba ada orang keluar dari kamar
> > > itu sambil menginjak-injak tangan saya. Saya bingung, kok bukan
> > > ditolongin,
> > > malah marah-marah. Karena kesakitan, tangan saya terlepas dan saya
> jatuh
> > > lagi.
> > > Untungnya saya masih sempat pegangan di lantai 7. Orang yang
> > > menginjak tangan saya tadi semakin marah. Kemudian dia lempar KULKAS
> > > ke kepala
> > >
> > > Malaikat : Kalo kamu ?
> > >
> > > Orang III :
> > > Waktu itu saya lagi kencan dengan seorang wanita. Tiba-tiba
> > > suaminya datang dan saya langsung ngumpet di dalam KULKAS. Entah
> kenapa
> > > tau-tau saya sudah berada disini...
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
>