NASIB MALIK MAHMUD DAN ZAINI ABDULLAH

Bak kata pepatah "suda jatuh ditimpa tangga" lagi, rupanya belum cukup untuk 
Malik Mahmud - Zaini Abdullah beserta beberapa letnan nya seperti Mohd Usman 
Lampohawe dan Zakaria Saman.
Dari sederet rentetan peristiwa yang telah menghantar GAM ke tempat 
persemayamnya yang terakhir, kedua ex-pentolan GAM diatas yang telah sekian 
lama menjalani hyperbaric oxygen therapy (penggunaan oxygen yang berlebihan 
untuk mengobati penyakit nya), baru-baru ini telah disiram oleh H2O yang telah 
duluan didinginkan untuk merangsangkan kembali urat-urat dan otot-otot kedua 
arsitek pemusnah GAM yang selama ini kurang berfungsi alias impoten. 
Celakanya, gabungan kedua alat kimia itu sebagai shock therapy ternyata tidak 
tertolong, malah telah membuat penyakit nya semakin menjadi-jadi. Dari penyakit 
kurang oxygen yang dijalani selama ini telah menjadi penyakit Schizofreni 
(sejenis penyakit mental) akibat dari adukan dari kedua alat kimia tadi.
Melihat keadaan yang sekarat itu, pada hari Senin tgl. 27 November, seluruh 
ex-kepala dan panglima wilayah yang tergabung ke dalam Kelompok Penjual Aceh 
(KPA) bertemu di Lamdingin untuk mengambil satu keputusan. Alhasil, Malik dan 
Zaini yang sudah tidak tertolong lagi itu diberi pengobatan terakhir dengan 
cara coup de grace (daripada menderita terus, lebih baik dihabisin saja). 
Dengan keluarnya deklarasi Landingin untuk menarik sokongan KPA kepada H2O yang 
mati2an disokong oleh Malik-Zaini-Usman Lampohawe-Zakaria Saman dan Kamaruddin 
cs, maka berakhirlah dengan apa yang dinamakan "krèk krok" dalam tubuh ex-GAM 
tentang sokong menyokong kandidat gubernur RI di NAD dan tamatlah pengaruh 
Malik-Zaini keatas orang-orang yang telah bertahun-tahun dipercayainya untuk 
meng-eksekusi politik jahatnya di Aceh.
Deklarasi KPA di Lamdingin merupakan pukulan keras jab kanan coup de grace KPA 
untuk menjadikan Malik dan Zaini sebagai persona non grata di mata ex-GAM dan 
di mata rakyat Aceh umum nya.
Ada sebagian mengira, kejadin di Lamdingin itu merupakan rekonsialisasi antara 
elit GAM dengan letnan2 nya di lapangan. Tetapi karena yang hadir dan mengambil 
keputusan dalam pertemuan tersebut hanya satu pihak saja, penyokong IRNA, 
sedangkan kelompok penyokong H2O memilih tiarap, maka tidak bisa dikatakan itu 
sebuah rekonsiliasi. Deklarasi Lamdingin boleh dikatakan sebagai pemecatan 
resmi Malik-Zaini sebagai pucuk pimpinan GAM.
"Penarikan" sokongan bayi tabung Bakhtiar Abdullah terhadap IRNA yang bersifat 
sangat pribadi itu sama sekali tidak memiliki efek atau pengaruh apa-apa 
terhadap pasangan Irwandi-Nazar, karena Bakhtiar Abdullah tidak punya massa dan 
tidak ada pengaruh di Aceh. Tetapi…, penarikan sokongan resmi KPA sebagai 
sebuah institusi ex-kombatan GAM terhadap H2O, yang sudah menjadi harga mati 
pentolan Malik-Zaini-Usman Lampohawe-Zakaria Saman dan Kamaruddinm, merupakan 
pukulan mematikan (coup de grace) keatas geng mafia Singapura tersebut.
Dengan terjadinya peristiwa Lamdingin tersebut, maka nasib Malik-Zaini cs ke 
depan sangat mudah untuk diramalkan, tanpa harus memperhitungkan pasangan mana 
yang keluar sebagai pemenang dalam pilkada nanti. 
Khusus untuk Malik-Zaini hanya ada satu pilihan: Habisi sisa-sisa hidup mu di 
pengasingan dengan uang hasil dari darah syuhada, sebagaimana Ibrahim Hasan 
yang sedang menghabisi sisa-sisa hidupnya di Jakarta sekarang. Eratkan hubungan 
mu dengan KBRI di Stockholm supaya mendapat perlindungan TNI ketika sesekali 
mengunjungi Aceh dan Jakarta.
Untuk Usman lampohawe-Zakaria Saman-Kamruddin cs: Kokohkan kerjasama dengan TNI 
untuk mengamankan Aceh daripada anasir-anasir "pemberontak" yang masih 
memperjuangkan kemerdekaan Aceh. Persiapkan "asylum" untuk mu dan keluarga mu 
di Jakarta dan habisi sisa-sisa hidup mu dengan uang hasil darah syuhada 
bersama Ibrahim Hasan yang telah mendahului mu.
" Tidak ada surga di dunia ini, apa lagi di Aceh, bagi pelaku kejahatan HAM, 
Hukum Humaniter dan pengkhianat bangsa", anonim.
 

Apa Gengsè
Nb: Seorang tokoh vokal masyarakat Kb Tanjung, Tengku Ahmad Sabi, menurut 
Serambi 29/11/2006, telah di culik di rumah isterinya yang kedua di Mns 
Gantung, Kb Tanjung, pada hari Djumat (24/11). Laporan yang Apa Gengse terima 
lewat sms tadi pagi, beliau telah dikembalikan ke kampung nya dan telah 
dilarikan ke rumah sakit di Sigli. Alhamdulillah, kalau berita terakhir ini 
memang benar. 
Kalau tidak, maka Malik-Zaini perlu memerintahkan Usman Lampohawe-Zakaria 
Saman-Kamaruddin cs untuk mengembalikan Tgk Ahmad Sabi ke keluarganya di Kb 
Tanjung.
Terima kasih.

Napoleon

" Tidak ada surga di dunia ini, apa lagi di Aceh, bagi pelaku kejahatan HAM, 
Hukum Humaniter dan pengkhianat bangsa", anonim.

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke