> Soul's Bread: > "BAIKLAH, BAIKLAH" > Unknown > Re-written by Editor Rekan-Kantor eNewsletter > > Penduduk desa geger gara-gara seorang gadis cantik melahirkan bayi di luar > nikah. Padahal selama ini si gadis dikenal shaleh dan selalu berbakti. Bagi > kedua orang tua gadis itu dan penduduk desa, kejadian ini adalah aib yang > memalukan. Mereka menanyai siapakah lelaki dari bayi itu. Dengan > terisak-isak si gadis menyebut nama seorang lelaki yang ternyata adalah > seorang bhikshu di desa itu. > > Berbondong-bondong penduduk desa mendatangi biara tempat bhikshu itu tinggal > dan meminta pertanggungjawaban si bhikshu. Namun, bhikshu itu diam saja > tidak menjawab. Penduduk desa mulai kehilangan kesabaran dan membakar biara. > Mereka mengancam bila si bhikshu tidak mau mengaku juga maka, ia dan gadis > akan dibakar. Akhirnya sambil merunduk penuh takjim si bhikhsu menjawab, > "Baiklah, baiklah." > > Penduduk desa lega mendengar jawaban si bhikshu. Mereka meninggalkan bhiskhu > dan gadis beserta bayinya di biara. Bhikshu itu lalu memungut bayi itu dan > menyerahkan pada seorang wanita tua untuk dirawat dengan baik. Sedangkan si > gadis kembali pada orang tuanya. > > Setelah kejadian itu, penduduk desa selalu mencemooh dan menjauhi bhikshu. > Mereka tak mau lagi mendengarkan wejangannya. Namun, si bhikshu tetap > tinggal sendirian di biara desa. > > Setahun setelah kejadian itu, si gadis merasa tak kuat lagi menahan beban. > Akhirnya ia membuka semua rahasia yang ditutup-tutupinya selama ini. Ia > mengaku bahwa sebenarnya ayah bayinya dulu itu bukanlah si bhikshu, namun > pemuda lain. > > Mendengar pengakuan si gadis itu, penduduk desa tercenung merasa bersalah. > Kembali berbondong-bondong mereka mendatangi si bhiskhu. Mereka bersimpuh > menciumi dan meletakkan bunga di ujung kaki bhikshu sambil meminta maaf atas > kejadian yang lalu. Sambil merunduk penuh takjim si bhikhsu menjawab, > "Baiklah, baiklah." > > Editor: Bagi mereka yang TAHU maka cemooh ataupun pujian tak kan mengubah > pandangannya tentang dunia ini. > > (Unknown, ditulis kembali oleh Editor Rekan-Kantor eNewsletter) > > ****************************************************************************
