BACA INI
ANJING BOLDOKKKKK
Selasa, 22 Agustus 2006, 17:32 WIB
PILKADA
GAM Dukung Paket Humam-Hasbi
Reporter : Radzie
Banda Aceh, acehkita.com. Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Komite Peralihan
Aceh (KPA) menyatakan dukungannya terhadap pasangan Ahmad Humam Hamid dan Hasbi
Abdullah sebagai calon gubernur dan wakil yang akan maju dalam Pemilihan Kepala
Daerah (Pilkada) yang akan digelar pada 11 Desember nanti.
Keputusan memberikan dukungan kepada Humam-Hasbi dicapai setelah sejumlah
petinggi GAM, seperti Malik Mahmud (Perdana Menteri), Zaini Abdullah (Menteri
Luar Negeri), Teungku Muhammad Usman Lampoh Awe (bekas perunding), Ilyas Abed,
Abu Razak (bekas Komandan Operasi), Amni bin Ahmad Marzuki (bekas perunding),
bekas Panglima Aceh Rayeuk Muharram, dan sejumlah anggota GAM lainnya, bertemu
di sebuah losmen di Banda Aceh, Selasa (22/8). Pertemuan tersebut juga dihadiri
oleh sejumlah ulama dari unsur Partai Persatuan Pembangunan (PPP), partai yang
mengusung paket Hasbi-Humam.
Usai pertemuan, bekas Panglima GAM Muzakkir Manaf membacakan hasil pertemuan
tersebut. Kami selaku Ketua KPA Pusat dan seluruh KPA wilayah, mendukung paket
Humam Hamid dan Hasbi Abdullah, kata Muzakkir Manaf yang didampingi Ilyas
Abed.
Kendati menyatakan dukungan terhadap paket ini, Muzakkir Manaf kembali
menegaskan bahwa GAM secara institusi tidak ikut dalam Pilkada. Walaupun
secara institusi GAM tidak ikut dalam Pilkada. Tapi secara personal GAM
dibolehkan untuk mencalonkan diri dan dicalonkan, kata Muzakkir.
Keputusan untuk memberikan dukungan kepada Humam-Hasbi karena Teungku
Nashiruddin yang terpilih sebagai calon gubernur dalam pertemuan raya GAM Ban
Sigom Donja di kampus Darussalam pada 21-23 Mei lalu, mengundurkan diri.
Sementara Muhammad Nazar, pasangan Teungku Nash, tetap menyatakan akan maju
dalam Pilkada mendatang.
Disebut-sebut, Senior Representasi GAM di Aceh Monitoring Mission (AMM)
Irwandi Yusuf juga akan mencalonkan diri sebagai calon gubernur melalui jalur
independen dalam Pilkada mendatang. Dia didampingi oleh Muhammad Nazar, ketua
Dewan Presidium Sentral Informasi Referendum Aceh (SIRA) yang juga merupakan
salah seorang tim perumus Rancangan Undang Undang Pemerintahan Aceh versi GAM.
Dikabarkan, pasangan Irwandi-Nazar akan mendeklarasikan diri pada 28 Agustus
nanti.
Terkait dengan kabar pencalonan pentolan GAM ini, Ilyas Abed dan Muzakkir
Manaf, menyatakan belum mengetahui sama sekali kabar tersebut. Kalau di pihak
KPA tetap memberikan sokongan kepada Humam dan pasangannya, kata Ilyas Abed.
[dzie]
Ahmad Sudirman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]
Stockholm, 15 Desember 2006
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
AKHIRNYA IRWANDI YUSUF & MUHAMMAD NAZAR SERTA KELOMPOK INDEPENDEN-NYA MASUK
PERANGKAP.
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.
SEDIKIT MENYOROT IRWANDI YUSUF & MUHAMMAD NAZAR SERTA KELOMPOK INDEPENDEN-NYA
YANG SUDAH MASUK PERANGKAP.
Yang sudah pasti GAM dan KPA secara lembaga atau institusi tidak mendukung
calon independen Kepala dan Wakil Kepala Pemerintah Acheh dalam pemilihan
Kepala dan Wakil kepala Pemerintah Acheh pada tanggal 11 Desember 2006 yang
lalu.
Nah artinya disini adalah ketika Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar dari
kelompok independen mendapat dukungan suara dari rakyat Acheh dalam pemilihan
Kepala dan Wakil kepala Pemerintah Acheh yang lalu itu bukan membuktikan bahwa
Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar telah didukung secara penuh oleh GAM dan KPA.
Dimana suara yang diperoleh oleh Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar tidak bisa
diukur sebagai dukungan politik dan hukum dari lembaga atau institusi GAM dan
KPA. Karena itu, walaupun Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar terpilih menjadi
Kepala dan Wakil Kepala Pemerintah Acheh, tetapi mereka berdua tidak memiliki
dasar atau pijakan kekuatan politik dalam bentuk dukungan politik dari GAM dan
KPA, juga dari partai-partai politik lainnya yang mendominasi dalam Lembaga
Legislatif Acheh sekarang ini.
Sehingga sudah bisda dipastikan bahwa Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar dalam
melaksanakan tugas pemerintah-nya akan mendapatkan kesulitan atau kesukaran
dalam hal dukungan dari berbagai partai politik dan khususnya dari GAM dan KPA.
Nah inilah yang dinamakan dengan kemenangan meraih suara rakyat yang akhirnya
menjadi perangkap bagi kedua kaki politik Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar.
Atau dengan kata lain, kebijaksanaan politik yang dijalankan oleh Irwandi Yusuf
dan Muhammad Nazar akan menghadapi benturan benteng politik yang telah dipasang
baik oleh GAM dan KPA maupun oleh partai-partai politik yang ada di Acheh.
Karena itu masuk akal kalau akhirnya Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar
terpaksa mau tidak mau harus berangkulan dan berpelukan dengan semua partai
politik yang ada di Acheh juga dengan pihak GAM dan KPA, khususnya Pimpinan
Tertinggi GAM Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Staf-nya.
Kalau sekarang Perdana Menteri GAM Teungku Malik Mahmud menyatakan bahwa
kelompok independen yang didalamnya ada Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar adalah
tidak mendapat dukungan politik secara resmi dari GAM dan KPA, maka pernyataan
Perdana Menteri GAM Teungku Malik Mahmud adalah benar.
Kemenangan dalam pengumpulan suara rayat untuk Irwandi Yusuf dan Muhammad
Nazar adalah hanya merupakan hasil kerja politik dari Irwandi Yusuf dan
Muhammad Nazar beserta kelompok independen-nya saja. Tidak ada sangkut paut
politik dan hukum dengan pihak GAM dan KPA.
Jadi sekarang, kalau diibaratkan Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar adalah
seperti dua boneka politik yang ompong yang hanya bisa bergerak dan bertindak
secara politik apabila mendapat dukungan dan sokongan penuh dari GAM dan KPA
juga partai-partai politik yang ada di Acheh. Karena itu boneka politik Irwandi
Yusuf dan Muhammad Nazar akan mengalami kesulitan dalam melaksanakan
kebijaksanaan program-program politiknya kalau tidak mendapat dukungan dari GAM
dan KPA juga dari pihak partai-partai politik yang ada di Acheh.
Akhirnya, inilah yang sebenarnya hasil yang diperoleh oleh Irwandi Yusuf dan
Muhammad Nazar serta kelompok independen-nya dalam meraih kursi kekuasaan
Kepala dan Wakil Kepal Pemerintah Acheh dalam pemilihan Kepala dan Wakil Kepala
Pemerintah Acheh pada 11 Desember 2006 yang lalu.
Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
[EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk
membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah
Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP
http://www.dataphone.se/~ahmad
Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
memohon petunjuk, amin *.*
Wassalam.
Ahmad Sudirman
http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]
----------
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com