http://freeacheh.info/A/ Selasa, 02 Jan 2007, Keluarga Saddam Melawanan
AMMAN - Kematian mantan pemimpin Iraq di tiang gantungan Sabtu (30/12) lalu membakar kembali semangat perlawanan pendukung Saddam. Selain gelombang protes dari dalam negeri Iraq, keluarga Saddam menggalang dukungan di negara pengasingan. Raghad Hussein, putri tertua Saddam, kemarin memimpin demonstrasi besar-besaran di Amman, Jordania. Unjuk rasa itu mengutuk hukuman gantung mantan penguasa Iraq selama 24 tahun tersebut. Raghad mengajak semua loyalis Saddam untuk bersatu melawan pemerintahan Iraq yang disebutnya boneka Amerika Serikat (AS). "Terima kasih! Terima kasih atas penghormatan kalian terhadap Saddam, sang martir," ujar Raghad, yang berpidato di hadapan ratusan demonstran dengan mengenakan busana gelap dan kacamata hitam. Unjuk rasa besar-besaran di Jordania kemarin diorganisasi sebuah kelompok profesional di Amman. Dua anak perempuan Saddam, Raghad dan Rana Hussein, bersama sembilan anak mereka mengungsi ke Jordania pada 30 Juli 2003 atau empat bulan setelah invasi AS ke Iraq. Mereka dalam perlindungan kelompok kemanusiaan di Amman. Sedangkan istri Saddam, Sajida Khairallah Tulfah, dan anak bungsunya, Hala, melarikan diri ke ibu kota Qatar, Doha, setelah dua putra Saddam yang melindungi mereka, Uday dan Qusay, tewas akibat tembakan pasukan AS di Mosul, Iraq Utara, Juli 2003. Langgar Eksekusi Mantan hakim pengadilan tinggi Iraq yang pernah memroses pengadilan Saddam Hussein atas pelanggaran kemanusiaan menyatakan, eksekusi atas mantan penguasa Iraq itu ilegal dan melanggar konstitusi Iraq. Rizkar Mohammed Amin, yang mengundurkan diri sebagai hakim ketua, menyatakan, konstitusi Iraq melarang eksekusi hukuman selama perayaan Idul Adha. Seperti diberitakan, perayaan Idul Adha di Iraq dimulai Sabtu (30/12) bersamaan dengan pelaksanaan hukuman mati bagi Saddam Hussein. Sementara bagi umat Syiah, hari raya yang menandai berakhirnya pelaksanaan ibadah haji itu dirayakan pada hari Minggu (31/12). Amin juga mengklaim bahwa pelaksanaan hukuman atas putusan vonis pengadilan tinggi seharusnya dilakukan 30 hari setelah keputusan pengadilan banding, termasuk di sini adalah hukuman atas Saddam. Namun ketentuan itu diubah sepihak oleh pengadilan tinggi Iraq dengan menetapkan bahwa eksekusi bisa dilakukan dalam 30 hari setelah putusan pengadilan banding keluar. Jadi, jika putusan yang menolak banding Saddam keluar 26 Desember, maka eksekusi 30 Desember adalah sah. Amin mengundurkan diri dari majelis hakim pengadilan atas pembantian Dujail setelah dia mendapat tekanan politik yang kuat dari kolega hakim dan pemerintah Iraq atas desakan AS, untuk mundur. Amin disorot karena dinilai bersikap terlalu lunak terhadap Saddam. Opini Amin yang banyak dikutip media timur tengah itu langsung ditanggapi oleh Penasehat Keamanan Iraq Mowaffaq al-Rubaie. Dia menyatakan, bahwa eksekusi Saddam tidak dilaksanakan pada hari raya Idul Adha. "Hari raya Idul Adha dimulai saat matahari terbit, kami mengatur agar eksekusi dilakukan sebelum matahari terbit," ujar Rubaie saat wawancara dengan jaringan televisi berita CNN. Gelombang protes semakin besar di Iraq memasuki hari ketiga sejak penggantungan Saddam. Kali ini pengunjuk rasa mulai menuding Perdana Menteri Nuri al-Maliki sebagai penggagas dan pelaksana hukuman mati mantan orang kuat Iraq itu. Hukuman gantung bagi Saddam lebih banyak dilandasi motif dendam daripada upaya memberikan pelajaran kepada masyarakat. "Kami akan menghabisi Amerika, Perdana Meneri Nuri al-Maliki, Moqtada Sadr, dan Ayatollah Ali Sistani, sebab merekalah yang membunuh Saddam," ujar Louhai Tayeh, pemimpin demostran di Tikrit, kota kelahiran Saddam, kemarin. Gelombang protes ke pemerintah Iraq digalang kelompok Mujahidin dan aktivis Partai Baath yang dipimpin Saddam. Opini yang mencuat di media-media berpengaruh di Timur Tengah menyimpulkan, terlepas dari kesalahan di masa lalu, penyiaran proses eksekusi Saddam adalah penghinaan besar terhadap kemanusiaan. "Penghinaan itu semakin berat bila mengingat penyiarannya dilakukan dalam proses yang diklaim untuk mendemokratiskan sebuah negara," bunyi opini Al-Arabiya. (ap/afp) __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com
