Pangdam IM : Atribut GAM Tak Boleh Digunakan Lagi                  
Written by Redaksi        Dec 15, 2006 at 02:44 PM       Banda Aceh ( Berita ) 
: Panglima Komando Iskandar Muda (Pengdam-IM) , Mayjen TNI Supiadin AS 
menegaskan bahwa semua simbol atau atribut Gerakan Aceh Merdeka (GAM), baik 
bendera maupun lambang lainnya (PIN) tidak boleh digunakan lagi.
  "Masalah tersebut sudah tuntas (selesai) dibahas dalam rapat keamanan bersama 
(COSA) antara Wakil Pemerintah Republik Indonesia, tim pemantau Aceh (AMM), TNI 
dan Pemerintah daerah, termasuk Malik Mahmud (petinggi GAM di luar negeri)," 
katanya di Banda Aceh, Jumat (15/12).
  Pernyataan tersebut sebagai tanggapan atas pernyataan mantan perwakilan GAM 
di AMM, Irwandi Yusuf, yang menyebutkan pemakaian PIN dan bendera GAM tidak 
melanggar MoU Helsinki, 15 Agustus 2005 karena dianggap bukan atribut militer 
GAM.
  Menurut Pangdam Supiadin, pernyataan Irwandi Yusufitu dinilai masih bersifat 
individu karena dia tidak mewakili institusi GAM. Karena kalau atas nama 
institusi bukan lagi Irwandi dan itu penafsiran bersifat sepihak.
  Bukan itu saja, begitu peraturan Pemerintah RI dikeluarkan tentang partai 
politik (Parpol) lokal, maka GAM diberikan waktu selambat-lambatnya enam bulan 
setelah peraturan pembentukan Parpol lokal dikeluarkan.
  "Maka sejak saat ini, secara otomatis, organisasi GAM harus bubar dengan 
sendirinya," tegas jenderal berbintang dua itu.
  Dalam menatap masa depan, rakyat Aceh telah sukses melaksanakan pesta 
demokrasi Pemilihan langsung kepala daerah (Pilkada), 11 Desember 2006, 
berjalan aman, lancar, damai dan tanpa insiden.
  "Saya berharap, kini jangan lagi membahas persoalan masa lampau dan dengan 
suksesnya Pilkada mari kita jadikan modal untuk merancang dan menatap masa 
depan yang lebih baik untuk kesejahteraan rakyat Aceh," katanya.
  Oleh karena itu, berbagai pikiran, statemen (pernyataan) harus diarahkan 
semua kepada kepentingan masa depan rakyat, kepentingan damai yang abadi bagi 
rakyat Aceh.
  Menjawab pertanyaan tentang sikap TNI atas sukesnya calon gubernur Aceh jalur 
independen, Irwan Yusuf-Muhammad Nazar meraih suara terbanyak dalam 
penghitungan sementara versi quick count, ia menegaskan tetap masih menunggu 
hasil final dari Komisi Independen Pemilihan (KIP) sebagai lembaga resmi 
penyelenggara Pilkada Aceh.
  Selain itu, ia mengharapkan kandidat yang unggul sementara jangan euforia 
dengan hasil hitungan cepat itu karena dikhawatirkan nanti kalau tiba-tiba 
hasil penghitungan KIP berbeda bisa menimbulkan kekecewaan masyarakat.
  "Bergembira boleh, akan tetapi tidak perlu euforia, apalagi merepresentasikan 
dirinya seolah-olah sudah jadi (gubernur), tapi harus bersabar menunggu hasil 
resmi KIP 2 Februari 2007," demikian Pangdam IM, Mayjen TNI Supiadin AS. (Ant)



"Setiap ada kezaliman dan penindasan,
  selalu ada orang yang melawan".

 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke