Jumat, 02 Februari 2007 *Danrem: Jaga Kedaulatan, Harus Jadi Komitmen Semua Pihak*
*Satgas Yonif 413/TWEJ Diterima Secara Resmi di Merauke* *MERAUKE*- Danrem 174 Anim Ti Waninggap Kolonel ZCI Nengah Widana menengaskan, menjaga kedaulatan Negara harus menjadi komitmen seluruh komponen bangsa, karena ancaman terhadap integritas wilayah Negara itu dapat timbul kapan saja, baik yang telah dipredikasi sebelumnya maupun yang tidak diprediksi. ''Itulah sebabnya, wilayah Negara Indonesia yang terbentang luas dari Sabang sampai Merauke harus kita jaga dengan sebaik-baiknya,'' kata Danrem Nengah Kemarin. Ketegasan itu disampaikan Danrem dalam amanatnya ketika menerima secara resmi Satgas Yonif 413 Tri Wira Eka Jaya yang akan menggantikan Satgas Yonif 713 Satya Tama yang telah bertugas selama 1 tahun di Wilayah Kodam XVII Trikora. Mereka akan ditempatkan untuk menjaga perbatasan antara RI-PNG di perbatasan Kabupaten Boven Digoel-PNG. Sebenarnya, Satgas 413/TWEJ dengan Komandan Letkol Inf. Bedali Harefa tersebut tiba di Pelabuhan Merauke sejak Selasa sore dengan menggunakan KRI, namun acara penerimaan secara resmi baru dilakukan Rabu kemarin. Dikatakan, penungasan prajurit dari satuan TNI seperti Yonif 143 Tri Wira Eka Jaya ini mendapat dukungan sepenuhnya dari rakyat. Serta seluruh komponen bangsa. ''Dengan dukungan tersebut, kita harapkan dapat mewujudkan pertahanan Negara yang baik di wilayah Papua,'' jelas Danrem. Dalam rangka tugas pengamanan perbatasan di Boven Digoel, menurut Danrem, keberadannya harus memberikan arti yang signifikan dalam menangkal dan mengatasi ancaman bersenjata mnembahayakan kedaulatan dan keutuhan wilayah tanah air. ''Oleh karena itu, tidak ada pilihan bagi prajurit untuk tetap waspada dalam segala situasi dan tangguh dalam mengatasi gangguan musuh Negara,'' kata Danrem mengingatkan. Para prajurit tersebut diingatkan pula agar dalam melaksanakan tugas harus mampu menerapkan nilai-nilai yang terdapat dalam sapta marga, sumpah prajurit dan 8 wajib TNI serta menghormati adat istiadat masyarakat setempat. ''Saya juga pesankan agar tetap mewaspadai dan tidak boleh mengabaikan penyakit malaria dan penyebaran virus HIV/AIDS dengan gaya hidup yang sehat dan memiliki pengendalian diri dengan selalu mengindahkan norma-norma agama masing-masing,'' tambah Danrem memberi pesan. Akhir tahun 2006 lalu, Satuan Tugas (Satgas) Yonif 312 Kalah Hitam juga diterima secara resmi oleh Danrem menggantikan Satgas 512/QY mengamankan perbatasan antara RI-PNG di Perbatasan antara Kabupaten Merauke dengan PNG. (ulo) ______________ Anda ingin sukses dengan modal hanya Rp. 25.000,- ? Mulailah sekarang juga : http://arisan-10.dollarfactory.biz/?id=5632
