JATUHNYA ADAM AIR DIDUGA KARENA TERSEDOT KANTUNG UDARA
-Berita Informasi Masyarakat - BPDE Prop.Jatim, 02-01-2007 13:01 WIB -
Jatuhnya Adam Air Diduga karena Tersedot Kantung Udara Jakarta (ANTARA News)
- Pengamat hukum penerbangan, Kamis Martono, menduga bahwa jatuhnya pesawat
Adam Air di Pegunungan Rangoan, Matanga, Polewali Mandar, Sulbar, Senin petang
(1/1), karena faktor alam yakni tersedot kantung udara (air pocket) ketika
pesawat terbang pada ketinggian rendah.
---------------------------------
Jatuhnya Adam Air Diduga karena Tersedot Kantung Udara
Jakarta (ANTARA News) - Pengamat hukum penerbangan, Kamis Martono, menduga
bahwa jatuhnya pesawat Adam Air di Pegunungan Rangoan, Matanga, Polewali
Mandar, Sulbar, Senin petang (1/1), karena faktor alam yakni tersedot kantung
udara (air pocket) ketika pesawat terbang pada ketinggian rendah.
\"Kesalahannya, pesawat hanya terbang 8.000 kaki yang seharusnya 35.000 kaki.
Karena itu kemungkinan besar kecelakaan karena `air pocket`,\" katanya di
Jakarta, Selasa.
Dia mengatakan \"air pocket\" atau biasa disebut kantung udara adalah sebuah
tempat yang memiliki tekanan udara sangat kuat yang bisa tiba-tiba menyedot
pesawat yang terbang rendah, sehingga pesawat dapat terlempar ke atas atau ke
bawah.
Menurut dia, faktor cuaca buruk saat ini juga mendukung terjadinya kecelakaan
pesawat Adam Air. Daerah Matanga, Polewali Mandar tersebut memiliki karakter
hampir sama dengan daerah Masalombo yang terdapat kantong udara yang
membahayakan penerbangan.
\"Kalau mereka cermat, kecelakaan ini tentu dapat dihindari. Bulan Januari
adalah saat yang rawan untuk penerbangan,\" ujar dia.
Dia mengatakan kecelakaan kali ini mirip dengan kejadian beberapa kecelakaan
pesawat dan helikopter pada tahun 1960-an, yang jatuh karena tersedot kantung
udara di daerah Masalombo. Daerah ini juga memiliki kesamaan dengan Segitiga
Bermuda.
Kamis mengatakan, daerah Polewali Mandar ini memiliki kesamaan juga dengan
daerah Segitiga Bermuda di Amerika yang memiliki tekanan sangat kuat sehingga
dapat menyedot setiap kapal yang melalui daerah tersebut.
Menurut Kamis Martono, ketinggian terbang pesawat Adam Air yang jatuh di
Polewali Mandar, Sulbar, tidak sesuai dengan syarat terbang jelajah. Terbang
jelajah seharusnya berada di ketinggian 35.000 kaki sehingga penerbangan akan
aman.
\"Terbang jelajah memang harus tinggi agar tidak terkena `air pocket`.
Kemungkinan kecelakaan 0 persen jika pesawat terbang di ketinggian 35.000
kaki,\" ujar Kamis.
Dia mengatakan, dari pengalaman jika terbang jelajah tetap berada di ketinggian
35.000 kaki kemungkinan kecelakaan bisa diabaikan.(*)
Sumber : ANTARA
2 Januari 2007 12:35
__________________________________________________
Bruker du Yahoo!?
Lei av spam? Yahoo! Mail har den beste spambeskyttelsen
http://no.mail.yahoo.com