--- Begin Message ---
Agaknya kita semakin terbius dengan kata "Damai", sementara kejadian seperti di
bawah ini dibiarkan begitu saja. Malah kebanyakan media di Acheh cenderung
menenggelamkan kejadian seperti ini atas nama "perdamaian". Apakah "perdamaian"
yang kita inginkan layaknya seperti pada masa DOM? Ketika media dipaksa untuk
menulis "GPK" untuk melegalkan pembunuhan terhadap orang sivil.
Kita tahu di milist ini ada teman2 jurnalis, untuk mengetahui lebih lanjut,
silahkan kontak pihak keluarga di lokasi.
Komite Persiapan Acheh Merdeka Demokratik
Sekretariat:
New York , United States , tel/fax +1 718 3378843
Stockholm , Scandinavia tel + 46 739 756532
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
http://www.freeacheh.info
Tidakan Segera: Dua orang aktivis diculik menjelang Pilkada
Kami dari Komite Persiapan Acheh Merdeka Demokratik ingin memberitahukan
bahwa disela-sela berita keberhasilan Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA), telah
dilaporkan terjadinya sejumlah kekerasan di Acheh. Pada hari Kamis, 7 Desember
2006, sekitar pukul 15.15 petang, telah diambil paksa Tgk. Razali Amin (60) dan
Tgk. Tarmizi Idris di sebuah rumah di kampung Lhok Jok, Kuta Makmur, Acheh
Utara. Sampai sekarang kedua korban penculikan tersebut belum dilepaskan dan
ada tanda-tanda mereka telah dibunuh.
Menurut laporan dari tim investigasi kami yang mewawancarai para saksi mata,
termasuk anggota keluarga korban, kedua korban tersebut sedang berkumpul di
sebuah rumah dengan sejumlah rekan-rekannya. Tiba-tiba, sekitar sepuluh orang
lelaki, tiga dari mereka dikenal sebagai Matlan (22), Syarwan (34) dan
Sipanyang Mustafa (22), yang dipercayai sebagai anggota Komite Peralihan Acheh
(KPA), datang ke rumah tersebut dengan membawa pisau dan menyeret para korban
keluar dari rumah serta memukul mereka di hadapan ahli keluarga dan para saksi.
Para pelaku tersebut membawa korban bersama mereka. Kurang jelas atas alasan
apa mereka ditahan.
Keluarga dari korban telah mendatangi Kantor Perwakilan KPA di Peunteut,
Blang Mangat, Acheh Utara, untuk melaporkan kejadian tersebut. Tetapi mereka
tidak diperkenankan untuk menemui korban.
Berdasarkan informasi di atas, kami dari Komite Persiapan Acheh Merdeka
Demokratik dengan keras mengutuk tindakan yang tidak manusiawi itu, yang secara
terang melanggar nilai-nilai hak azasi manusia dan norma-norma demokrasi serta
semangat proses damai yang sedang berkembang ketika ini.
Kami menekankan kepada seluruh organisasi hak asasi manusia, baik lokal
maupun internasional, khususnya para pemantau asing untuk menyelidiki lebih
lanjut tentang kejadian ini dengan segera.
Kami menuntut kepada KPA untuk melihat kejadian ini dengan serius karena
keterlibatan anggota-anggota dari organisasi mereka. Keadaan para korban
tersebut harus diberitahukan kepada keluarga mereka, untuk dilepaskan dengan
segera dan tanpa syarat. Selanjutnya, perlu kerjasama dengan pihak kepolisian
untuk mentuntaskan perkara ini. Kalau didapati bersalah, para pelakunya harus
dipertanggung-jawabkan dan diadili supaya kejadian serupa kelak tidak terulang.
New York, December 14, 2006
Dipersiapkan oleh
(tandatangan)
Zikrinullah Makarim
Komisi Hak Asasi Manusia dan Dokumentasi
[EMAIL PROTECTED]
Preparatory Committee of The Free Acheh Democratic
Secretariats:
New York, United States, tel/fax +1 718 3378843
Stockholm, Scandinavia tel + 46 739 756532
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
http://www.freeacheh.info
Urgent Action: Two Activists were kidnapped prior to the Election
We, the Preparatory Committee of the Free Acheh Democratic would like to
inform that despite reports on the successful election in Acheh, there have
also been reports of violence. On Thursday, December 7, 2006, at around 15:15pm
(local time), Mr. Razali Amin (60) and Mr. Tarmizi Idrus (52) have been
kidnapped from a house in Lhok Jok village, Kuta Makmur subdistrict of North
Acheh. Until today, the victims have yet been released and there have been
signs that the two have been killed by the perpetrators.
According to the report from our investigation team conducting the interviews
with witnesses including their family members at the location, the victims were
having a conversation at Mr. Razali's house along with a few other people.
Suddenly, about ten men and three perpetrators who have been identified as
Matlan (22), Syarwan (34) and Sipanyang Mustafa (22), all of whom believed to
be members of the Acheh Transition Committee (KPA Komite Peralihan Acheh),
came to the house armed with knives and dragged the victims outside of the
house and beat them in front of the family members and other witnesses. The
perpetrators then took the victims with them. It was unclear on what ground
theyve been detained.
The families of the victims have been to the KPA representative office in
Punteut, Blang Mangat subdistrict of North Acheh, to report the incident.
However, they were not allowed to see the victims.
Based on this information, we, the Preparatory Committee of the Free Acheh
Democratic strongly condemn this inhumane action that is clearly violate human
rights values and democratic norms, as well as the spirit of the peace process
that currently flourishing in Acheh.
We urge all local and international human rights organizations, and
especially foreign observers to further investigate this incident immediately.
We demand that the KPA to view this incident seriously as it involves members
from their organization. The victims condition should be made known to the
family members and be released immediately and unconditionally. Furthermore,
cooperation by local police is needed to resolve this incident. If found
guilty, the perpetrators should be held accountable and be brought to justice
in order to prevent such incidents recur in the future.
New York, December 14, 2006
Prepared by
(Signed)
Zikrinullah Makarim
Commission of Human Rights and Documentation
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED] wrote: Terimakasih yang sebesar-besarnya kepada teman-teman
semua yang telah memberikan kepada saya untuk ikut bergabung dalam forum forbes
ini. walaupun saya belum begitu mengetahui sejauh mana sudah berjalan forbes
ini. untuk itu saya harapkan teman-teman bisa memberikatukan APA dan Bagaimana
forbes ini.
Sekian Terimakasih
Wassalam
----- Original Message ----
From: Mahrizal Putra <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Tuesday, December 12, 2006 9:56:29 AM
Subject: [FORBES Damai] Re: Forbes
Terimakasih banyak telah melibatkan saya dalam forum ini.
Moga bisa menambah pengetahuan
Lebih-lebih untuk perdamaian Aceh
Kedepan...
Salam Dari Saya
Terimakasih Banyak.
On 12/12/06, erlizar er <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Dear temen-teen yang ada
di Forbes
Mungkin saya baru dan belum tau tentang keberadaan Forbes hal ini juga karena
kesibukan saya, tetapi saya pribadi sangat senang dengan temen-temen melibatkan
saya diskusi memahas tentang keberadaan perdamaian di aceh, namun ada
pertanyaan dari saya kepada temen-temen yang kira-kira berkompeten dalam
menjawabnya, kalau boleh saya tau di mana sebenarnya kantor Forbes, dan hal
apa-apa saja yang akan usung oleh forbes dalm setiap wacana diskusinya,
kejelasan ini kiranya dapat memberi gambaran buat saya tenatang keberadaan
forbes dengan status keanggootaan saya yang masih baru dalam mailis ini.
Terimaka kasih
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena Anda tergabung pada grup Grup Google "FORBES
Damai Aceh" grup.
Untuk mengirim pesan ke grup ini, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Untuk pilihan lainnya, lihat grup ini pada
http://groups.google.com/group/forbesdamai?hl=id
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
--- End Message ---