Nyan berita tentang Nanggroe Acheh, yang Jenderal peugah. Nyoe chi neubaca 
beurita di Nanggroe droeneueh teuma. Nyoe keurija dari aneuk cuco droeneueh ka 
jipeulaku Algojo Inggreh, syabas :
   
  www.utusan.com.my :
   
  Luar Negara        
  Hari lahir Chirac: Blair diketepikan  LONDON 29 Nov. – Perdana Menteri 
Britain, Tony Blair diketepikan daripada senarai jemputan untuk majlis sambutan 
hari lahir Presiden Perancis, Jacques Chirac ke-74 tahun malam ini.
  Chirac dilaporkan mengadakan majlis khas itu di Riga, Latvia di mana sidang 
kemuncak Pertubuhan Perjanjian Atlantik Utara (NATO) diadakan.
  Presiden Rusia, Vladimir Putih dikatakan menjadi tetamu kehormat dalam majlis 
berkenaan walaupun beliau tidak menghadiri sidang kemuncak di negara Baltik itu.
  Hubungan antara Blair dan Chirac agak renggang sejak bermulanya perang Iraq 
pada 2003.
  Pejabat Blair di Downing Street mengesahkan perdana menteri itu tidak 
dijemput ke majlis di Riga.
  “Blair tidak menerima sebarang undangan ke majlis itu tetapi beliau tidak 
sedikitpun terkilan kerana majlis hari jadi adalah urusan peribadi,” katanya.
  Menyentuh tentang jemputan-jemputan lain yang diundang ke majlis tersebut, 
jurucakap itu berkata, perkara itu adalah urusan Presiden Chirac.
  Tidaklah diketahui siapa di antara para pemimpin dunia lain yang menghadiri 
sidang kemuncak itu diundang ke majlis tersebut.
  Bagaimanapun, seorang pemimpin yang pasti tidak hadir ialah Presiden Amerika 
Syarikat, George W. Bush yang telah berlepas ke Jordan untuk berunding dengan 
Presiden Iraq, Nuri al-Maliki. 
  – Agensi
   
  ===================================================================

"\"Napoleon Bonaparte\"" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
                NASIB MALIK MAHMUD DAN ZAINI ABDULLAH
   
  Bak kata pepatah "suda jatuh ditimpa tangga" lagi, rupanya belum cukup untuk 
Malik Mahmud - Zaini Abdullah beserta beberapa letnan nya seperti Mohd Usman 
Lampohawe dan Zakaria Saman.
  Dari sederet rentetan peristiwa yang telah menghantar GAM ke tempat 
persemayamnya yang terakhir, kedua ex-pentolan GAM diatas yang telah sekian 
lama menjalani hyperbaric oxygen therapy (penggunaan oxygen yang berlebihan 
untuk mengobati penyakit nya), baru-baru ini telah disiram oleh H2O yang telah 
duluan didinginkan untuk merangsangkan kembali urat-urat dan otot-otot kedua 
arsitek pemusnah GAM yang selama ini kurang berfungsi alias impoten. 
  Celakanya, gabungan kedua alat kimia itu sebagai shock therapy ternyata tidak 
tertolong, malah telah membuat penyakit nya semakin menjadi-jadi. Dari penyakit 
kurang oxygen yang dijalani selama ini telah menjadi penyakit Schizofreni 
(sejenis penyakit mental) akibat dari adukan dari kedua alat kimia tadi.
  Melihat keadaan yang sekarat itu, pada hari Senin tgl. 27 November, seluruh 
ex-kepala dan panglima wilayah yang tergabung ke dalam Kelompok Penjual Aceh 
(KPA) bertemu di Lamdingin untuk mengambil satu keputusan. Alhasil, Malik dan 
Zaini yang sudah tidak tertolong lagi itu diberi pengobatan terakhir dengan 
cara coup de grace (daripada menderita terus, lebih baik dihabisin saja). 
  Dengan keluarnya deklarasi Landingin untuk menarik sokongan KPA kepada H2O 
yang mati2an disokong oleh Malik-Zaini-Usman Lampohawe-Zakaria Saman dan 
Kamaruddin cs, maka berakhirlah dengan apa yang dinamakan "krèk krok" dalam 
tubuh ex-GAM tentang sokong menyokong kandidat gubernur RI di NAD dan tamatlah 
pengaruh Malik-Zaini keatas orang-orang yang telah bertahun-tahun dipercayainya 
untuk meng-eksekusi politik jahatnya di Aceh.
  Deklarasi KPA di Lamdingin merupakan pukulan keras jab kanan coup de grace 
KPA untuk menjadikan Malik dan Zaini sebagai persona non grata di mata ex-GAM 
dan di mata rakyat Aceh umum nya.
  Ada sebagian mengira, kejadin di Lamdingin itu merupakan rekonsialisasi 
antara elit GAM dengan letnan2 nya di lapangan. Tetapi karena yang hadir dan 
mengambil keputusan dalam pertemuan tersebut hanya satu pihak saja, penyokong 
IRNA, sedangkan kelompok penyokong H2O memilih tiarap, maka tidak bisa 
dikatakan itu sebuah rekonsiliasi. Deklarasi Lamdingin boleh dikatakan sebagai 
pemecatan resmi Malik-Zaini sebagai pucuk pimpinan GAM.
  "Penarikan" sokongan bayi tabung Bakhtiar Abdullah terhadap IRNA yang 
bersifat sangat pribadi itu sama sekali tidak memiliki efek atau pengaruh 
apa-apa terhadap pasangan Irwandi-Nazar, karena Bakhtiar Abdullah tidak punya 
massa dan tidak ada pengaruh di Aceh. Tetapi…, penarikan sokongan resmi KPA 
sebagai sebuah institusi ex-kombatan GAM terhadap H2O, yang sudah menjadi harga 
mati pentolan Malik-Zaini-Usman Lampohawe-Zakaria Saman dan Kamaruddinm, 
merupakan pukulan mematikan (coup de grace) keatas geng mafia Singapura 
tersebut.
  Dengan terjadinya peristiwa Lamdingin tersebut, maka nasib Malik-Zaini cs ke 
depan sangat mudah untuk diramalkan, tanpa harus memperhitungkan pasangan mana 
yang keluar sebagai pemenang dalam pilkada nanti. 
  Khusus untuk Malik-Zaini hanya ada satu pilihan: Habisi sisa-sisa hidup mu di 
pengasingan dengan uang hasil dari darah syuhada, sebagaimana Ibrahim Hasan 
yang sedang menghabisi sisa-sisa hidupnya di Jakarta sekarang. Eratkan hubungan 
mu dengan KBRI di Stockholm supaya mendapat perlindungan TNI ketika sesekali 
mengunjungi Aceh dan Jakarta.
  Untuk Usman lampohawe-Zakaria Saman-Kamruddin cs: Kokohkan kerjasama dengan 
TNI untuk mengamankan Aceh daripada anasir-anasir "pemberontak" yang masih 
memperjuangkan kemerdekaan Aceh. Persiapkan "asylum" untuk mu dan keluarga mu 
di Jakarta dan habisi sisa-sisa hidup mu dengan uang hasil darah syuhada 
bersama Ibrahim Hasan yang telah mendahului mu.
  " Tidak ada surga di dunia ini, apa lagi di Aceh, bagi pelaku kejahatan HAM, 
Hukum Humaniter dan pengkhianat bangsa", anonim.
   
   
  Apa Gengsè
  Nb: Seorang tokoh vokal masyarakat Kb Tanjung, Tengku Ahmad Sabi, menurut 
Serambi 29/11/2006, telah di culik di rumah isterinya yang kedua di Mns 
Gantung, Kb Tanjung, pada hari Djumat (24/11). Laporan yang Apa Gengse terima 
lewat sms tadi pagi, beliau telah dikembalikan ke kampung nya dan telah 
dilarikan ke rumah sakit di Sigli. Alhamdulillah, kalau berita terakhir ini 
memang benar. 
  Kalau tidak, maka Malik-Zaini perlu memerintahkan Usman Lampohawe-Zakaria 
Saman-Kamaruddin cs untuk mengembalikan Tgk Ahmad Sabi ke keluarganya di Kb 
Tanjung.
  Terima kasih.
  
  Napoleon
   
  " Tidak ada surga di dunia ini, apa lagi di Aceh, bagi pelaku kejahatan HAM, 
Hukum Humaniter dan pengkhianat bangsa", anonim.
   



  
---------------------------------
  Now you can have a huge leap forward in email: get the new Yahoo! Mail.   

         

 
---------------------------------
Cheap Talk? Check out Yahoo! Messenger's low PC-to-Phone call rates.

Kirim email ke