Karir: Work Smart, Jangan Cuma Work Hard
Jakarta - 28 Nov 00 08:02 WIB (Astaga.com)
Bagi sebagian orang, kerja keras barangkali bukan sesuatu yang asing. Dari
Senin sampai Jumat (jangan-jangan malah sampai Minggu), dari pagi sampai
malam, mereka mengisi hidup dengan kerja keras. Ironisnya, belum tentu para
pekerja keras itu memperoleh imbalan yang layak dengan curahan tenaga,
waktu, dan pikiran mereka.
Bila Anda termasuk pekerja keras yang mengalami hal itu, jangan kecewa.
Tampaknya ada sesuatu yang Anda lupakan. Hidup mestinya tak hanya diisi
dengan hardworking, tapi juga smartworking. Bekerja keras boleh jadi tidak
terlalu menantang, tapi bekerja dengan cerdas dan efisien, bisa jadi
membawa Anda ke posisi yang jauh lebih baik ketimbang sekarang.
Apa saja yang perlu Anda perhatikan dalam rangka bekerja dengan cerdas?
1. Temukan bisnis atau pekerjaan yang tepat
Ketimbang buang-buang waktu bekerja setiap hari di kantor sebagai tenaga
administrasi misalnya, sebaiknya Anda evaluasi diri sendiri. Benarkah ini
ladang pekerjaan yang merupakan keahlian Anda? Mengapa Anda tidak juga
naik-naik jabatan sejak lima tahun terakhir? Barangkali, ini bukan lahan
yang tepat bagi Anda. Cari dan selidiki yang mana.
Hal ini juga berlaku bagi Anda yang memiliki usaha sendiri. Mungkin saja,
penyebabnya bukan soal keahlian atau kecocokan Anda. Tapi, lebih kepada
berubahnya orientasi bisnis. Usaha kerumunan atau digeluti banyak orang,
boleh jadi membuat bisnis Anda tersendat-sendat. Karenanya, Anda harus
lebih kreatif, menemukan lahan bisnis di mana Anda tidak menjadi ikan kecil
dalam kolam besar, melainkan ikan besar dalam kolam kecil.
2. Efisiensi tenaga, waktu, dan pikiran
Artinya, Anda harus pandai memprioritaskan tugas dan masalah. Jangan sampai
Anda membuang energi untuk satu hal kecil yang mungkin bisa diselesaikan
tanpa energi sebanyak itu. Ibaratnya, tidak membunuh semut dengan senapan.
Senapan lebih baik Anda gunakan untuk menembak burung, kan?
3. Baca situasi
Bekerja dengan cerdas berarti Anda pandai membaca apa yang sudah, sedang,
dan akan terjadi pada lingkungan pekerjaan atau bisnis Anda. Jangan hanya
menuruti apa yang sudah menjadi tradisi di sebuah bidang, Anda harus
menggunakan lebih banyak otak dan pikiran Anda untuk menjadi lebih maju.
Lama kelamaan, hal ini akan membuat intuisi dan feeling lebih terasah.
Dengan begitu, Anda akan work smart.
4. Gunakan kreativitas
Misalnya, orang yang bekerja keras butuh waktu 6 jam untuk menyelesaikan
suatu masalah. Orang yang work smart, bisa jadi cuma butuh waktu
setengahnya. Tapi, tentu saja dengan menggunakan kreativitas, yang tak
dimiliki pekerja keras biasa. Karena itu, perhatikan dari sekarang apa yang
terjadi di sekeliling Anda. Temukan cara lain yang boleh jadi belum pernah
dilakukan rekan kerja.
5. Pelajari apa yang bisa Anda lakukan
Belajar tidak pernah kenal waktu. Selama Anda masih bernapas, jangan bosan
meluangkan waktu untuk mempelajari sesuatu. Entah sesuatu yang tidak Anda
kenal sama sekali, atau sesuatu yang masih bisa Anda pelajari lebih dalam.
Tapi, seperti juga bekerja, pilihlah segala 'pelajaran' itu dengan cerdas.
Prioritaskan, mana yang bisa membantu Anda maju dalam karir atau bisnis
Anda. (hannie k.wardhanie)
At 03:46 PM 11/27/00 +0700, Avianto wrote:
>Arif, Oglex, Dibyo dan Wahyu janjian reuni nang restoran elit nang
>Tujungan. Arif sing mbayari. Ambek mangan, ngobrol ngalor
>ngidul nostalgia. Wis mari mangan Dibyo pamit konco-konco-ne arep
>nyanyi karaoke-an, �njaluk lagu opo rek ? Last Kiss tah ?"
>