Gunong Geureudong, 15 Desember 2006
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Hai Tgk Amat, cs... Bek galak that bak "maen batee", gadoh poh ulee ngoen
sabe. Maen bola bek lagee jameun sabe, gadoh pajoh atot ngoen, bek sipak tumet
syeedara. Tacok conto bak maen seukak/cato, watee tanak "grak" payah taseumike
dilei, bek neucroh laju aneuk-aneuk batee, nyan han leumpok teugku, hahaha....
Ureung Aceh cuma tinggai padum urat teuh teuk nyoe, bek gadoh hasut, fitnah,
deungki, iri dan poh-meupoh lom sabe keudroe-droe, hehehe...
Syeedara Irwandi Yusuf & Muhammad Nazar bak gundah meubacut pih, karena
sesuai MoU (1.2.4)...Sampai tahun 2009 legislatif (DPRD) Aceh tidak berwenang
untuk mengesahkan peraturan perundang-undangan apapun tanpa persetujuan Kepala
Pemerintahan Aceh...
Jadi hana peukarha, meunye hana dukungan dari partai dan legislatif krn jeut
angkee staff ahli atau penasehat laen. Jai that politikus, ekonom, ahli hukom
dan bideung-bideung laen leubeh hayue dilua legislatif. Meunye hansep SDM di
Aceh jeut ta import "pemain" asing lagee kalheuh tajak "bon" Kingsbury, dll.
Nyan kalheuh jipubuet le ureung laen, meunan chit lagee Lee Kwan Yu "jipakek"
le Gusdur jeut keu penasehat ekonomi, dll.
Bahpih lagee nyan, tameulakee bak Po teuh Allah supaya Bangsa Aceh nyoe
beumeusaboh lom, keurija saban demi Aceh nyoe. Bek peukhem gob syeedara
meutuah.....!!!
Saleum Damee,
ARBI
Ahmad Sudirman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]
Stockholm, 15 Desember 2006
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
AKHIRNYA IRWANDI YUSUF & MUHAMMAD NAZAR SERTA KELOMPOK INDEPENDEN-NYA MASUK
PERANGKAP.
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.
SEDIKIT MENYOROT IRWANDI YUSUF & MUHAMMAD NAZAR SERTA KELOMPOK INDEPENDEN-NYA
YANG SUDAH MASUK PERANGKAP.
Yang sudah pasti GAM dan KPA secara lembaga atau institusi tidak mendukung
calon independen Kepala dan Wakil Kepala Pemerintah Acheh dalam pemilihan
Kepala dan Wakil kepala Pemerintah Acheh pada tanggal 11 Desember 2006 yang
lalu.
Nah artinya disini adalah ketika Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar dari
kelompok independen mendapat dukungan suara dari rakyat Acheh dalam pemilihan
Kepala dan Wakil kepala Pemerintah Acheh yang lalu itu bukan membuktikan bahwa
Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar telah didukung secara penuh oleh GAM dan KPA.
Dimana suara yang diperoleh oleh Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar tidak bisa
diukur sebagai dukungan politik dan hukum dari lembaga atau institusi GAM dan
KPA. Karena itu, walaupun Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar terpilih menjadi
Kepala dan Wakil Kepala Pemerintah Acheh, tetapi mereka berdua tidak memiliki
dasar atau pijakan kekuatan politik dalam bentuk dukungan politik dari GAM dan
KPA, juga dari partai-partai politik lainnya yang mendominasi dalam Lembaga
Legislatif Acheh sekarang ini.
Sehingga sudah bisda dipastikan bahwa Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar dalam
melaksanakan tugas pemerintah-nya akan mendapatkan kesulitan atau kesukaran
dalam hal dukungan dari berbagai partai politik dan khususnya dari GAM dan KPA.
Nah inilah yang dinamakan dengan kemenangan meraih suara rakyat yang akhirnya
menjadi perangkap bagi kedua kaki politik Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar.
Atau dengan kata lain, kebijaksanaan politik yang dijalankan oleh Irwandi Yusuf
dan Muhammad Nazar akan menghadapi benturan benteng politik yang telah dipasang
baik oleh GAM dan KPA maupun oleh partai-partai politik yang ada di Acheh.
Karena itu masuk akal kalau akhirnya Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar
terpaksa mau tidak mau harus berangkulan dan berpelukan dengan semua partai
politik yang ada di Acheh juga dengan pihak GAM dan KPA, khususnya Pimpinan
Tertinggi GAM Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Staf-nya.
Kalau sekarang Perdana Menteri GAM Teungku Malik Mahmud menyatakan bahwa
kelompok independen yang didalamnya ada Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar adalah
tidak mendapat dukungan politik secara resmi dari GAM dan KPA, maka pernyataan
Perdana Menteri GAM Teungku Malik Mahmud adalah benar.
Kemenangan dalam pengumpulan suara rayat untuk Irwandi Yusuf dan Muhammad
Nazar adalah hanya merupakan hasil kerja politik dari Irwandi Yusuf dan
Muhammad Nazar beserta kelompok independen-nya saja. Tidak ada sangkut paut
politik dan hukum dengan pihak GAM dan KPA.
Jadi sekarang, kalau diibaratkan Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar adalah
seperti dua boneka politik yang ompong yang hanya bisa bergerak dan bertindak
secara politik apabila mendapat dukungan dan sokongan penuh dari GAM dan KPA
juga partai-partai politik yang ada di Acheh. Karena itu boneka politik Irwandi
Yusuf dan Muhammad Nazar akan mengalami kesulitan dalam melaksanakan
kebijaksanaan program-program politiknya kalau tidak mendapat dukungan dari GAM
dan KPA juga dari pihak partai-partai politik yang ada di Acheh.
Akhirnya, inilah yang sebenarnya hasil yang diperoleh oleh Irwandi Yusuf dan
Muhammad Nazar serta kelompok independen-nya dalam meraih kursi kekuasaan
Kepala dan Wakil Kepal Pemerintah Acheh dalam pemilihan Kepala dan Wakil Kepala
Pemerintah Acheh pada 11 Desember 2006 yang lalu.
Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
[EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk
membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah
Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP
http://www.dataphone.se/~ahmad
Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
memohon petunjuk, amin *.*
Wassalam.
Ahmad Sudirman
http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]
----------
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com