MALEK KASUSAH TAKOET HANJIBI DUEK LÉÉ DIATJÉH..
DAN GADOEH PERDANA MENTROE,JIH KARAB JAWAI
KEUDROE...





--- kerajaan pasai <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Kamis, 14 Desember 2006 02:40:16
>   Saksi Kunci Korupsi KPU Tewas Di LP
>     
>    DPR:Usut kematian Hamdani Amin   
>    Putus mata rantai korupsi KPU   
>    Dalih serangan jantung ditepis keluarga   
>    Dimakamkan di Banjarmasin 
>   Jakarta, BPost
> Awan duka menyelimuti keluarga Hamdani Amin.
> Terpidana kasus dana taktis Komisi Pemilihan Umum
> (KPU) ini meninggal dunia mendadak di LP Cipinang,
> Rabu (13/12), dengan meninggalkan tanda luka di
> bagian belakang kepala.
>   Tebersit di pikiran kuasa hukum Hamdani, Djonggi M
> Simorangkir, kematian kliennya itu tidak wajar.
> Terlebih lagi, sebelum ditemukan tewas, Hamdani
> masih segar bugar. Bahkan, beberapa saat sebelumnya
> Hamdani masih mampu bermain badminton bersama
> rekan-rekannya di penjara.
>   "Kita minta jenazah Hamdani dibawa ke RS untuk
> diperiksa. Kita ingin tahu apa penyebab kematiannya.
> Apa sakit atau apa. Yang saya lihat kepala bagian
> belakang Pak Hamdani Amin berdarah dan mengalami
> luka serius kurang lebih berukuran 5 sentimeter,"
> ujarnya.
>   Djonggi terakhir bertemu kliennya pada Jumat
> (8/12) lalu. Saat itu dia mendampingi kliennya
> mengikuti persidangan Peninjauan Kembali (PK) di MA.
> "Setelah itu kita temani dia ke LP Cipinang,"
> tandasnya.
>   Kematian Hamdani secara tidak wajar memancing
> kecurigaan penghuni Gedung DPR. Apalagi kematian
> Hamdani bisa memutus mata rantai pengungkapan kasus
> dana taktis KPU yang melibatkan pejabat tinggi
> negara. Dana taktis merupakan pembagian ‘jatah’ uang
> terima kasih dari rekanan KPU dalam pengadaan barang
> dan jasa pada Pemilu 2004 lalu.
>   Adalah Nursjahbani Katjasungkana yang
> mempersoalkan masalah ini. Anggota Komisi III DPR
> ini meminta kematian Hamdani diselidiki. "Itu harus
> diselidiki, mayatnya harus diautopsi, apa penyebab
> kematiannya, karena menyangkut kasus besar di KPU,"
> ujarnya.
>   Politisi PKB ini menilai Hamdani merupakan salah
> satu saksi kunci dalam kasus tuduhan korupsi KPU.
> Karena itu agar tidak menimbulkan prasangka yang
> simpang siur di masyarakat, polisi harus betul-betul
> kerja keras mengungkap penyebab kematiannya.
>   "Jangan sampai kematian ini menimbulkan
> dugaan-dugaan konspirasi, karena Pak Hamdani
> merupakan salah satu saksi kunci yang tahu peredaran
> uang (dana taktis KPU)," ujarnya. 
>   Apakah Hamdani dibunuh? Aparat Polsek Jatinegara
> yang melakukan penyelidikan dan memeriksa
> saksi-saksi serta memeriksa TKP, menepis anggapan
> Hamdani dibunuh.
>   "Dia kan orang terhormat, mana ada yang berani
> menganiayanya," kata Gunadi, Kepala LP Cipinang.
>   Gunadi menjelaskan, dari catatan medis dokter KPU,
> Hamdani menderita hipertensi. Namun dia tetap
> beraktivitas seperti biasa. Bahkan bermain badminton
> pada pagi hari sebelum kematiannya. "Mungkin
> meninggalnya karena kecapaian," tandasnya.
>   Menurut kesaksian rekan-rekan maupun petugas LP
> Cipinang, Hamdani terjatuh di dalam kamarnya. "Dan
> itulah menyebabkan ada darah di belakang kepalanya,"
> ujarnya.
>   Terjatuhnya Hamdani ini dibenarkan Staf Bagian
> Registrasi LP Cipinang, Catur Budi Fatayatin.
> Menurutnya, Hamdani tiba-tiba saja jatuh di depan
> masjid LP Cipinang, ketika berjalan keluar dari blok
> tahanan menuju kantor LP pada pukul 10.30 WIB.
>   "Hamdani kemudian dibawa ke poliklinik dalam
> keadaan sudah tidak sadar. Tak lama, dia meninggal
> dunia," tuturnya.
>   Catur memperkirakan, penyebab meninggalnya Hamdani
> karena serangan jantung. Sebelumnya, Hamdani pernah
> mengalami serangan jantung, meski tidak sampai jatuh
> dan pingsan. 
>   Penjelasan Catur ini berlawanan dengan pernyataan
> putra Hamdani, Rama Eko. "Ayah tidak punya riwayat
> penyakit yang membahayakan. Dia juga tak pernah
> mengeluh," ujarnya. 
>   Selama berada di LP Cipinang, kata Eko, ayahnya
> sangat supel dalam bergaul. Selain memiliki banyak
> teman, Hamdani kerap berdiskusi dengan para napi
> lain.
>   "Banyak teman-teman Bapak yang mengatakan Bapak
> sering berdiskusi macam-macam soal," ujarnya.
>   Sebelum meninggal, lanjutnya, ayahnya sempat
> meminta agar dipindah ke LP Cianjur dengan alasan
> bisa dekat dengan sanak familinya yang tinggal di
> Bogor maupun Bandung.
>   Menkum HAM Melayat
>   Meninggalnya Hamdani ini sampai ke telinga Menkum
> HAM Hamid Awaluddin. Mantan anggota KPU ini pun
> mengunjungi LP Cipinang.
>   Hamid yang mengendarai Toyota Camry warna hitam
> bernopol RI 19 ini tiba di LP Cipinang, Jakarta
> Timur, pukul 12.00 WIB. Namun saat dihujani
> pertanyaan oleh wartawan, Hamid yang terbalut batik
> lengan pendek warna abu-abu ini memilih mengunci
> mulutnya.
>   "Nanti...nanti saja," elak Hamid sambil memasuki
> LP Cipinang.
>   Menurut kuasa hukum Hamdani, Djonggi Simorangkir,
> sebelum meninggal kliennya sudah janjian bertemu
> Hamid di LP Cipinang pada Selasa (12/12) malam.
> "Namun hujan menggagalkan pertemuan tersebut,"
> ujarnya.
>   Hamid pun mengubah jadwal pertemuan dan berjanji
> bertemu dengan Hamdani pada Rabu (13/12). 
>   "Akhirnya kedua kolega ini memang saling bertemu
> muka. Sayang, dalam kondisi Hamdani sudah terbujur
> kaku," ujarnya.
>   Pertemuan itu rencananya membahas permintaan
> Hamdani untuk dipindahkan ke LP Cianjur, Jawa Barat.
>   Dimakamkan
>   Malam tadi, suasana rumah duka di Jalan Kayu Tangi
> II Jalur I No25 RT16 Banjarmasin masih sepi. Hanya
> beberapa warga dan kerabat serta kolega Hamdani
> terlihat di rumah itu, menyiapkan kedatangan
> jenazah. 
>   Menurut rencana, jenazah tiba di Bandara Syamsudin
> Noor pagi ini pukul 08.45 Wita dan langsung dibawa
> ke rumah duka untuk disemayamkan. Jenazah akan
> dimakamkan di Alkah Warga Marabahan di Jalan Masjid
> Jami Sungai Jingah Banjarmasin.
>   Dari pantauan BPost, orangtua Hamdani, Hj Manurah
> (85), hanya duduk termangu di kursi.
>   Seorang kerabat almarhum, H Ahmad Zaini Razak
> mengatakan, istri Hamdani, Hj Sulasmi menginginkan
> pemakaman dilakukan di Bogor, Jawa Barat.
>   Namun Hamdani pernah berwasiat kepada seorang
> temannya, ingin dimakamkan di dekat makam ayahnya, H
> Muhammad Amien di Banjarmasin. JBP/yat/dtc/ant/coi
>    
>   Sumber:
>
http://www.indomedia.com/bpost/122006/14/depan/utama1.htm
> 
>               
> ---------------------------------
> 
> Alt i én. Få Yahoo! Mail med adressekartotek,
> kalender og notisblokk.



 
____________________________________________________________________________________
Do you Yahoo!?
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta.
http://new.mail.yahoo.com

Kirim email ke